''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
 SARI BERITA : Jumat, 25 Mei 2001
===================================
<> DPR PDI Perjuangan Pecah
<> Di Ambon, Peserta Ebtanas Minta Pengamanan
<> Gus Dur Pastikan tak Jawab Memo II
<> Muslimin Jepang Protes Pembakaran Al Qur'an
<> Diancam Diperkosa 14 TKW Minta Perlindungan KBRI

DPR PDI Perjuangan Pecah
-----------------------------
koridor.com [25 May 2001, 12:27] Fraksi PDI Perjuangan DPR, dalam rapat
intern Jumat (25/5), mengalami perpecahan pendapat, seputar menerima atau
tidak, kompromi politik dari Presiden Abdurrahman Wahid kepada Wakil
Presiden Megawati.
Dua pendapat dengan berbagai argumentasi politik, terus mengerucut di
kalangan PDI Perjuangan DPR. Sebagian anggota DPR PDI Perjuangan, tetap
meminta dengan tegas penyelenggaraan Sidang Istimewa MPR, yang artinya
meminta pertanggungjawaban Presiden Wahid.  Sedangkan sebagian anggota DPR
PDI Perjuangan, tetap bersikeras untuk menerima kompromi politik, sebagai
alternatif solusi terbaik, memecahkan kebuntuan kepemimpinan nasional.
http://www.koridor.com/artikel.htm/112701

Di Ambon, Peserta Ebtanas Minta Pengamanan
--------------------------------------------------
Laporan: SUKIRNO
Ambon-RoL-- Situasi keamanan kota Ambon yang dalam beberapa hari memanas
ternyata mendatangkan kekhawatiran tersendiri bagi para guru dan siswa di
kota itu. Mereka khawatir memburuknya situasii tersebut akan mengganggu
pelaksanaan Ebtanas yang akan berlangsung pada hari Senin hingga Rabu
(28-30/05/01) mendatang.
Menyikapi perkembangan situasi keamanan tersebut pihak eks Kanwil P dan K
Maluku telah meminta kepada pemerintah untuk menempatkan aparat keamanan
disekolah-sekolah selama pelaksanaan Ebtanas yang direncanakan selama tiga
hari itu.
Koordinator administrasi (Kormin) eks P dan K Maluku, Luck Patiasina kepada
sejumlah wartawan dii ruang kerjanya, Jumat (25/05/01) mengakui, pihaknya
telah meminta kepada Penguasa Darurat Sipil (PDS) untuk dapat menempatkan
pasukan di berbagai sekolah selama pelaksanaan ebtanas nanti.
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=29423&kat_id=23

Gus Dur Pastikan tak Jawab Memo II
-----------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Menteri Pertahanan Mahfud MD memastikan, Presiden KH Abdurrahman Wahid
tidak akan menjawab secara resmi memorandum II, karena memorandum itu tidak
harus dijawab. Hal itu dikatakannya di Jakarta, Rabu (23/5). Meski
demikian, menurut Mahfud, pemerintah akan membuat semacam jawaban terbuka
tentang apa yang dicapai maupun yang belum dicapai. Namun, jawaban itu
tidak spesifik ditujukan kepada DPR, karena DPR tidak menghendaki adanya
jawaban. ''Yang dikehendaki DPR adalah perubahan sikap dan kebijakan,
sehingga tidak perlu jawaban,'' katanya.
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2001/5/25/nusa8.html

Muslimin Jepang Protes Pembakaran Al Qur'an
---------------------------------------------------
Tgl. publikasi: 25/5/2001 11:17 WIB
eramuslim, Toyama, Jepang - Masyarakat Muslim di Jepang dalam beberapa hari
ini terus melakukan aksi demonstrasi setelah insiden pembakaran Al Qur'an
di Toyama.
Aksi yang semula hanya dilakukan oleh ribuan muslim Pakistan, India dan
Mesir itu, kini mulai diramaikan oleh beberapa persatuan ummat Islam yang
ada di Jepang, antara lain Irak, Iran dan Bangladesh termasuk ummat Islam
negeri itu sendiri yang berasal dari Nagano, Nagoya, Gifu, Mikawa dan
Osaka. Peristiwa itu sendiri bermula dari ditemukannya sobekan Al Qur'an di
sebuah tempat parkir toko milik seorang Pakistan. Diketahui, sobekan itu
berasal dari salah satu dari 4 kitab yang dicuri dari Masjid orang
Pakistan. Kemudian, beberapa orang Pakistan itu melaporkan perihal
pelecehan tersebut ke kantor polisi setempat. Anehnya, pihak kepolisian
tidak menanggapi laporan tersebut karena mereka menganggap Al Qur'an
sebatas buku biasa.
http://www.eramuslim.com/article/view/4672/

Diancam Diperkosa 14 TKW Minta Perlindungan KBRI
----------------------------------------------------------
BATAM (Antara): Empat belas TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga
(PRT) di Singapura yang menghadapi berbagai penganiayaan serta ancaman
pemerkosaan dari majikan minta perlindungan di KBRI Singapura dan bertempat
tinggal di KBRI hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Pelacakan
wartawan dari penginapan ke 14 TKW dari berbagai daerah di Indonesia, Kamis
(24/5), banyak menerima masukan tentang pengalaman pahit berupa ancaman
penganiayaan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh majikan dengan berbagai
sebab.
Renvyannis Gazali, Minister Consullor KBRI Singapura, mengemukakan bahwa 90
persen PRT bermasalah di Singapura adalah pendatang baru dan belum memiliki
kesiapan mental yang mantap. Saya dipukuli oleh majikan, semua badan sakit
dan saya melarikan diri minta perlindungan ke KBRI di Singapura,ujar salah
seorang TKW yang minta jati dirinya tidak disebutkan dalam berita ini. Ty
seorang PRT asal Salatiga, Jawa Tengah, juga menceritakan pengalaman
pahitnya ketika majikan yang berasal dari Malaysia ditengah malam terpaksa
berteriak setelah melihat majikan membawa pisau masuk kedalam kamar hendak
membunuhnya.
http://www.waspada.com/news/2001/05/24/2001052411h.asp

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke