''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
 SARI BERITA : Jumat,1 Juni 2001
=================================
* Dekrit Bahayakan Gus Dur Sendiri
* Ketua Umum PBNU Akan Kunjungi
   Gereja Pasuruan yang Dibakar
* Bambang: BI Harus Menahan Inflasi
* Jaksa Agung Percepat Periksa Kasus KKN
* Makassar Keluarkan Dekrit

Dekrit Bahayakan Gus Dur Sendiri
--------------------------------------
Reporter: Iin Yumiyanti
detikcom - Jakarta, Dekrit akan dijadikan senjata terakhir bagi Gus Dur
setelah fatwa MA tak berpihak padanya. Sayangnya, dekrit yang akan menyebut
negara dalam keadaan darurat itu justru akan menjadi bumerang bagi Gus Dur
dan pendukungnya. Dekrit itu justru akan membahayakan posisi Gus Dur
sendiri. Demikian penilaian pakar hukum tata negara Jimly Asysidiqie saat
berbincanf dengan detikcom, Jumat (1/6/2001). "Ini yang darurat kan posisi
Gus Dur sendiri. Bukan darurat negara RI. Gus Dur tak bisa mengeluarkan
dekrit keadaan darurat dengan alasan itu," kata Jimly.
http://www.detik.com/peristiwa/2001/06/01/200161-081749.shtml

Ketua Umum PBNU Akan Kunjungi
Gereja Pasuruan yang Dibakar
--------------------------------
Reporter: Iin Yumiyanti
detikcom - Jakarta, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi akan mengunjungi gereja
Pasuruan yang dibakar massa anti Sidang Istimewa, Jumat (1/6/2001) siang
nanti. Hasyim juga akan meninjau SMU Muhammadiyah yang dirusak massa.
Dalam kunjungan itu akan ikut bersama Hasyim para tokoh agama di Jatim
lainnya. Antara lain, Romo Beny (tokoh Katolik Jatim), Prof Wismo Hadi
Wahono (tokoh Kristen), Picin Irawan (tokoh Konghucu) dan beberapa tokoh
agama lainnya.
Rencananya mereka akan berkumpul di pesantren Al Hikam, milik Hasyim di
Malang, sekitar pukul 08.00 WIB nanti baru kemudian berangkat ke Pasuruan.
"Kita akan mengunjungi tempat agama dan tempat pendidikan yang dirusak.
Kalau fasilitas politik, kita tak ikut campur. Itukan buah interaksi elit
dengan masyarakat," jelas Hasyim saat dihubungi detikcom, Jumat (1/6/2001).
http://www.detik.com/peristiwa/2001/06/01/200161-055649.shtml

Bambang: BI Harus Menahan Inflasi
----------------------------------------
Bambang Sudibyo - SM/dok
JAKARTA - Mantan menteri keuangan Bambang Sudibyo mengingatkan, usai Sidang
Paripurna DPR dan menjelang SI MPR, mau tidak mau Bank Indonesia (BI) harus
mengeluarkan banyak jurus untuk menahan laju inflasi.
Di antaranya, seperti yang selalu dilakukan BI, yaitu menaikkan suku bunga
SBI dan menekan jumlah uang yang beredar.
Jika dalam dua bulan ini tidak terjadi kestabilan politik, sosial, dan
keamanan, katanya, akan membuat pasar dan jalannya roda ekonomi terguncang.
Kemudian akan terjadi tekanan inflasi akibat pasar yang merespons negatif
terhadap rupiah, dan harga merangkak naik.
Dia juga mengkhawatirkan jika inflasi tidak ditekan dalam dua bulan masa
krisis politik ini, maka beban pemerintah pun akan makin tinggi. Dia
memprediksi dalam waktu dua bulan kedepan, sendi-sendi ekonomi masyarakat
akan tidak menentu, dan pemerintah saat ini sudah boleh dikatakan berada di
ujung tanduk.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0106/01/nas6.htm

Jaksa Agung Percepat Periksa Kasus KKN
----------------------------------------------
Laporan: ELBA DAMHURI
Jakarta--RoL--Jaksa Agung Marzuki Darusman mengatakan sehubungan dengan
rencana digelarnya SI, pihaknya akan mempercepat pemeriksaan terhadap
orang-orang yang diduga melakukan KKN. Menurutnya, ini merupakan salah satu
bentuk pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid sebelum SI digelar.
''Kita masih sedang meneliti mana saja kasus yang bisa diajukan ke Pidus
dan mana yang tidak,'' kata Marzuki ketika dicegat di Kantor Menteri Energi
dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Kamis (31/05/01).
Berkaitan dengan kedatangannya ke Kantor Menteri Energi, Marzuki
mengungkapkan pihaknya melaporkan adanya temuan data baru soal kasus
Balongan. Dalam waktu dekat ini, kata dia, akan dilakukan pemeriksaan
terhadap pejabat dan mantan pejabat yang terkait dengan kasus itu.
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=30312&kat_id=23

Makassar Keluarkan Dekrit
------------------------------
Makassar 01 Jun 01 07:31 WIB (Astaga.com)
Kalau rakyat Indonesia masih menunggu dekrit yang akan dikeluar Presiden
Abdurrahman Wahid, justru Makassar lebih dulu mengeluarkan dekrit. Dekrit
itu disebut Dekrit Makassar yang berupa selebaran yang ditujukan kepada
warga pendatang asal Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng). Selebaran
yang dikeluarkan Forum Komunikasi Komunitas Masyarakat Sulsel (FKKMSS)
dibagikan pada saat aksi unjukrasa mahasiswa Universitas Muhammadiyah
(Unismuh), Kamis (31/5), depan kampus mereka, Jl Sultan Alauddin.
Isi dari dekrit yang dibagikan kepada masyarakat itu imbauan kepada warga
pendatang dari Jatim dan Jateng agar membuat pernyataan kalau mereka tetap
setia kepada Negara Kasatuan Republik Indonesia (NKRI). Surat pernyataan
itu harus diserahkan kepada DPRD Sulsel dengan diberi waktu 2 x 24 jam.
Jika mereka tidak bersedia dan ingin merdeka seperti tuntutan saudara
mereka di Jatim dan Jateng, maka mereka diminta untuk meninggalkan Sulsel.
"Kami tidak inginkan negera ini pecah-pecah.
http://idlive1.astaga.com/berita/daerah/artikel.php?article_id=60506

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke