''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Kamis, 31 Mei 2001 ================================== *Hari Ini, Pimpinan MPR Bahas Waktu Penyelenggaraan SI *Gus Dur akan ambil tindakan tegas akhir pekan ini *Massa Pendukung Gus Dur Masih Berada Di Monas Hingga Kamis Dini Hari *Dekrit Pasti Keluar, Tunggu KTT G-15 Usai *Seusai Sidang Paripurna DPR: Perwakilan Koalisi Nasional Anti Orde Baru Bertemu Presiden Wahid ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kopitime - Kamis, 5/31/2001 8:53:33 AM bbwi Hari Ini, Pimpinan MPR Bahas Waktu Penyelenggaraan SI ===================================================== Ketua MPR Amien Rais, mengungkapkan setelah menerima surat dari DPR tentang rekomendasi sidang istimewa (SI), rencananya siang ini pukul 10,00 Wib pimpinan MPR, pimpinan fraksi dan BP MPR akan menggelar rapat bersama. Rapat ini dimaksudkan untuk menyatukan pandangan dalam menetapkan waktu pelaksanaan SI. Dalam wawancaranya dengan Stasiun TV RCTI, Rabu pagi, Amien menilai keputusan DPR ini sebagai keputusan yang mantap, karena didukung oleh 5/7 anggota DPR. Amien, memperkirakan hal yang sama -presiden dinilai tidak mengindahkan peringatan DPR- juga akan terjadi di MPR saat SI digelar nanti. Sehingga terbuka kemungkinan MPR akan menolak pidato pertanggung jawaban presiden. "Trend-nya di MPR hampir sama. Jadi, saya kira hasilnya sudah bisa diperkirakan," tegas Amien. http://www.kopitime.com/kopihot/indexhot.asp?story_id=10061 Kamis, 31/5/2001, 00:01 WIB Gus Dur akan ambil tindakan tegas akhir pekan ini Laporan Kleofas Klewen ============================================== satunet.com - Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid berjanji kepada perwakilan massa pendukungnya untuk melakukan tindakan tegas pada akhir pekan ini guna menyikapi rekomendasi DPR untuk menggelar Sidang Istimewa (SI) MPR. Hal itu dikemukakan salah seorang perwakilan massa dari Koalisi Nasional Anti Orde Baru (Lindas Orba) Thamrin Amal Tomagola, yang menemui presiden di Istana Negara pada Rabu malam. Namun Gus Dur tidak menjelaskan kapan tepatnya langkah tegas itu diimplementasikan, juga tidak dijelaskan langkah tegas apa yang akan dilakukannya dalam menyikapi rekomendasi DPR untuk menggelar SI MPR. Taoi kemungkinan adalah penerapan keadaan darurat. http://satunet.com/artikel/isi/01/05/31/53356.html MASSA PENDUKUNG GUS DUR MASIH BERADA DI MONAS HINGGA KAMIS DINI HARI Thursday, May 31, 2001/1:48:29 AM ================================== Jakarta, 31/5 (ANTARA) - Sekitar 30-an massa pendukung Presiden Abdurrahman Wahid --sebagian besar pemuda-- tampak masih berada di Monas, Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB sambil duduk menunggu jemputan bus yang membawanya sejak Rabu (30/5) siang. Puluhan massa itu hanya duduk di sebelah utara Silang Monas dan tampak kelelahan. Sebagian massa sambil tiduran dengan menggunakan alas dari plastik dan koran. Di silang Monas juga terdapat sebuah Bus Metromini dan bebarapa mobil Kijang yang diparkir. Tampaknya menjemput puluhan massa yang tengah beristirahat di sebelah utara Silang Monas Jakarta. Menurut salah satu massa, sedianya mereka akan bermalam sambil beristighotsah di Monas, namun ada perintah dari koordinator lapangan bahwa Presiden Wahid memintanya pulang ke tempat penginapan, karena Kamis siang akan melakukan unjuk rasa menentang keputusan Sidang Istimewa yang telah diputuskan oleh DPR. http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20010531014829D310031 May. 31, 2001 01:51:49 WIB Dekrit Pasti Keluar, Tunggu KTT G-15 Usai Reporter/Penulis: Made ========================================= JAKARTA, Mandiri - Kuatnya keinginan Presiden Abdurrahman "Gus Dur" Wahid untuk mengeluarkan Dekrit terpaksa ditangguhkan dengan alasan belum usainya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-15, yang saat ini masih berlangsung di Jakarta hingga 31 Mei 2001. Informasi itu diperoleh dari sumber Antara yang mengikuti pertemuan mendadak di Kantor Menko Polsoskam, Rabu malam. Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu malam, secara mendadak melakukan rapat yang diikuti Panglima TNI dan semua Kepala Staf Angkatan dan Kapolri, Menteri Pertahanan, Menkeh dan HAM serta Menko Perekonomian. Dari informasi yang dihimpun diperoleh keterangan bahwa rapat mendadak itu dilakukan guna mengantisipasi bakal dikeluarkannya Dekrit Presiden yang bakal disampaikan pada pukul 21:00 WIB. http://www.mandiri.com/?826773713172877878858681849108807189854338311921212 22427 Seusai Sidang Paripurna DPR: Perwakilan Koalisi Nasional Anti Orde Baru Bertemu Presiden Wahid 31 May 2001 0:19:10 WIB ============================== TEMPO Interaktif, Jakarta:Sembilan orang perwakilan Koalisi Nasional Anti Orde Baru bertemu dengan Presiden Abdurrahman Wahid di Istana Merdeka. Acara yang berlangsung pada Rabu (30/5) sekitar pukul 23.15 WIB ini diikuti oleh Thamrin Amal Tomagola, Faturrosyid, Alexander Irwan, Helmy Faisal, Dita Indahsari, Martin Manurung, Haji Muhsin Imron, Sulaeman Haikal, dan Haji Asep Syaifuddin. Kesembilan orang ini masuk melalui pintu barat Istana Merdeka yang terletak di Jalan Merdeka Utara. Ketika mereka memasuki pintu Istana Merdeka, salah seorang koordinator aksi lapangan massa pro Presiden Wahid, Imam Ghozali, membacakan sejumlah tuntutan. Dalam orasinya Imam minta Presiden Wahid untuk segera memberlakukan keadaan darurat sipil sesuai Undang Undang Nomor 3 tahun 1959; membekukan DPR; mengembalikan kedaulatan rakyat serta melakukan pemilihan umum selambat-lambatnya selama enam bulan sejak berlakunya keadaan darurat sipil. http://www.tempo.co.id/news/2001/5/30/1,1,84,id.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
