'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"
SARI BERITA : Rabu, 17 Januari 2001
======================================
- Terancam Dipecat, Sejumlah Anggota Fraksi PDI-P Mataram
- Bom Natal, GAM Kembali Dituding
- DPR Berlaku Tak Wajar Jika Tolak Pilih Ulang Ketua MA
- BM PAN Ancam Cekal Gus Dur ke Solo
- Saksi Kunci Bom di Bandung Ditangkap Aparat Kepolisian
- HARTONO MASIH BERNIAT TUNTUT GUS DUR

Terancam Dipecat, Sejumlah Anggota Fraksi PDI-P Mataram
------------------------------------------------------------------
Mataram (Bali Post) -
Aksi pemecatan oleh DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
terhadap kadernya yang nakal di legislatif, tampaknya akan dijumpai juga di
NTB. Sejumlah anggota Fraksi PDI-P Kota Mataram terancam dipecat dan
dibebastugaskan, karena melanggar instruksi partai dan diduga terlibat
money
politics pemilihan wali kota.
Masalah di NTB, terutama Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa rupanya sudah
masuk dalam kajian pihak DPP. ''Semua masalah di daerah sudah masuk ke DPP,
termasuk NTB, terutama Mataram dan Sumbawa,'' kata anggota Majelis
Pertimbangan Partai (MPP) PDI-P NTB I Gusti Komang Padang, ditemui di
Kantor
DPRD NTB, Selasa (16/1) kemarin. Sejumlah anggota Fraksi PDI-P Kota Mataram
terancam kena sanksi, menurut Padang, karena tidak mengindahkan instruksi
partai saat pemilihan Wali Kota Mataram. Waktu itu DPD I NTB menetapkan
Lalu
Kushardi Anggrat menjadi calon Wali Kota Mataram dan diamini semua anggota
Fraksi PDI-P Kota Mataram. Namun saat pemilihan, delapan orang dari 10
anggota Fraksi PDI-P memberikan suaranya kepada H. Moh. Ruslan yang kini
menjadi Wali Kota Mataram. Pascapemilihan wali kota, muncul sinyalemen
bahwa
sejumlah anggota fraksi di DPRD Kota Mataram terlibat money politics.
Inilah
yang sedang dikaji pihak DPP dibantu DPD I dan masing-masing DPC diberi
kesempatan melakukan klarifikasi. Jika terbukti melakukan pelanggaran
berat,
yang bersangkutan akan mendapat SK pemecatan.
http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2001/1/17/NT1.htm

Bom Natal, GAM Kembali Dituding
-------------------------------------
detikcom - Jakarta, Kasus bom malam Natal semakin menarik. Gus Dur menyebut
nama mantan KSAD Jenderal (pur) R Hartono dan Letjen (pur) Prabowo
'terkait'
kasus itu. Sementara, Mabes Polri mengaitkan bom malam Natal dengan GAM.
Namun pihak GAM membantah keras hal itu.
Perihal penyelidikan bom malam Natal itu mengarah pada keterlibatan GAM
terungkap dalam jumpa pers petinggi Polri. Acara itu dihadiri Kakorse Polri
Irjen Engkesman R. Hillep, Wakoserse Brigjen Sudirman Ail, Kadispen Polri
Brigjen Pol Saleh Saaf, Kaditserse Polda Sumut Kombes Iskandar Hasan dan
Kaditserse Polda Jabar Kombes Sarjono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa
(16/1/2001).
Dalam jumpa pers itu disebutkan ditemukan kaitan antara bom Natal Bandung
dan Medan. Pelaku di kedua kota itu pernah berhubungan telepon dan salah
satu di antara mereka anggota GAM.
http://detik.com/peristiwa/2001/01/17/2001117-044552.shtml

BM PAN Ancam Cekal Gus Dur ke Solo
------------------------------------------
Surakarta -- Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Solo mengancam
akan mencekal Presiden Abdurrahman Wahid, bila Ketua Umum DPP PAN Amien
Rais
jadi dicekal oleh DPC PKB Surakarta.Ancaman itu disampaikan Wakil
Sekretaris
Jendral DPP BM PAN Surakarta, Bambang Saptono.
"Kami sebenarnya tidak setuju dengan cekal-mencekal seperti itu. Tapi kalau
ada sebuah organisasi yang mencekal Pak Amien (Rais) di Solo, maka kami
juga
akan melakukan hal yang sama terhadap Gus Dur," kata dia kepada wartawan,
hari ini.
Menurut Saptono yang juga Wakil Ketua DPD PAN Solo ini, kericuhan politik
yang terjadi sekarang ini sebenarnya hanya terjadi di tingkat elite. "Kalau
saja massa di bawah mau bersikap dewasa, tidak akan ada konflik,"
tandasnya.
Ditambahkannya, kekeruhan situasi politik sekarang ini timbul justru
disebabkan oleh massa pendukung Gus Dur yang selalu merasa dipojokkan.
"Kalau mereka mau berpikir jernih, saya yakin tidak akan terjadi masalah,"
lanjut Saptono.
Saptono mengemukakan, tindakan pencekalan tersebut akan dilakukan hanya
untuk mengimbangi tindakan yang mungkin dilakukan oleh organisasi lain
terhadap Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN, Amien Rais.
http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/01/16/213234

