''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
 SARI BERITA : Kamis, 10 Mei 2001
===================================
<> Pembakaran Buku Mengada-ada
<> Presiden Wahid Tidak Keluarkan Dekrit
<> Presiden Berwenang Keluarkan Dekrit
<> Gus Dur Terkena Gangguan Watak
````````````````````````````

Pembakaran Buku Mengada-ada
---------------------------------
Reporter: Muchus Budi Rahayu
detikcom - Jakarta, Aksi sweeping dan pembakaran buku-buku berbau komunis,
dianggap budayawan Sardono W Kusumo sebagai aksi mengada-ada. Untuk
buku-buku sastra, sulit menilai apakah buku itu bermuatan komunis atau
tidak, meskipun diciptakan oleh sastrawan yang dianggap menganut faham
komunis sekalipun.
"Aksi itu ngaya wara (mengada-ngada -red). Buku adalah sebuah wacana
pemikiran. Untuk menguak pemikiran, orang tak bisa dihambat hanya dengan
peniadaan sebuah media tuang pemikiran yang berujud buku," kata Sardono
kepada detikcom di Solo, Rabu (9/3/2001).
Menurut Sardono, kalau tujuan sweeping untuk menghentikan peredaran
buku-buku yang dianggap berbau komunis di toko-toko buku akan percuma.
Sebab, orang bisa memesan langsung ke penerbitan. Bahkan kalau cara itu
masih juga dihambat, dengan teknologi sekarang orang bisa mengakses
langsung di internet.
http://www.detik.com/peristiwa/2001/05/10/2001510-003705.shtml

Presiden Wahid Tidak Keluarkan Dekrit
-------------------------------------------
Orang Ngomong Begitu Kok Anda Percaya
koridor.com [10 May 2001, 3:25] Presiden KH Abdurrahman Wahid akhirnya
menjernihkan situasi yang terlanjur sempat memanas akibat munculnya isu
dekrit. KH Wahid menegaskan, dirinya tidak akan mengeluarkan dekrit untuk
membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Orang ngomong begitu kok Anda percaya," kata Presiden Wahid ketika keluar
dari Bina Graha, di Jakarta, Rabu (9/5) untuk kembali ke Istana Merdeka.
Selama beberapa hari terakhir beredar isu bahwa Presiden KH Wahid akan
mengeluarkan dekrit untuk membubarkan DPR terutama setelah DPR mengeluarkan
memorandum I dan II kepada Presiden.
http://www.koridor.com/artikel.htm/112120

Presiden Berwenang Keluarkan Dekrit
-----------------------------------------
Jakarta, CyberNews. Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Harun Alrasyid
menyatakan, jika ditinjau dari ilmu tata negara, presiden memiliki wewenang
mengeluarkan dekrit. Kendati demikian, ia pribadi menyatakan tidak sepakat
jika Presiden Abdurrahman Wahid melakukan hal itu. Dalam dialog bertajuk
'Agenda Pembaruan Konstitusi dan Mahkamah Konstitusi' yang diselenggarakan
Forum Kajian dan Dialog Jakarta di Jakarta, Rabu (9/5), Harun menjelaskan
bahwa dasar kewenangan mengeluarkan dekrit itu adalah kewenangan tak
tertulis yang dimiliki presiden. Dikatakannya, selain memiliki kewenangan
berdasarkan UUD 1945 dan UU, presiden memiliki kewenangan tak tertulis,
misalnya mengeluarkan kebijakan atau tindakan yang dianggap perlu bila
dalam kondisi darurat.
http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0105/09/nas18.htm

Gus Dur Terkena Gangguan Watak
-------------------------------------
Rabu, 09 Mei 2001, @17:47 WIB
Jakarta -- Setelah mengamati berbulan-bulan kondisi kesehatan Presiden
Abdurrahman "Gus Dur" Wahid, empat orang dokter berkesimpulan bahwa Gus Dur
yang pernah stroke di otak bagian depan telah mengalami gangguan watak.
"Sehingga orangnya menjadi megalomania, merasa dirinya besar, tidak
konsisten dan mengalami gangguan kepribadian."
Demikian dikatakan dr Suharko Kasran usai bertemu dengan Ketua DPR RI Akbar
Tanjung di Gedung Nusantara III MPR/DPR, Senayan, Jakarta.
Sebenarnya empat orang dokter ini (dr Suharko Kasran, dr Suryanto, dr Hadi
Witarto dan dr Raman S. Taman) pernah mengirim surat ke anggota DPR yang
berisi tentang kondisi kesehatan Presiden. Dalam rekomendasinya 4 tim
dokter itu mengusulkan agar Gus Dur mundur karena kondisi kesehatannya.
http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/05/09/1747216

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke