**************************
Artikel Lepas: 21  Mei 2001
<`=`=`=`=`=`=`=`=`=`=`=>

"C E R I T A   T E N T A N G   M A N U S I A"
``````````````````````````````````````

Kebusukan hati manusia akibat hakekatnya yang berdosa telah melahirkan
berbagai ragam krisis, kebohongan, kemarahan, berpikiran jahat, jengkel
terhadap sesama, mencaci-maki sesama, menghujat sesama, mengeluarkan
kata-kata kotor, dendam, berbuat tidak adil, penyembahan berhala, dsb yang
mungkin lebih ekstrim lagi. Dosa membuat manusia terpisah
dari Allah sumber hidup (jiwa/rohani) hingga hidup manusia itu merasa
hampa, bimbang, merasatakut akan sesuatu, kesedihan, tidak tahu apa arti
hidupnya, dsb yang mungkin lebih ekstrim. Sepanjang sejarah, manusia tidak
pernah lepas dari peperangan akibat kemarahan dan kebencian, pencurian,
kesombongan, kemunafikan, iri hati, pembunuhan, perampasan, dengki,
penipuan, perzinahan, aborsi, bunuh diri, penyimpangan seksual, pemabuk,
perjudian,
penganiayaan, penghinaan, penghakiman karena ia merasa paling benar, dsb.

Dosa atau "hamartia/parabasis/hamartema" (Yunani) ialah setiap penentangan
yang
ditujukan kepada Allah, atau penentangan atas apa yang dituntut oleh
kemuliaan/kesucian Allah dari manusia, atau suatu tindakan (act) maupun
sikap hati (heart) yang tidak sesuai dengan hakekat Allah yang Maha Suci.
Dengan demikian, dosa tidak lagi melulu dalam wujud tindakan (act),
melainkan keinginan untuk melakukannya juga sudah termasuk dosa. Perbuatan
dosa (act) adalah pertanda hati yang berdosa. Misalnya; zina. Perzinahan
tidak sekedar melihat 'act'-nya tetapi yang lebih dalam lagi ialah
'heart'-nya (Markus 7:20-23).
Sebab, 'dari hati muncul segala perbuatan jahat.."

Dosa membuat segalanya menjadi sia-sia. Kemajuan jaman pun sia-sia bagi
hidup manusia, sebab tidak bisa memberikan pengharapan kekal bagi manusia.
Seperti Pengkotbah berkata:
"Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari ?
Keturunan yang satu pergi..dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi
tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju
tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara,
terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua
sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga penuh; ke mana sungai
mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Segala sesuatu menjemukkan,
sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga
tidak puas mendengar. .... Aku telah melihat segala perbuatan yang
dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah
kesia-siaan dan usaha menjaring angin ....dst."

Alkitab pun bercerita tentang kejahatan yang pernah dilakukan oleh manusia
jaman dulu, mulai dari kejatuhan Adam dan Hawa, lalu pembunuhan Habel oleh
Kain, peristiwa Sodom dan Gomora, manusia yang kian jahat di jaman Nuh,
dst. Hal ini sebagai refleksi bagi manusia sekarang. Ternyata sama saja,
waktu dulu dengan sekarang. Dulu pada peristiwa Sodom dan Gomora banyak
terjadi praktek homoseks, heteroseks, praktek sodomi, dsb. Di jaman ini pun
hal itu terjadi. Ini adalah fakta yang ditulis dalam Alkitab. Alkitab
mengungkapkannya dengan jujur.

Seorang Nabi pun mengalami kejatuhan dalam perbuatan tercela. Raja Daud
pernah melakukan perbuatan yang sangat tercela dan keji di hadapan Tuhan.
Yaitu ketika ia mengambil isteri Uria jadi isterinya. Ini jelas-jelas zina
yang kejam. Oleh karena itulah, Daud sangat menyesali perbuatannya itu dan
ia merasa najis dan hina di hadapan Tuhan (Mazmur 51). Ia menangisi dosanya
dan bergumul dengan perbuatannya itu. Namun, banyak orang yang mengaku
sebagai imam, ahli Taurat, atau bahkan sebagai nabi namun ia tidak
menyadari perbuatannya yang jahat. Ini adalah suatu kemalangan. Itulah
manusia.

Apa yang diungkapkan oleh Alkitab mengenai manusia sudah terbukti dan
menjadi fakta sejarah dulu hingga saat ini. Alkitab dalam kitab Kejadian 1:
26, bercerita tentang penciptaan manusia dari debu tanah. Manusia pertama
(Adam dan Hawa) diciptakan sempurna. Allah menciptakan manusia menurut
"gambar" dan "rupa" Allah. Segambar dan serupa artinya; manusia diciptakan
dengan keistimewaan, yakni mempunyai sifat-sifat seperti penciptanya, yaitu
kasih, suci, mulia, agung, lemah lembut, penyayang, adil, dan benar.
