************************
 Laporkan Situasi lingkungan
 <[EMAIL PROTECTED]>
 Atau Hub Eskol Hot Line
 Telp: 031-5479083/84
 **************************

Salam sejahtera,
Para netters yang terhormat, pernyataan dari pimpinan aparat keamanan di
Jawa Timur di bawah ini sebenarnya tidak seharusnya muncul karena nuansanya
sudah tidak arif lagi. Pernyataan ini bisa membuat masyarakat was-was atau
takut dan khawatir. Apapun yang informasi yang diperoleh oleh Badan
Intelijen TNI tidak seharusnya diungkapkan secara sembarangan. Kita
berharap Jawa Timur tetap dalam keadaan aman dan kondusif.
Salam - Eskol Net

"Jatim Bisa Lebih Parah dari Maluku"
---------------------------------------
 Konsentrasi Massa Mulai Bergerak

SURABAYA, Mandiri - Intelijen Kodam V/Brawijaya mengendus rencana
pengerahan massa besar-besaran di Jatim mulai hari ini. Selain itu, akan
ada pemblokiran jalur lalu lintas dengan cara penebangan pohon.

Rencana pengerahan massa untuk menggagalkan Sidang Istimewa MPR itu
diungkapkan Asintel Kodam V/Brawijaya Kol TNI Lilik Kushadianto dalam
pertemuan Muspida Jatim dan para pimpinan parpol.

Pertemuan itu berlangsung di Gedung Negara Grahadi. Hampir semua pimpinan
parpol di Jatim hadir dalam pertemuan yang dipimpin Gubernur Imam Utomo
tersebut. Dalam kesempatan tersebut, dibeber temuan intelijen mengenai
perkembangan situasi di provinsi yang --mayoritas menjadi pendukung kuat
Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Bahkan, Pangdam V/Brawijaya Sudi Silalahi memperkirakan, bila sampai
terjadi konflik horizontal di Jatim, akibatnya akan lebih parah daripada
konflik di tempat lain, seperti Maluku sekalipun. "Sebab, indikasi awal di
Jatim melebihi indikasi awal di Maluku," ujarnya.

Dia lantas minta Lilik menyampaikan hasil temuan intelijennya. Menurut
Lilik, tanggal 28 (hari ini) hingga 30 Mei akan terjadi pengerahan massa
besar-besaran di beberapa daerah di Jatim. Tujuannya satu, menggagalkan SI
MPR.

Pada tanggal itu pula, lanjutnya, akan terjadi penutupan jalan di Nguling,
dengan cara membakar ban dan menumbangkan pohon. Sehingga jalur
Pasuruan-Probolinggo akan terputus. Di jalur Pasuruan-Malang juga akan
terjadi hal yang sama.

Kemudian, pada 29-30 Mei, akan ada pendudukan kantor-kantor pemerintah dan
PLN di beberapa daerah. "Bahkan, di Surabaya akan terjadi sabotase
pemadaman listrik dan sweeping tempat-tempat hiburan," ujar Lilik. Yang
sudah nyata pergerakannya adalah di Situbondo.

Menurutnya, ribuan massa dari berbagai daerah di Situbondo tadi malam
diketahui telah bergerak dan berkumpul di Desa Pandegan, Kecamatan
Mangaran. Mereka melakukan persiapan untuk turun jalan dan menduduki
kantor-kantor pemerintah.

Situasi ini yang membuat gubernur khawatir. "Jangan sampai Jatim nanti
rusak oleh kita sendiri. Saya tidak rela itu terjadi. Eman-eman," katanya
dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 20.00 itu.

Dalam pertemuan selama dua jam tersebut, semua pihak saling memberikan
masukan. Kapolda menyebutkan bahwa saat ini memang ada pihak-pihak yang
ingin mengacaukan Jatim. Bahkan, saat ini, provinsi ini telah kemasukan
sekelompok orang dari luar, yang tujuannya membuat kerusuhan.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jatim Choirul Anam mengajak seluruh yang hadir
untuk menyamakan persepsi tentang kondisi Jatim saat ini. "Kita harus
sepakat bahwa Jatim hanya merupakan akibat dari kejadian di Jakarta. Kalau
ingin menghentikan, maka penyebab di Jakarta harus dihentikan dulu,"
ujarnya.

Menurut Anam, krisis yang terjadi saat ini ada sumbernya. Yaitu, pada
pimpinan di Jakarta yang tidak lagi memiliki komitmen kebangsaan. Mereka
hanya rebutan kekuasaan.

Dia menyadari bahwa mayoritas penduduk Jatim adalah warga NU dan pendukung
Gus Dur. Sedangkan Gus Dur sendiri di kalangan NU dianggap sebagai pimpinan
NU, sekaligus presiden. Mereka tidak akan terima bila Gus Dur disebut
sebagai pencuri, telah melanggar haluan negara, terlibat skandal, dan
sebagainya.

"Seperti itu pemahaman warga NU saat ini," lanjut Anam. "Saya sendiri Insya
Allah bisa mencegah mereka, asal yang di atas ada kompromi politik,"
sambungnya.

Di tempat yang sama Ketua DPD PDIP Y.A. Widodo mengatakan, dirinya sadar
sesadar-sadarnya bahwa dia hidup dan menghirup udara di Jatim. "Kami juga
ingin agar Jatim damai, sejuk, dan tenteram." katanya.

Meski demikian, katanya, semua harus dipahami bahwa setiap partai memiliki
kepentingan yang berbeda. Dan, itu harus dihormati. "Kami sudah tanamkan
kepada kader kami bahwa kami tidak biasa memaksakan kehendak partai kepada
partai lain," jelasnya.
[EDO].

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke