'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''"" SARI BERITA : Rabu, 13 Desember 2000 ======================================= <^> Pengakuan Gus Dur Luar Biasa <^> Belasan Wanita Dijual dan Dijadikan Pelacur <^> Jangan Jadikan Agama Alat Politik <^> AS Kecam Pembunuhan 3 Relawan Kemanusiaan di Aceh <^> Panglima TNI Tolak Pemeriksaan UNTAET <^> Anggota DPA Dukung Irja Merdeka vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv Pengakuan Gus Dur Luar Biasa --------------------------------- koridor.com [13 Dec, 5:15] Wakil Ketua DPR RI Soetardjo Soerjogoeritno mengatakan, pengakuan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menyatakan pemerintah tidak lagi dipercaya rakyat merupakan berkah anugerah yang luar biasa. "Ucapan Presiden Abdurrahman Wahid merupakan suatu pengakuan yang luar biasa. Kalau beliau sudah mengakui rakyat tidak lagi percaya pada pemerintah," ujar Soetardjo, di Jakarta, Selasa (12/12). Untuk menghindari pengadilan rakyat seperti yang dikhawatirkan Gus Dur, Soetardjo mengatakan, seharusnya pemerintah mampu melakukan penegakan hukum, tetapi saat ini tidak ada kasus pelanggaran hukum yang diselesaian, mulai Bulogate, Bruneigate, dan kasus lain yang belum dapat terselesaikan. http://www.koridor.com/artikel.php/105750/4ab8dd2e601ae23d119e45bc67ee4cf84 /976668432 Belasan Wanita Dijual dan Dijadikan Pelacur ------------------------------------------------- Mataram (Bali Post) - Dari 52 orang wanita tuna susila (WTS) yang saat ini dibina di Panti Sosial Budi Rini Mataram, sekitar 15 orang di antaranya mengaku terpaksa terjun ke dunia lembah hitam karena terbujuk rayuan germo. Germo yang berpura-pura hendak membantu mencarikan pekerjaan, kemudian menjual mereka kepada mucikari untuk dijadikan pelacur. Hal itu diungkapkan Kepala PSK Budi Rini Mataram, Sahan, B.A., kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/12) kemarin. ''Belasan wanita yang dijual menjadi pelacur itu, sebagian besar dari Lombok Timur dan Lombok Tengah. Mereka yang rata-rata telah menjadi janda, karena ditinggal suaminya bekerja di luar negeri (Malaysia) katanya dicari ke desanya kemudian ditawari bekerja di Mataram,'' tutur Sahan. http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/12/13/NT3.htm Jangan Jadikan Agama Alat Politik --------------------------------------- Surabaya, LippoStar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim Drs KH Ali Maschan Moesa MSi mengingatkan bahwa menyentuhkan agama dengan masalah politik itu tidak dilarang akan tetapi jangan sampai menjadikan agama sebagai alat politik sebab akan terjadi radikalisasi politik, yakni terjadinya kerusuhan atas nama Tuhan. "Memperjuangkan agama dengan politik itu boleh tapi harus diingat bahwa politik hanya instrumen agama, bukan sebaliknya. Sebab jika agama dijadikan alat politik akan memicu terjadinya disintegrasi," katanya saat berbicara dalam apel keagamaan yang diselenggarakan PMII dan Unit Kegiatan Kerohanian Kristen (UKKK) Universitas Dr Soetomo Surabaya, Selasa. Selain dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya tersebut, dalam acara yang bertajuk 'Cinta Damai dan Persahabatan Antarumat Beragama' itu juga tampil pembicara lain, seperti Romo Didik (Pastur Paroki di Sidoarjo dan pastur mahasiswa di Surabaya) dan I Made Gunartha (Ketua I Parisada Hindu Dharma Kota Surabaya). Dikutip dari: http://www.lippostar.com AS Kecam Pembunuhan 3 Relawan Kemanusiaan di Aceh ----------------------------------------------------------- Sumber: Siaran Pers detikcom - Jakarta, Amerika Serikat (AS) mengecam pembunuhan terhadap 3 orang pekerja hak-hak asasi dan penganiayaan terhadap seorang korban di Lhokseumawe, Aceh Utara (6/12/2000) lalu. Ketiga warga Aceh itu bekerja untuk Upaya Rehabilitasi bagi Korban Penganiayaan di Aceh (Rehabilitation Action for Torture Victims in Aceh). Demikian pernyataan Philip T Reeker, Wakil Jubir Deplu AS dalam siaran pers-nya yang dikirim ke detikcom, Selasa (12/12/2000) malam. Menurut Reeker, pembunuhan itu dilakukan oleh orang-orang berpakaian sipil yang diperkirakan aparat militer atau polisi. http://www.detik.com/peristiwa/2000/12/13/20001213-021830.shtml Panglima TNI Tolak Pemeriksaan UNTAET ----------------------------------------------- JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Widodo AS menolak tegas rencana pemerintahan transisi PBB di Timor Timur, UNTAET, untuk memeriksa dan mengadili para perwira TNI/Polri yang dituduh melakukan pelanggaran HAM di Timtim. Widodo menegaskan, pemerintah harus menolak rencana itu karena merupakan bentuk campur tangan asing atas Indonesia. Sementara anggota DPR Komisi II Dimyati Hartono mengatakan, yang dilakukan oleh pemerintah terhadap pelanggaran HAM di Timtim berdasarkan undang-undang. Dan UU itu mengikat rakyat seluruh Indonesia, tak terkecuali. Widodo mengemukakan hal itu saat menjawab pertanyaan wartawan sehubungan dengan keberatan tim advokasi Perwira TNI/Polri dalam kasus pelanggaran HAM di Timtim. Di tempat terpisah Dimyati juga menanggapi kasus yang sama. http://www.suaramerdeka.com/harian/0012/13/nas8.htm Anggota DPA Dukung Irja Merdeka --------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay sebaiknya dibebaskan, karena dampak yang diakibatkan lebih buruk dibandingkan dampak positifnya. Permintaan itu dikemukakan anggota DPA Izaac Hindom di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/12) kemarin, usai bertemu Presiden Abdurrahman Wahid. Ia juga mendukung keinginan masyarakat Irian Jaya untuk memerdekakan diri dan lepas dari wilayah negara kesatuan RI. Itu tak lepas dari ulah RI sendiri yang telah menimbulkan kebencian di masyarakat Irian, dan itu berlangsung puluhan tahun. Untuk itulah, ia mengecam adanya 37 kapal perang yang saat ini masih berada di perairan Irian Jaya. Hal itu patut dipertanyakan, apakah merupakan upaya pembasmian etnis atau tidak. http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/12/13/P1.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