Tentunya manusia diciptakan bukan seperti robot, melainkan mempunyai
kehendak bebas.

Manusia diciptakan dalam keadaan sempurna, belum berdosa. Manusia, dalam
kehendak bebasnya, mampu untuk tidak berbuat dosa tetapi mampu juga untuk
berbuat dosa (manusia mempunyai pilihan, apakah taat kepada Allah atau
tidak).

Kemudian, Kitab Kejadian 3 kemudian bercerita tentang kejatuhan manusia ke
dalam dosa. Kehendak bebas manusia ternyata memilih tunduk pada godaan
ular/iblis dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan benar, yang
dilarang Allah untuk dimakan manusia itu. Ternyata manusia itu memilih
tidak taat kepada Allah. Disinilah awal pemberontakan manusia terhadap
Allah. Allah Maha Pengasih itu justru ditinggal oleh manusia ciptaannya
itu.

Akibat dosa atau pemberontakan itu, manusia akhirnya mendapat penghukuman
dari Allah:

1. Susah payahmu waktu mengandung akan kubuat sangat banyak; dengan
kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada
suamimu dan ia akan berkuasa atasmu. (kejadian 3);

2. Terkutuk-lah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan
mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu;

3. Semak duri dan dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan
tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu. Dengan berpeluh engkau
akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena
dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu tanah.

4. Tuhan mengusir manusia itu dari Taman Eden supaya ia mengusahakan tanah
dari mana ia diambil.

Dosa atau pemberontakan manusia mengubah natur manusia menjadi natur
berdosa (cenderung untuk berbuat dosa). Semua manusia tidak layak lagi di
hadapan Tuhan. Kecenderungan ini dapat dibuktikan mulai dari sejarah anak
Adam, yaitu Kain yang membunuh adiknya Habel (Kejadian 4). Lebih dasyat
lagi diceritakan di Kejadian 6: tentang KEJAHATAN manusia. Di sana
dikatakan: "Ketika Tuhan melihat, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan
bahwa
segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, hal
itu telah memilukan hatiNya (ungkapan dengan bahasa manusia).

Penghukuman kembali terjadi atas pemberontakan manusia. Dalam Kejadian 6,
Tuhan berfirman "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu
dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-benatang melata dan
burung-burung di udara. terjadilah peristiwa air bah yang menghapuskan
semua manusia berdosa itu, kecuali Nabi Nuh sekeluarga, karena ia seorang
yang benar dan tidak bercela di hadapan Tuhan. Nuh adalah seorang yang
dekat dengan Tuhan. Setelah air bah terjadi, Tuhan memberkati Nuh dan
mengadakan perjanjian dengannya bahwa tidak akan ada lagi air bah.

Kecenderungan manusia berbuat dosa, sebagaimana dijelaskan diatas, terbukti
kembali, bahwa walaupun Nabi Nuh benar di hadapan Tuhan, ternyata turunan
Nuh selanjutnya tetap cenderung untuk berbuat dosa (natur). Dalam sejarah
berikutnya pasca Nuh dapat dilihat banyak terjadi peperangan antar bangsa,
perzinahan, kebencian, dan sebagainya. Contohnya, ketika Raja Firaun
berkuasa, kerajaannya menyembah dewa/berhala, diikuti oleh rakyatnya. Waktu
itu, bangsa Israel dijajah oleh Raja Mesir itu. Mereka memperbudak bangsa
Israel (Kitab Keluaran). Tapi dari sekian banyak jumlah manusia yang jahat
itu selalu ada orang yang berkenan di hati Tuhan. Nabi Musa merupakan
seorang yang berkenan di hadapan Tuhan dan ditugasi untuk menyelamatkan
bangsa Israel (bangsa pilihan Allah) dari tanah perbudakan.

Kecenderungan berbuat dosa/meninggalkan Tuhan itu terbukti kembali ketika
bangsa Israel sudah bebas dari tanah perbudakan. Bangsa Israel itu pernah
bersungut-sungut kepada penciptaNya sendiri dan bahkan memberontak kepada
Tuhan dengan menyembah berhala, yaitu patung lembu emas (Keluaran 32). Ini
terjadi ketika Musa pergi ke gunung untuk bertemu dengan Tuhan.

Penghukuman kembali terjadi kepada manusia, yaitu bangsa Israel yang
meninggalkan Tuhan. Kira-kira 3000 orang bangsa Israel tewas akibat hukuman
itu (Keluaran 32). Demikianlah dalam sepanjang sejarah kejahatan manusia
terus-menerus berlangsung.