DPR Berlaku Tak Wajar Jika Tolak Pilih Ulang Ketua MA
--------------------------------------------------------------
koridor.com [16 Jan, 22:08] DPR RI memiliki kewenangan sah mengusulkan nama
siapa yang tepat menjadi calon Ketua Mahkamah Agung-MA. Tetapi, jika
nama-nama itu ditolak presiden, lalu DPR RI tak mau memilih ulang, ini
tidak
wajar.
Demikian Harun Al Rasyid, penasehat hukum Presiden Abdurrahman Wahid kepada
koridor.com, di sela-sela sebuah seminar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta,
Selasa (16/1).
Sebagai penasehat hukum presiden, demikian Harun Al Rasyid, dirinya merasa
tidak punya wewenang mengusulkan nama, siapa yang tepat sebagai calon Ketua
MA. "Itu kewenangan DPR RI. Saya tidak mau mempengaruhi DPR RI. Tidak pada
tempatnya," ujar Harun Al Rasyid.
Syarat menjadi Ketua MA, menurut Al Rasyid, calon harus berasal dari hakim
agung. Sementara hakim agung sendiri ada 60 orang. Kalau dua dari antara
mereka sudah ditolak sebagai calom Ketua MA, masih ada sisa 58 orang.
"Saya sendiri tidak tahu, 58 hakim agung itu siapa saja. Saya tidak hafal
itu, bagaimana mau mengusulkan," ujar Harun Al Rasyid lagi.
http://www.koridor.com/artikel.php/107188/e4ee0d3c443f5989aa03538b5d0de4794
/
979694409

Saksi Kunci Bom di Bandung Ditangkap Aparat Kepolisian
* Juga Tersangka Kasus Bom di Medan
-------------------------------------------
Bandung, Kompas
Dua saksi kunci bom di Bandung, Aceng Suheri (56) dan Iqbal (32), Selasa
(16/1), akhirnya tertangkap aparat Kepolisian setelah sempat buron selama
lebih kurang tiga pekan. Aceng dan Iqbal ditangkap hari Selasa sekitar
pukul
05.00, di tempat persembunyiannya, di Desa Bentarsari, Kecamatan Salam,
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Kepala Polisi Daerah (Polda) Jawa Barat Inspektur Jenderal Yun Mulyana
kepada wartawan di Bandung, Selasa sore, mengungkapkan, penangkapan Aceng
dan Iqbal dilakukan oleh petugas khusus yang diterjunkan Kepolisian Wilayah
Kota Besar (Polwiltabes) Bandung. Tim yang dikerahkan Kepala Polwiltabes
Bandung Komisaris Besar Timur Pradopo itu terdiri dari unsur reserse yang
dipimpin Ajun Komisaris Besar Edwardsyah Pernong dan unsur intelijen yang
dipimpin Ajun Komisaris Besar Muktiono.
Sementara itu, tiga tersangka pelaku peledakan bom di Medan dan Pematang
Siantar juga tertangkap oleh aparat Kepolisian Polda Sumatera Utara lengkap
dengan bukti-bukti, saksi dan pengakuan dari tersangka. Mereka adalah Edy
Sugiarto, Hakim, dan Lingga alias Azis. Sementara dua tersangka lainnya,
Zulkarnaini dan Polin alias Iswardi alias Zakaria alias Jek, masih dalam
daftar pencarian orang (DPO).
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0101/17/UTAMA/saks01.htm

HARTONO MASIH BERNIAT TUNTUT GUS DUR
---------------------------------------------------------
Jakarta, 16/1 (ANTARA) - Mantan Kasad Jenderal TNI (Pur) R Hartono hingga
Selasa siang masih berniat mengadukan Presiden RI Abdurrahman Wahid ke
kepolisian sehubungan tuduhan mengenai aksi pemboman pada malam natal
(24/12) sebagaimana dimuat "Newsweek".
"Hingga saat ini saya masih berniat melapor ke polisi. Fitnah itu berdampak
pada keluarga saya," kata Hartono di kediamannya di kawasan Pakubuwono
Jaksel.
Ia mengatakan, meskipun jurubicara kepresidenan Wimar Witoelar telah
membantah penyebutan nama Hartono dan Prabowo, namun Hartono masih minta
saran rekan-rekannya mengenai perlu tidaknya melaporkan kasus tersebut ke
kepolisian.
"Masalahnya tidak selesai begitu saja. Ini bukan yang pertama. Setiap
kejadian dikaitkan dengan saya, mulai dari Marsinah, Sambas, Banyuwangi,
bom
BEJ dan terakhir bom malam Natal. Mungkin ada sesuatu sehingga saya jadi
tempat pembuangan, karena itu saya hingga kini masih berpikir menempuh
upaya
hukum," katanya.
Jenderal kelahiran Madura itu mengatakan dirinya telah menghubungi Babinkum
TNI untuk memberi advokasi, namun dia meminta waktu dua hari untuk
memutuskan jadi-tidaknya melakukan upaya hukum terhadap tuduhan tersebut.
http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20010116183931D160667

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke