'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Sabtu, 26 Mei 2001 =================================== * Menengok Dekrit Presiden 5 Juli 59 * Jangan Pacaran, Kalau Nggak Mau Stres! * Jawa Timur Siaga Satu, Jakarta Sepi * Jakarta Memanas *Paspampres Siaga I * PT Pos Buka Jaringan ke Timor Leste Menengok Dekrit Presiden 5 Juli 59 ---------------------------------------- Reporter: Titis Widyatmoko detikcom - Jakarta, Gus Dur mengancam akan mengeluarkan Dekrit Presiden untuk membubarkan DPR dan menggelar Pemilu dipercepat. Dalam sejarah Indonesia, Dekrit pernah sekali dikeluarkan tanggal 5 Juli 1959 oleh Presiden Soekarno. Ramai-ramai soal Dekrit, ada baiknya menengok apa yang terjadi 42 tahun lalu. Saat itu pascakemerdekaan, kondisi negara belum sepenuhnya stabil. Selain harus menghadapi perang melawan agresi Belanda, bangsa ini pun dihadapkan pada munculnya sejumlah gerakan sosial-politik yang beraroma makar atau separatis seperti DI/TII di Aceh, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Demikian pula dengan kasus PRRI/Permesta dan pembangkangan tentara pada akhir 1956 yang meminta otonomi, keduanya dianggap mempergenting kehidupan negara. http://www.detik.com/peristiwa/2001/05/26/2001526-034203.shtml Jangan Pacaran, Kalau Nggak Mau Stres! --------------------------------------------- Jakarta 26 Mei 01 07:00 WIB (Astaga.com) Remaja yang sedang jatuh cinta mempunyai risiko terkena stres lebih tinggi dibanding remaja yang tidak dalam hubungan asmara. Hal serupa terjadi dalam masalah alkohol dan pelanggaran tanggung jawab yang sering terjadi pada remaja yang sedang pacaran. Ini bukan mengada-ada lho, melainkan merupakan hasil penelitian pakar sosiologi Cornell University yang hasilnya diterbitkan dalam Journal of Helath and Social Behavior, belum lama ini. Mau tahu lebih banyak? Menurut penelitian itu, remaja cewek ternyata memiliki sifat lebih cepat tersinggung dibanding cowok. Itulah salah satu sebab kenapa tingkat stres pada remaja cewek jauh lebih besar daripada cowok. http://idlive1.astaga.com/gaya_hidup/hasrat/artikel.php?article_id=59563 Jawa Timur Siaga Satu, Jakarta Sepi ----------------------------------------- Reporter/Penulis: Edi Winarto JAKARTA, Mandiri - Jawa Timur Sabtu pagi ini dilaporkan dalam keadaan Siaga Satu hingga pelaksanaan Sidang Paripurna, 30 Mei mendatang. Keputusan Siaga Satu merupakan hasil pertemuan para petinggi Jatim, Jumat malam. Sementara di Jakarta sendiri dilaporkan, sejak Presiden menunda deadline buat Wapres, suasana ibukota tampak lenggang. Pertemuan yang dihadiri Gubernur Imam Utomo, Kapolda Irjen Pol Sutanto, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sudi Silalahi tersebut akhirnya menetapkan status Jawa Timur dalam keadaan Siaga Satu. Mereka menggelar pertemuan mendadak dan khusus di Grahadi Surabaya sejak Jumat malam. Rapat tertutup itu berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.30. Tidak ada tokoh parpol maupun tokoh masyarakat atau ulama yang terlibat. Ditemui seusai pertemuan, Imam Utomo mengatakan, salah satu agenda pertemuan itu adalah ingin mengetahui kesiapan aparat atau seputar keamanan di Jatim. http://www.mandiri.com/ Jakarta Memanas *Paspampres Siaga I ------------------------------------------ JAKARTA (Waspada): Sampai tadi malam, suhu politik di Jakarta memanas ditandai dengan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) memberlakukan siaga I di lingkungan kompleks Istana Negara, Jakarta. Sedangkan dua dari tujuh Panser yang disiagakan secara permanen di halaman kompleks Sekretariat Negara, Jumat (25/5) malam pukul 22:50, disiagakan. Kedua panser itu bergerak sekitar 50 meter dari lokasi parkir permanen, itu tanda siaga I. Kedua panser tersebut bergerak dengan lampu berkedip-kedip. Keduanya bergerak pelan secara beriringan. Kedua panser itu kemudian parkir di dekat lokasi parkir sepeda motor. Pemindahan panser pada tengah malam, bukanlah hal yang lazim. Itu tandanya Paspampres memberlakukan Siaga I,tutur seorang petugas jaga di Istana. http://www.waspada.com/news/2001/05/25/200105251h.asp PT Pos Buka Jaringan ke Timor Leste ----------------------------------------- Mataram (Bali Post) - Kepala Kantor Wilayah Usaha Pos VIII, Nofrisel mengatakan, PT Pos Indonesia dalam waktu dekat akan membuka jaringan pos di Timor Leste (Timtim). Keberadaan jaringan pos tersebut sangat mendesak, mengingat banyaknya pengiriman surat dan barang (logistik) dari Indonesia ke bumi Lorosae itu tertahan di Kantor Pos Atambua, NTT. Kepada wartawan usai penandatanganan kerja sama antara PT Pos Cabang Mataram dan PT Global Transportasi Nusantara (GTN) di Mataram, Jumat (25/5) kemarin, Nofrisel yang didampingi Manajer Operasi Ali Fahmi, S.E. menjelaskan, sejak lepasnya Timtim dari Indonesia pengiriman barang dan surat via pos langsung ke Timtim dihentikan. http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2001/5/26/nt4.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
