''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''" SARI BERITA : Kamis, 15 Februari 2001 ===================================== <> Merasa Tua, Gus Dur Ingin Ngaso <> Gus Dur Ngaso Anggap Saja Sebagai Guyonan <> Pemerintah Siapkan Jawaban Memorandum <> Ginandjar Dipanggil Kejagung <> 1,3 Juta Orang Indonesia Ketergantungan Narkoba ```````````````````````````` Merasa Tua, Gus Dur Ingin Ngaso ------------------------------------- Magelang, Meski selalu menegaskan dirinya tak akan mundur, seperti dituntut sebagian elite politik dan masyarakat, Presiden Abdurrahman Wahid mengaku sudah merasa tua di usianya yang ke-60 tahun, dan karenanya ingin istirahat. Namun, apa bentuk dan kapan "istirahat" itu, Gus Dur tak menjelaskannya. "Sudah waktunya saya ngaso (istirahat). Umur saya sudah 60 tahun, sudah waktunya ngaso. Generasi di bawah saya, mungkin para senior Anda yang akan menggantikan saya," kata Gus Dur, ketika bertemu para taruna Akademi Militer Magelang, Rabu (14/2) siang. Dalam kunjungannya, Gus Dur didampingi Ibu Negara Sinta Nuriyah, Menko Polsoskam Susilo B Yudhoyono, Menperindag Luhut B Panjaitan, Menhub Agum Gumelar, Menhan Mahfud MD, dan Mendagri Soerjadi Sudirdja. Kepada para taruna Gus Dur berpesan agar mereka jangan berkecil hati jika kelak selesai menunaikan tugas sebagai perwira aktif. "Nanti bisa mengabdikan diri di bidang lain," ujarnya. Presiden lalu menyebut beberapa pejabat negara yang juga mantan perwira aktif seperti mantan wapres Try Sutrisno, mantan Menparpostel Achmad Taher. http://www.astaga.com/Article/0,,49259,00.html Gus Dur Ngaso Anggap Saja Sebagai Guyonan -------------------------------------------------- Pernyataan Presiden Gus Dur bahwa generasi seperti dirinya sudah waktunya untuk ngaso bagi pengamat politik CSIS J. Kristiadi hanyalah guyon. Maksud pernyataan ngaso, kata dia, yang paling tahu hanya Gus Dur sendiri. "Anggap saja guyon. Biar tambah muda, karena ketawa terus dengerin omongannya. Iya kan ?" kata J.Kristiadi dalam sebuah perbincangan dengan detikcom, Kamis (15/2/2001) pagi. Pernyataan ngaso-nya Gus Dur, lanjut J. Kristiadi, bisa saja ditebak dengan berbagai macam persepsi. Tapi kata dia, yang tahu persis hanya Gus Dur sendiri. Sedangkan pengamat atau pun orang lain hanya mampu menebak-nebak apa maksud Gus Dur. "Kita kan sudah terbiasa begitu (dengan pernyataan Gus Dur yang sering kontroversial). Kita ini seperti orang gila menebak-nebak," ucap dia. http://www.detik.com/peristiwa/2001/02/15/2001215-082129.shtml Pemerintah Siapkan Jawaban Memorandum ---------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Semarang: Presiden Abdurahman Wahid menegaskan, dirinya sudah meminta Menko Polsoskam, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk mempersiapkan jawaban memorandum kepada DPR. Jawaban itu disiapkan baik yang bersifat jawaban hukum maupun politik. "Tadi pagi, saya meminta Pak Bambang Yudoyono untuk menyusun jawaban-jawaban terhadap memorandum, baik dari segi hukum maupun dari segi politik," jelas Gus Dur saat memberikan wejangan kepada Siswa Taruna di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Rabu (14/2) sore. Menurut Gus Dur, dirinya juga meminta kepada Menko Polsoskam untuk menentukan sendiri bagaimana jawaban itu akan buat. Artinya, apakah jawaban itu akan disampaikan dalam bentuk dua jawaban (dari sisi hukum dan politik) terpisah atau dijadikan dalam satu paket jawaban. "Tapi lebih dari itu, Pak Yudoyono juga harus bersiap-siap karena kita akan memanggil semua kalangan, baik itu mahasiswa, birokrat, petani, buruh, ulama dan lainnya," ucap Gus Dur. Selanjutnya, kata dia, masing-masing dari mereka akan ditanyai pendapat mengenai reformasi total. http://www.tempo.co.id/harian/fokus/22/2,1,300,id.html Ginandjar Dipanggil Kejagung -------------------------------- Jakarta - Wakil Ketua MPR Ginandjar Kartasasmita yang kini sedang menuntut ilu di Amerika Serikat, akan dipanggil menghadap Kejagung 20 Februari mendatang. Pemanggilan Ginandjar terkait dengan kasus mark up proyek Balongan, Freeport dan Paiton. Namun, pemeriksaan tersebut tak berkaitan dengan penangkapan 10 tokoh KKN kakap Orde Baru. Rencana pemanggilan mantan menteri pertambangan dan energi itu disampaikan Kapuspenkum Kejagung Mulyohardjo di Kejagung, Jakarta. Hanya saja, menurut Muyohardjo, pemanggilan Ginandjar hanyalah dalam kapasitasnya sebagai saksi. "Ginandjar dipanggil sebagai saksi," ujar Mulyohardjo. http://www.indokini.com/news/2001/02/14e.shtml 1,3 Juta Orang Indonesia Ketergantungan Narkoba -------------------------------------------------------- JAKARTA, Mandiri - Penderita ketergantungan narkoba di Indonesia pada awal tahun 1999 telah mencapai 1,3 juta orang, kata Ketua Umum Komunitas Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif (Kom-Ganaz), Muhammad Yusuf Chudori. "Penduduk Indonesia memang potensial bagi peredaran narkoba. Jumlah penduduk Indonesia terbesar keempat di dunia. Pada awal 1999 saja didapatkan 1,3 juta orang Indonesia yang menderita ketergantungan narkoba," katanya di Magelang, Rabu. Muhammad Yusuf mengemukakan ikhwal itu pada dialog interaktif siawa di aula SMUK Pendowo Magelang. Dialog yang di ikuti pelajar SLTP se kota Magelang itu bertajuk "Kasih Sayang Tanpa Narkoba, Why Not?" http://www.mandiri.com/ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
