```````````````````````````````````````````
Sari Berita : Jumat, 30 Maret 2001
^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^
<> Wahid Akui Pernah di Golkar
Hormati DPR, Jangan Bubarkan Partai Ini
<> Akbar Bantah 4 Dokter Ahli Suruhan Anggota DPR
<> Mahasiswa Ancam Seret Ginanjar dari RSPP
<> Pelajar tawur, satu siswa tewas ditusuk
<> Yang Tercecer dari Jawaban Presiden
<> Kopitime Dot Com Segera 'Go Public'
^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^
Wahid Akui Pernah di Golkar
Hormati DPR, Jangan Bubarkan Partai Ini
============================
koridor.com [30 Mar, 2:12] Secara resmi, inilah pengakuan pertamakali
Presiden Abdurrahman Wahid mengenai keaktifannya dulu sebagai anggota Partai
Golkar. Lalu, mengenai pembubaran partai ini, Presiden Wahid tegas
menampiknya dengan alasan hukum.
Tegasnya, Presiden Wahid tidak akan membubarkan Partai Golkar, walau ada
desakan dari sekelompok masyarakat. Alasannya, karena ingin menegakkan
peraturan dan hukum yang berlaku, serta menghormati DPR.
"Terus terang, sebagai seorang presiden, saya terikat peraturan-peraturan
dan undang-undang yang ada. Tidak bisa begitu saja saya menjalankan apa mau
saya. Paling jauh dari persoalan ini, saya pun tidak (mau) membungkam suara
yang mau meminta pembubarannya (Partai Golkar-Red)," kata Presiden Wahid
dalam dialog dengan LSM di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (29/3) malam.
http://www.koridor.com/artikel.php/110512/0ae2b19402ca918245724acb66f448cc4/
985918438
Akbar Bantah 4 Dokter Ahli Suruhan Anggota DPR
Reporter: Aulia Andri
============================
detikcom - Jakarta, Ketua DPR Akbar Tandjung membantah empat dokter ahli
yang menyatakan Gus Dur tak layak memimpin negara, adalah suruhan DPR. Dia
membenarkan, keempat dokter itu mau bertemu dengan dirinya.
Menurut Akbar, memang ada surat dari empat dokter ahli yang memberikan
analisis-analisis tentang kondisi kesehatan presiden. "Surat itu ditujukan
kepada pimpinan dan anggota DPR," kata Akbar kepada wartawan seusai Sidang
Paripurna di Nusantara V, Gedung DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat
(30/3/2001).
Akbar tak mau memberitahu siapa saja keempat dokter tersebut. Namun, kata
Akbar, isi surat itu mengenai analisis terhadap kesehatan presiden. "Isinya
mengenai analisis terhadap presiden, dilihat dari aspek kesehatannya. Ada
istilah teknis kedokteran yang saya tidak paham. Saya tidak bisa lebih jauh
memberi komentar," ungkapnya.
http://www.detik.com/peristiwa/2001/03/30/2001330-114322.shtml
March. 30, 2001 11:57:18 WIB
Mahasiswa Ancam Seret Ginanjar dari RSPP
Reporter/Penulis: Herry Wibowo, Edi Winarto
=============================
JAKARTA, Mandiri - Sandiwara Kejagung dengan RS Pertamina Pusat (RSPP)
membuat mahasiswa kesal berat. Jumat pagi ini, puluhan mahasiswa pun mendemo
rumah sakit yang pernah dipakai Soeharto menginap itu. Mahasiswa yang
mendemo RSPP tergabung dalam Jaringan Aksi Mahasiswa Universitas dr Moestopo
untuk Reformasi (JAMUR).
Mereka membawa spanduk besar dengan tulisan "Nusakambangkan Ginanjar di
Villa Terindah". "Penjarakan Ginanjar". "Hey Ginanjar Kau Pecundang".
Koordinator demo Mario menegaskan dirinya dan rekan-rekan siap menyeret
Ginanjar Kartasasmita keluar dari RSPP jika Kejagung takut mengambilnya.
http://www.mandiri.com/?8267737131728778788586818491088071898543383127271924
26
Jumat, 30/3/2001, 11:38 WIB
Pelajar tawur, satu siswa tewas ditusuk
Laporan Woro Yudhi Anggraini
=======================
satunet.com - Untuk kesekian kalinya, terjadi tawuran antar-pelajar. Satu
siswa tewas dan seorang lainnya harus dioperasi karena menderita luka-luka
serius.
Tawuran antara pelajar SMU Pelita Jakarta Timur dan SMK Negeri Jakarta
Timur, terjadi di depan SMU Pelita Jalan Ahmad Yani, pukul 07:30 WIB.
Korban yang tewas, Munawir Gazali, 16, pelajar kelas IC, SMU Pelita. Korban
tewas saat dilarikan ke RS Persahabatan. Diduga ia tewas karena mengalami
pendarahan yang hebat setelah ditusuk perutnya.
http://satunet.com/artikel/isi/01/03/30/47047.html
Yang Tercecer dari Jawaban Presiden
- 29 Mar 01 15:06 WIB (Astaga.com)
===========================
SIDANG Paripurna DPR RI untuk mendengarkan Jawaban Presiden Abdurrahman
Wahid atas Memorandum I DPR memang sudah lewat. Tapi masih ada sejumlah hal
menarik yang sayang untuk dilewatkan, yakni perilaku anggota DPR saat Menkeh
HAM Baharuddin Lopa membacakan jawaban itu.
Selain itu, ada hal menarik dari sejumlah revisi naskah yang dilakukan Lopa
sebelum membacakan jawaban itu. Konon, kesalahan fatal itu adalah kerjaan
anggota fraksi lain, sebab sehari sebelum dibacakan, jawaban itu sudah bocor
keluar.
Dari pengamatan astaga!com di ruang sidang, sebagian anggota DPR -kecuali
fraksi PKB tentu saja- terlihat ogah-ogahan mendengarkan. Ada yang ngobrol
dengan sebelahnya, beberapa terlihat sedang bercanda dan tertawa-tawa,
bahkan tak sedikit yang tampak tertidur.
http://www.astaga.com/Article/0,1314,51706,00.html
Kopitime - Jumat, 3/30/2001 11:41:29 AM bbwi
Kopitime Dot Com Segera 'Go Public'
==========================
Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) telah menyetujui rencana penawaran umum
perdana saham (initial public offering) PT Kopitime Dot Com Tbk, sebuah
perusahaan yang bergerak di bidang jasa teknologi informasi, dengan demikian
perusahaan akan segera 'go public' melepas sebagian sahamnya kepada
masyarakat.
Dalam suratnya bertanggal 29 maret 2001 yang ditandatangani ketuanya
disebutkan bahwa Bapepam telah menyetujui untuk mengeluarkan pernyataan
efektif bagi Kopitime.
"Setelah dilakukan penelaahan lebih lanjut, kami tidak memerlukan informasi
tambahan dan tidak mempunyai tanggapan lebih lanjut dan pernyataan
pendaftaran tersebut menjadi efektif," kata Herwidayatmo dalam suratnya.
http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l