************************ Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Pembaca Eskol-Net yang terkasih, Salam Sejahtera, Membaca berita yang dilansir oleh satunet.com berikut ini, sungguh suatu hal yang mengejutkan sekaligus sangat memprihatinkan kita semua. Jika hal ini benar, bagaimanakah wujud kekristenan di masa yang akan datang ? Ini menjadi tantangan dan persoalan berat bagi kita. Sudah siapkah kita sebagai umat maupun para pemimpin gereja atau hamba-hamba Tuhan di Indonesia mengantisipasi hal ini ?. Masih Siapkah kita menjaga eksistensi nilai-nilai kekristenan di Indonesia, mengingat arus globalisasi demikian pesatnya mempengaruhi setiap sendi kehidupan. Mari kita renungkan persoalan berat ini dan marilah kita berdoa bagi generasi-generasi muda kita agar mereka dapat mempertahankan identitas kekristenannya. Tuhan memberkati. Salam dan doa, Redaksi Eskol-Net ================ Kamis, 15/3/2001, 07:50 WIB Survei: Remaja Kristiani Inggris tak permasalahkan seks pra nikah ``````````````````````````` satunet.com - Sebuah survei menunjukkan kalangan remaja Kristiani tak mempermasalahkan seks pra nikah. Dari hasil survei juga diketahui kebanyakan dari mereka sudah tidak lagi sepenuhnya menyetujui nilai-nilai yang diajarkan di gereja mengenai seks. Dan, sebanyak 85% remaja Katolik menyatakan penolakannya atas ajaran-ajaran agama yang menyebutkan seks pra nikah merupakan perbuatan keliru. Sementara itu, disebutkan sebagian besar remaja Muslim dengan keikhlasan hati menerima nilai-nilai yang diajarkan agamanya tentang seks. Sebanyak 49% dari mereka menyatakan seks tidak bisa dilepaskan dari ikatan perkawinan. Kemudian, hasil survei yang dilakukan di Inggris oleh seorang profesor dari Universitas Bangor, Leslie Perancis menunjukkan sebanyak 82% remaja Anglican menyatakan tak keberatan terhadap kemungkinan terjadinya perceraian. Untuk perbandingan, sebanyak 42% remaja Muslim meyakini perceraian sama sekali tidak dapat dibenarkan. Diketahui pula, ternyata cuma separuh remaja Katolik yang berpikir pengguguran kandungan merupakan perbuatan yang tak dapat dibenarkan. Tak jauh berbeda, sebanyak 31% remaja Anglican memiliki pendapat yang sama. Sementara itu, sebanyak 58% remaja Muslim menentang perbuatan aborsi. "Ada temuan-temuan yang terasa begitu mengganggu umat Kristiani. Mereka menunjukkan kesenjangan yang signifikan antara apa yang diajarkan gereja tradisional pada isu moral utama dan keyakinan dari generasi muda," kata Francis kepada The Telegraph. Untuk survei ini Perancis melibatkan sebanyak 15 ribu remaja berusia 13 hingga 15 tahun. Kepada respondennya, Perancic mengajukan berbagai pertanyaan seputar nilai-nilai ajaran agama yang dianut. Survei ini juga berusaha mengupas sikap respondennya mengenai nilai-nilai yang ditanamkan lingkungan sosial, keluarga, dan pribadi individu. Hasil survei ini, seperti dikutip Ananova, Rabu, dipublikasikan melalui sebuah buku pendidikan agamaThe Fourth R For the Third Millennium. [tna] "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