Hingga kini kejahatan manusia atau rupa-rupa dosa manusia itu kian menjadi,
seperti peristiwa peperangan di berbagai belahan dunia, pembunuhan,
perzinahan, penghujatan terhadap Tuhan, penyembahan berhala, amarah,
dengki, iri hati, dusta, fitnah, bohong, pemerkosaan, amarah, dengki,
kecemaran, hawa nafsu, sihir, perseteruan dan perselisihan, pementingan
diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kemabukan, pesta pora, dan
sebagainya. (Galatia 5 :19-21a).

Hukum Taurat yang diberikan Tuhan lewat Musa semakin tidak sanggup untuk
dilaksanakan manusia berdosa itu. Hukum Taurat justru semakin membukakan
dosa manusia. Hukum taurat itu menjadi cermin setelah manusia itu melakukan
dosa.

Manusia tidak terselamatkan lagi, kecuali para Nabi dan orang-orang yang
hidupnya taat atau dekat dengan Tuhan, seperti Ratu Ester (baca Kitab
Ester), orang-orang di Kitab Hakim-Hakim, Samuel (baca Kitab Samuel), Raja
Daud (baca kitab Samuel), Nehemia (kitab Nehemia), Ayub (Kitab Ayub),
Jeremia (Kitab Jeremia), Hosea (Kitab Hosea), Daniel (Kitab Daniel), Mikha
dan sebagainya.

Alkitab, berkata.
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan
Allah."
(Roma 3: 23). Jadi, tidak seorang pun manusia yang tidak berdosa.

"sebab upah dosa ialah maut; ... (Roma 6:23). Maut artinya kematian kekal
atau selama-lamanya. Perlu diketahui bahwa hakekat Allah adalah kudus dan
suci. Allah tidak mungkin kompromi terhadap dosa. Allah tidak mungkin
bersekutu dengan manusia berdosa. Berhubung semua manusia telah berdosa
maka manusia terpisah dari Allah.

Berbagai usaha manusia sepanjang jaman untuk menjembatani jurang pemisah
antara manusia dengan Allah, misalnya dengan berbuat baik, agama, filsafat,

teknologi, dsb, tetapi tanpa hasil.

Alkitab berkata: "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetap ujungnya
menuju maut."" (Amsal 14:12). "Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu
dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Allah menyembunyikan
diri terhadap kamu, sehingga Allah tidak mendengar,  ialah dosamu."
(Yesaya:59:2)

Namun, hakekat Tuhan adalah maha kasih, sehingga Tuhan mempunyai suatu
rencana agar manusia itu tidak binasa. Allah tidak ingin manusia itu
binasa. Beberapa Nabi di Perjanjian Lama telah bernubuat tentang akan
adanya karya besar Tuhan kepada seluruh manusia (Karya penyelamatan dari
kungkungan dosa) agar penghukuman kekal tidak terjadi bagi manusia.
Penyelamatan universal (bagi seluruh manusia).

Contoh nubuatan itu ialah:
Yesaya 7:14: " Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan
melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel (Tuhan
beserta kita)." Daniel 7:13: "Aku (Daniel) terus melihat dalam penglihatan
malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak
manusia; datanglah ia kepada Yang Lebih Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa
ke hadapanNya.

Janji penyelamatan Tuhan atas manusia yang berdosa itu telah digenapiNya
sekitar 2000 tahun yang lalu. Pada Kitab Perjanjian Baru (PB): Matius,
Markus, Lukas, dan Yohanes diceritakan tentang Anak Manusia yang telah
dinubuatkan dalam Perjanjian Lama ialah Yesus. Yesus adalah Tuhan yang
datang dengan mengambil rupa seorang manusia (merendahkan diriNya)
berinkarnasi datang ke dunia yang penuh dosa itu. Yesus Kristus adalah
satu-satunya jawaban bagi masalah ini. Yesus mati disalibkan untuk
menggantikan/substitusi penghukuman yang seharusnya dialami oleh manusia,
dan menjembatani jurang pemisah antara Allah dengan manusia.

Yesus Kristus yang tidak bercela itu telah sangat menderita menggantikan
penghukuman yang seharusnya diterima oleh manusia. Tuhan Yesus selama di
dunia telah melakukan gebrakan reformasi (menunjukkan jalan yang benar)
yang menyebabkan Ia dibenci oleh para Ahli Taurat dan penguasa waktu itu.
Kebenaran dibenci oleh dunia ciptaanNya itu. Akhirnya Yesus ditangkap, lalu
dihina, didera dengan cambuk berduri hingga dagingNya terkelupas, mahkota
duri ditaruh di atas kepalaNya hingga menimbulkan pendarahan hebat. Lalu,
kedua telapak tangan dan kedua kakiNya dipaku di kayu salib. Alangkah
sakitnya ketika salib itu diberdirikan. Secara manusiawi Yesus pasti
mengalami sterss yang luar biasa dan sakit yang luar biasa. Hingga akhirnya
Ia mati. demi keselamatan jiwa/nyawa manusia. Itu harus diterima olehNya
untuk menggenapi janji penyelamatan Allah.

Seharusnya manusia-lah yang seharusnya yang dihukum (dibinasakan), seperti
halnya kejadian air bah di jaman Nuh. Walaupun tidak bersalah, Yesus rela
menanggung kesakitan yang begitu dashyat untuk melunasi hutang dosa semua
manusia. Penderitaan itu harus dijalaniNya demi cintaNya bagi penebusan
dosa manusia, sehingga manusia yang beriman kepada Yesus sebagai Tuhan dan
juruselamat jiwa-nya, serta menerima Dia dalam hati-nya maka ia akan
diperdamaikan dengan Allah yang kudus dan suci itu.

".Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan
manusia, yaitu manusia Kristus Yesus". (1 Timotius 2:5)

"..Kristus telah mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci, bahwa
Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah
dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci". (1 Korintus 15:
3b - 4)

". Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati
untuk kita ketika kita masih berdosa." (Roma 5: 8).

"Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi
anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya." (Yohanes 1: 12).

"Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya
dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
maka kamu akan diselamatkan." (Roma 10: 9)

Di sini tampak bahwa karya keselamatan itu disediakan bagi semua orang oleh
Tuhan Yesus bagi yang mau menerima, diberikan dengan cuma-cuma. Menerima
Kristus ialah dengan cara mengundangNya masuk ke dalam hati menjadi Tuhan
dan Juru Selamat secara pribadi melalui doa yang dinaikkan dengan iman.
Allah berjanji di dalam firmanNya bahwa jika seseorang berdoa menurut
kehendakNya maka ia akan menerimanya.

" Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan
doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya." (1
Yohanes 5: 14)

Menerima Kristus berarti menyerahkan seluruh totallitas hidup untuk
dikuasai oleh Kristus, baik pikiran, perasaan maupun kemauan dan menerima
augerah pengampunan dosa serta kehidupan yang kekal sebagaimana yang telah
dijanjikanNya. (menjadi hamba kebenaran dalam Kristus, bukan lagi hamba
dosa).

Tetapi bagaimanapun juga, dalam Bibel dinyatakan mengenai hukuman yang
terakhir tentang hari kiamat), ditulis di Kitab WAHYU 20: 11-15, bahwa bumi
dan langit akan dilenyapkan. ".Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga
sebuah kitab lain, yaitu KITAB KEHIDUPAN. Dan orang-orang mati dihakimi
menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis di dalam
kitab-kitab itu. ...Lalu maut dan kerajaan maut dilemparkanlah ke dalam
lautan api.
Itulah KEMATIAN yang kedua; lautan api. Dan setiap orang yang tidak
ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke
dalam lautan api itu."

Penghakiman akan terjadi ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya ke dunia
(Wahyu 22:12). Oleh karena itu, selama masih hidup di dunia ini manusia
diberi kesempatan untuk kembali kepada Tuhan dengan menerima anugerah
keselamatan dalam Kristus Yesus sehingga hidup selalu perpengharapan dan
ada jaminan untuk memperoleh hidup kekal di Sorga selama-lamanya.

1 Yohanes 5: 11- 12 :  " Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada
kita dan hidup itu  ada di dalam Anak-Nya. Barang siapa memiliki Anak, ia
memiliki hidup; barang siapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup."
Keselamatan ialah memperoleh hidup kekal, tidak turut dihukum, melainkan
menjadi anak-anak Allah, pindah dari maut (kematian kekal selama-lamanya)
menjadi hidup di dalam kerajaan Allah.

Jadi, melalui pengorbanan Kristus, manusia berdosa akan dibawa kepada
pengenalan akan Allah Bapa, Sang Pencipta manusia, langit dan bumi.
KebangkitanNya dari kematian berkuasa untuk menghidupkan orang-orang yang
mengalami kematian (rohani) akibat dosa. KebangkitanNya membuktikan bahwa
Ia telah mengalahkan maut (kematian kekal). Terpujilah Allah Bapa, Allah
Putra dan Allah Roh Kudus Kekal selama-lamanya. Amin.  (Augustinus S, S.H)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke