'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 28 Mei 2001 ================================= * Sidang Istimewa atau Dekrit * Pertarungan Nasionalis di PDIP * Korupsi di Indonesia makin Terbuka dan Anarkis * Presiden Menggertak, DPR Menggebrak * 'Presiden dihadapkan pada dua pilihan sulit' * Lima Rumah Pengurus PAN Dan Muhammadiyah Dibakar Sidang Istimewa atau Dekrit -------------------------------- Apa yang sedang terjadi dengan suasana politik kita saat ini, sudah selayaknya menempuh mekanisme konstitusional. Sidang Istimewa yang dikehendaki oleh sebagian besar anggota DPR, tentunya didasarkan alasan-alasan tertentu. Kebuntuan politik dalam mengawasi dan mengendalikan kepemimpinan Presiden Wahid adalah salah satu diantara alasan yang ada. Fungsi pengawasan legislatif, dirasakan cukup maksimal dalam menjalankan fungsi kekuasaannya terhadap jalannya pemerintahan Presiden Wahid. Hal seperti itulah yang sebenarnya kita inginkan bersama, sebagai salah satu agenda demokratisasi. Sayangnya, tidak semua orang paham akan hal tersebut. http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp?story_id=9996 Pertarungan Nasionalis di PDIP ----------------------------------- koridor.com [27 May 2001, 18:23] Pertarungan politik, antara kubu nasionalis yang punya akar sejarah marhaenis dan PNI Soekarno, di PDI Perjuangan, kini makin meruncing, menyikapi tawaran politik new power sharing Presiden Abdurrahman Wahid kepada Wapres Megawati. "Kita akan lihat satu dua hari ini, bagaimana sikap silent majority di PDI Perjuangan serta sikap DPD-DPD PDIP, seperti Jawa Timur, Sumut, Sulawesi dan Banten," tandas seorang politikus dari PDI Perjuangan kepada koridor.com, Minggu (27/5). Menurutnya, Wakil Presiden Megawati yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, masih melakukan hitung-hitungan politik, apakah menerima atau menolak tawaran new power sharing, yang disebut sebagai pelimpahan tugas-tugas konstitusional tersebut. http://www.koridor.com/artikel.htm/112782 Korupsi di Indonesia makin Terbuka dan Anarkis ---------------------------------------------------- Mataram (Bali Post) - Perkembangan situasi pascapemerintahan Soeharto yang ditandai dengan makin menguatnya DPR dan berkurangnya kekuasaan presiden (eksekutif), pers yang bebas dan kompetensi politik yang tinggi ternyata tidak menunjukkan pengaruh besar terhadap munculnya korupsi. Bahkan seiring dengan tidak efektifnya pemerintahan sekarang ini, korupsi justru makin terbuka dan anarkis. Hal itu diungkapkan Koordinator Badan Pekerja Indonesian Coruption Watch (BP-ICW) Teten Masduki dalam seminar sehari ''Membangun Gerakan Rakyat Anti KKN'' yang digelar Somasi NTB, Sabtu (26/5). Dikatakan makin terbuka dan anarki kata Teten, karena korupsi saat ini bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki kesempatan. ''Seolah-olah tidak ada hari esok, tanpa memperhatikan hirarki kekuasaan atau jabatan dan kelangsungan roda pemerintahan,'' katanya. http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2001/5/28/nt1.html Presiden Menggertak, DPR Menggebrak ------------------------------------------ Reporter: Gatot Prihanto, Wardhani YL detikcom - Jakarta, Perseteruan antara eksekutif dan legislatif memasuki tahap krusial. Presiden Abdurrahman Wahid mengancam memberlakukan keadaan darurat dan membubarkan parlemen bila Sidang Istimewa (SI) MPR tetap digelar. Dan DPR membalasnya dengan ancaman menggelar SI yang dipercepat. Suhu politik menjelang digelarnya sidang paripurna DPR pada 30 Mei makin panas saja. Perubahan politik berlangsung amat cepat, bukan lagi dalam hitungan hari, tapi jam, menit, bahkan detik. Dalam tiga hari terakhir ini, spekulasi bahwa Gus Dur akan menerbitkan dekrit presiden bersileweran tiada henti. http://www.detik.com/peristiwa/2001/05/28/2001528-072411.shtml 'Presiden dihadapkan pada dua pilihan sulit' ----------------------------------------------- Laporan Elvy Yusanti satunet.com - Presiden Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid dihadapkan pada dua pilihan sulit, yakni Sidang Istimewa (SI) MPR dengan konsekuensi ancaman disintegrasi bangsa atau dekrit yang mengancam keberlangsungan proses demokrasi. "Oleh karena itu presiden tetap mengutamakan dialog dengan segala pihak, di antaranya dengan wapres, DPR, tokoh-tokoh parpol dan tokoh informal yang dipercaya presiden," kata jubir kepresidenan Adhie M Massardi seperti dikutip Antara. http://satunet.com/artikel/isi/01/05/28/52917.html Lima Rumah Pengurus PAN Dan Muhammadiyah Dibakar ----------------------------------------------------------- BONDOWOSO (Antara): Sedikitnya lima rumah pengurus dan simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Muhammadiyah Bondowoso, Jawa Timur, mendapat teror dengan cara dilempari batu dan dibakar dengan bensin oleh orang-orang yang tak dikenal Minggu (27/50 dinihari, setelah teror serupa pada 18 Mei lalu. Wakil Ketua DPD PAN Bondowoso Ir Nur Hidayat di Bondowoso Minggu malam, menjelaskan, empat dari lima rumah pengurus PAN itu dib akar pada pukul 01:00 di kecamatan Cerme dan satu rumah pengurus PAN di kecamatan Prajekan yang dibakar pukul 03:00. Keempat anggota dan simpatisan PAN dan Muhammadiyah Cerme yang mendapat teror adalah Ir Riwi Bahriyanto (Sekretaris PAN Cerme). Salah seorang keluarganya sempat mengetahui enam pelaku dengan mengendarai tiga sepeda motor. http://www.waspada.com/news/2001/05/27/2001052710h.asp "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
