'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"
SARI BERITA : Selasa, 9 Januari 2001
======================================
*)Gus Dur Kritik Kiprah MUI
Jangan Jadi Ajang Cari Pangkat
*)Gubernur Lolos dari Maut
*)Masyarakat sudah Benci dengan Isu
*)Intel Polri Kekurangan Dana Operasi
=====================================

Gus Dur Kritik Kiprah MUI
Jangan Jadi Ajang Cari Pangkat
----------------------------------------------
koridor.com [9 Jan, 0:01] Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengharapkan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk bisa berubah, tidak hanya sekedar
menjadi tempat berkumpulnya organisasi Islam. Tetapi juga bisa menghasilkan
kualitas pemikiran yang bermanfaat bagi umat.
Gus Dur mengingatkan, MUI jangan sampai seperti di masa lalu yang hanya
dijadikan alat untuk mencari pangkat dan kedudukan. Tetapi MUI seharusnya
sudah mulai berbicara juga masalah demokrasi dan Hak Asasi Manusia seperti
yang telah dilakukan mejelis-majelis agama lain.
"MUI saya minta kedewasaannya untuk berubah. Bahwa nilai dari MUI tidak
ditentukan oleh banyaknya orang, tetapi justru oleh kualitas pemikiran yang
dihasilkan," paparnya dalam Silaturahmi dan Halal Bihalal MUI di Jakarta,
Senin (8/1) malam.
Selengkapnya:
http://www.koridor.com/artikel.php/106839/c43dd1bbf292567109c5c039718d8cd34
/
978997225

Gubernur Lolos dari Maut
------------------------------------
JAYAPURA - Gubernur Irian Jaya Drs JP Solossa MSi lolos dari musibah
pesawat
Cassa milik TNI AL yang diduga jatuh di pedalaman Irian Jaya, Senin pagi.
Pesawat yang lepas landas dari Bandara Timika, ibu kota Kabupaten Mimika,
Senin pukul 10.25 WIT. Pesawat yang mengangkut Muspida Irja itu terbang
lebih awal ke Bandara Sentani.
Adapun Gubernur Solossa Senin pagi itu menggunakan pesawat Boeing MNA
menuju
Jakarta untuk mengikuti rapat kerja para gubernur yang dimulai Selasa
(9/1).
Pesawat itu sebenarnya ditumpangi tiga wartawan, yakni Kepala Biro LKBN
Antara Jayapura Willem Yobi serta dua wartawan TVRI Stasiun Penyiaran
Jayapura. Mereka ke Jayapura menumpang pesawat Boeing Garuda pukul 14.00
WIT
dan kini telah mendarat di Bandara Sentani, Jayapura. Selengkapnya:
http://www.suaramerdeka.com/harian/0101/09/nas2.htm

Masyarakat sudah Benci dengan Isu
----------------------------------------------------
Sumbawa Besar (Bali Post) -
Kapolda NTB Brigjen (Pol) Drs. H. Jony Djoyana, M.Sc. menegaskan, saat ini
masyarakat sudah benci dengan berbagai isu yang arahnya akan memecah-belah
persatuan. Sebab, tiap terjadi kerusuhan, masyarakat kecil selalu jadi
korban. Itu ditegaskan Kapolda, Senin (8/1) kepada wartawan usai pertemuan
dengan jajaran Polres Sumbawa. Dalam kunjungan kerjanya kali ini. Kapolda
disertai Danrem 162/Wirabhakti Kolonel (Inf) Soeseno dan sejumlah pejabat
dari Polda NTB dan Korem 162/Wirabhakti.
Dijelaskan, situasi keamanan di NTB saat ini terkendali berkat kerja keras
aparat keamanan, dengan didukung tokoh masyarakt dan semua pihak. Kondisi
seperti ini diharapkan tetap berjalan demi terciptanya situasi yang aman
dan
tertib. ''Kami harapkan masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu yang
muncul tiap saat,'' kata Kapolda.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2001/1/9/NT6.htm

Intel Polri Kekurangan Dana Operasi
----------------------------------------------------
PELEDAKAN bom sebanyak empat kali dalam kurun waktu dua bulan sejak Juli
2000, seharusnya cukup jadi bahan masukan bagi intel Polri mengantisipasi
agar peristiwa semacam itu tidak terulang lagi. Tetapi kenyataannya,
peledakan yang lebih dahsyat terjadi lagi di lantai parkir gedung Bursa
Efek
Jakarta (BEJ), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan pada 13 September
2000.
Peledakan itu menelan korban 10 orang meninggal dan 37 lainnya luka parah.
Korban pada umumnya adalah kalangan masyarakat bawah. Kebanyakan korban
akibat menghirup asap karena pada saat kejadian berada di ruang parkir.
Bom yang diledakkan itu diketahui jenis high explosive buatan luar negeri
dan dirakit di sebuah bengkel mobil di Cilandak, Jakarta Selatan. Sebelum
meledak, bom tersebut ditaruh dalam sebuah mobil sedan Toyota Mark II B
2676
WL.
Menanggapi rentetan kejadian itu, Inspektur Jenderal (Purn) Sidarto
Danusubroto SH yang pernah menjabat sebagai Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu
Kepolisian mengatakan, jangan menyalahkan aparat intel Polri. Mereka tidak
punya kemampuan untuk mengantisipasi terjadinya peledakan bom di BEJ dan
peristiwa serupa yang menyusulnya. Ini semua harus dilihat secara
menyeluruh, mengapa intel Polri tidak bisa mengantisipasi peristiwa
pengeboman yang meresahkan kalangan pasar modal.
Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/2001/01/08/index.html
++++++++++++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke