''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
 SARI BERITA : Jumat, 11 Mei 2001
===================================
* Laskar Jihad Bermohon
  Minta Panglimanya Tak Ditahan
* Bom di Asrama Mahasiswa Aceh, Dua Tewas
* Kekeliruan Berita Dapat Guncang Pasar
* Tokoh RMS, Dr Alex Manuputi, Ditahan di Mabes Polri
* Annan Khawatir AS Hukum PBB
``````````````````````````

Laskar Jihad Bermohon
Minta Panglimanya Tak Ditahan
-----------------------------------
koridor.com [4 May 2001, 20:20] Rupanya, Panglima Laskar Jihad Ahlus Sunnah
Wal Jamaah, Jafar Umar Thalib, grogi juga ditahan aparat kepolisian. Karena
itu, melalui para penasehat hukumnya, dia bermohon ada penangguhan
penahanan atas dirinya.
Salah seorang penasehat hukumnya, Zainudin Paruh, Jumat (4/5) malam ini di
Mabes Polri, menegaskan permohonan sang panglima itu.
Kepada wartawan di gedung Korps Reserse Mabes Polri, jalan Trunojoyo,
Jakarta Selatan, Zainudin menambahkan, upaya itu dilakukan demi penegakan
hukum sesuai dengan koridor dan prosedur yang tersedia. Pasalnya, demikian
Zainudin, pihak Polri pun sebetulnya telah melakukan penangkapan tanpa
menyampaikan surat panggilan.
http://www.koridor.com/artikel.htm/111932

Bom di Asrama Mahasiswa Aceh, Dua Tewas
------------------------------------------------
Jakarta 10 Mei 01 17:13 WIB (Astaga.com)
Sebuah ledakan hebat, Kamis sore, di Asrama Kesejahteraan Mahasiswa
Iskandarmuda di Jalan Perahu No 1 Guntur Jakarta Selatan, menewaskan dua
orang mahasiswa asal Aceh dan dua orang lainnya dalam keadaan kritis.
Ledakan yang dentumannya terdengar hingga radius 1 KM itu terjadi pukul
16.03 WIB.
Akibat ledakan tersebut, Asrama mahasiswa asal Aceh tersebut hancur
berantakan. Kondisi atap bangunan runtuh, dinding samping kiri hancur, dan
kamar-kamar dalam asrama hancur berantakan.
Dua orang penguhuni dilarikan ke RS dalam keadan kritis dan tubuh seorang
mahasiswa hancur belum diangkat dari ruang. Pemuda yang tertumpuk
reruntuhan genteng dan atap itu belum diketahui identiatasnya
http://idlive1.astaga.com/berita/nasional/artikel.php?article_id=57389

Kekeliruan Berita Dapat Guncang Pasar
-------------------------------------------
Jum'at, 11 Mei 2001, @06:36 WIB
Jakarta -- Juru Bicara Kepresidenan, Wimar Witoelar menjelaskan, Presiden
Wahid meminta pers agar lebih berhati-hati lagi dalam menyampaikan
laporan-laporan kegiatan-kegiatan kepresidenan dan ucapan-ucapannya,
khususnya yang menyangkut peristiwa-peristiwa yang belum selesai.
"Katakanlah, laporan suatu rapat yang sedang berlangsung, atau pertemuan
yang belum dikonfirmasi," kata Wimar menyampaikan pesan Presiden Wahid,
seusai Sidang Kabinet, di Bina Graha, Kamis (10/5).
Menurut Wimar, Presiden menghargai kebutuhan wartawan untuk melaporkan
berita dengan cepat. "Tapi, setiap kekeliruan (berita) itu dapat
menimbulkan keguncangan pasar yang tentunya tidak akan menghendaki,"
ujarnya.
Ditambahkan, kekeliruan itu menimbulkan kerugian tidak hanya dari kaca mata
pemerintah, tapi juga masyarakat. "Jadi, mohon hati-hati untuk menjaga
ketepatan berita," katanya.
http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/05/11/0636202

Tokoh RMS, Dr Alex Manuputi, Ditahan di Mabes Polri
-----------------------------------------------------------
Seorang tokoh Maluku, Dr Alex Manuputi, yang ditangkap Polda Maluku, sore
tadi langsung diterbangkan untuk menjalani penahanan pihak Korp Reserse
(Korserse) Mabes Polri di Jakarta. Dr Alex Manuputi yang ditangkap beberapa
hari lalu tiba di Jakarta sekitar pukul 17.00 dan langsung dibawa ke
Korserse Polri untuk menjalani proses pemeriksaan berkaitan dengan tuduhan
bahwa Ketua Forum Kerukunan Maluku ini telah melakukan tindak pidana
perbuatan makar, melanggar pasal 106 KUHP sehingga bila terbukti akan
menghadapi ancaman hukum seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.
Perihal penangkapan Dr Alex Manuputi dibenarkan Kapuspen Polri Irjen Pol
Didi Widayadi yang dihubungi hari ini di Mabes Polri. Menurutnya, Dr Alex
ditangkap 30 April setelah ketahuan mengibarklan bendera Republik Maluku
Selatan (RMS) di halaman rumahnya di Ambon selama 10 menit.
http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp?story_id=9717

Annan Khawatir AS Hukum PBB
----------------------------------
Kofi Annan SM/rtr
NEW YORK - Pemerintah dan Kongres AS menunjukkan keberangannya, gara-gara
negara adi daya itu gagal menempatkan wakilnya di Komisi Tinggi HAM PBB
untuk (UNHCHR - United Nations High Commission for Human Rights) periode
2001-2002.
Harian The New York Times memberitakan kemarin, para senator berpengaruh
dari Partai Republik dan Partai Demokrat dengan tegas menyalahkan PBB atas
proses pemilihan yang mengakibatkan negara tersebut kehilangan kursi di
komisi yang dipimpin Mary Robinson itu.
Masih menurut harian tersebut, para senator itu akan mendesak pemerintahan
Presiden George W Bush untuk tidak memberikan dana sebesar 244 juta dolar
AS (sekitar Rp 250 miliar) yang telah dijanjikan Pemerintah AS kepada PBB,
jika badan dunia itu tidak bisa meyakinkan Washington untuk dapat meraih
kembali kursinya pada tahun depan.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0105/11/int1.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke