'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
 SARI BERITA : Kamis, 21 Juni 2001
==================================
*Basuni Sesneg Baru
  Djohan Ngaku Tensinya Naik Turun
*Hubungan baik dengan RI, prioritas Singapura & A'lia
*Sekitar 140 Keputusan KKSK Tidak Dilaksanakan Menkeu
*Kubu Golkar Gencar Melobi Taufik Kiemas
*Rachmawati: Ada Skenario Mengembalikan Kekuatan Lama
*Presiden: Revolusi Sosial Sudah Mulai
 Semua Pihak Bebas Menyatakan Pendapat
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Basuni Sesneg Baru
Djohan Ngaku Tensinya Naik Turun
Reporter: Arifin Asydhad
========================
detikcom - Jakarta, Djohan Effendi diberhentikan dari jabatannya sebagai
Sekretaris Negara. Selanjutnya, Presiden Gus Dur akan melantik Maftuh
Basuni. Selama menjadi Sesneg, Djohan mengaku tensi darahnya naik turun.
"Tapi, lebih sering naiknya, seperti nilai dollar," kata Djohan berkelakar
saat dihubungi detikcom, Kamis (21/6/2001) pukul 08.00 WIB.
Djohan memastikan pelantikan Maftuh Basuni sebagai Sesneg yang baru sudah
bisa dipastikan akan dilakukan pada pukul 14.00 WIB, di Istana Negara,
seusai sidang kabinet. Pelantikan akan dipimpin Presiden Gus Dur.
http://www.detik.com/peristiwa/2001/06/21/2001621-083010.shtml

Kamis, 21/6/2001, 09:21 WIB
Hubungan baik dengan RI, prioritas Singapura & A'lia
Laporan Elvy Yusanti
========================
satunet.com - Menteri Luar Negeri Singapura S Jayakumar mengatakan hubungan
baik dengan Indonesia merupakan sebuah prioritas untuk negara kota tersebut
dan Australia.
Ia mengungkapkan hal ini, Rabu, dimana masalah Indonesia itu dibahas dalam
pertemuan ketiga Komisi Kementerian Bersama Singapura-Australia.
"Soal luar negeri, kami sepakat apa yang terjadi di Indonesia dalam pekan,
bulan atau tahun mendatang akan memiliki pengaruh yang mendalam untuk
wilayah ini dan Asean," ujarnya seperti dikutip TST.
"Oleh karena itu, menjadi kepentingan kami wilayah itu menjadi stabil dan
ekonominya pulih secepat mungkin. Dengan adanya masa transisi yang sulit,
sangat penting bagi Australia dan Singapura untuk menunjukkan dukungannya
kepada Indonesia."
http://www.satunet.com/artikel/isi/01/06/21/55530.html

SEKITAR 140 KEPUTUSAN KKSK TIDAK DILAKSANAKAN MENKEU
Wednesday, June 20, 2001/3:39:36 PM
====================================
Jakarta, 20/6 (ANTARA) - Sekitar 140 keputusan Komite Kebijakan Sektor
Keuangan (KKSK) tidak dilaksanakan oleh Menteri Keuangan dan Badan
Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan alasan yang tidak jelas, kata
Sekretaris KKSK DR Syafruddin A Tumenggung.
"Saya terpaksa mengemukakan hal ini agar masyarakat tahu," katanya dalam
diskusi panel Restrukturisasi Hutang UKM Di Bawah 5 Miliar Rupiah yang
diadakan Kadin DKI di Jakarta, Rabu.
Seminar itu menampilkan sejumlah pembicara seperti DR Sri Mulyani
Indrawati, peneliti senior di LPEM UI dan Ir Deswandhy Agusman MBA, deputi
Meneg Koperasi dan UKM.
Ia menyatakan terpaksa mengemukakan hal itu karena UKM dan Koperasi yang
tergabung dalam Kadin DKI mempertanyakan kebijakan KKSK yang memberikan
"haircut" 25 persen bagi kredit UKM yang mencapai Rp7 triliun.
Salah satu kebijakan KKSK yang tidak berjalan adalah keputusan komite pada
Januari 2001, yakni agar hutang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan koperasi
di bank BUMN diberikan "haircut" sebesar 25 persen serta penghapusan bunga
dan denda sebesar 100 persen.
http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20010620153936D200489

June. 21, 2001 07:25:09 WIB
Kubu Golkar Gencar Melobi Taufik Kiemas
======================================
JAKARTA, Mandiri - Lobi-lobi politik menjelang pelaksanaan Sidang Istimewa
(SI) MPR, tampaknya semakin gencar dilakukan kubu Golkar. Setelah tokoh
Golkar dari kubu Iramasuka menemui suami Megawati Soekarnoputri, Taufik
Kiemas, kini giliran tokoh Golkar dari faksi Akbar Tandjung yang
menemuinya.
Petinggi Partai Golkar yang menemui Taufik Kiemas kemarin adalah Mahadi
Sinambela. Dia didampingi Ade Komaruddin. Sedangkan Kiemas didampingi
anggota Fraksi PDIP DPR Zulvan Lindan. Pertemuan itu berlangsung di ruang
kerja Taufik Kiemas, lantai tujuh Gedung Nusantara I DPR, lebih dari satu
jam.
Pertemuan tersebut menarik. Sebab, Mahadi dan Ade Komaruddin selama ini
dikenal sebagai pendukung utama Akbar Tandjung. Bahkan, mereka berdua
pernah secara terbuka berkonflik dengan kelompok Iramasuka yang didominasi
politikus asal Sulawesi.
http://www.mandiri.com/?826773713172877878858681849108807189854338311922212
22727

Rachmawati: Ada Skenario Mengembalikan Kekuatan Lama
21 Jun 2001 0:27:9 WIB
=========================
TEMPO Interaktif, Blitar: Putri mantan Presiden Sukarno, Rachmawati
Sukarnoputri, mengungkapkan Sidang Istimewa MPR adalah hal yang kurang
tepat. Karena hal tersebut akan membuat pekerjaan rumah baru yang bisa
menimbulkan luka bagi bangsa dan negara. Demikian dikatakan Rachmawati
dalam sambutannya pada acara peringatan seabad dan Haul Bung Karno di
Blitar, Jawa Timur, Rabu (20/6) malam.
Menurutnya, apabila perubahan tidak dari sistem, akan menjadi preseden
buruk. Dia menilai, saat ini ada skenario besar untuk mengembalikan
kekuatan lama yang mengatasnamakan konstitusi.
Acara peringatan dan haul itu dihadiri keluarga besar Bung Karno, para
pejabat negara, dan duta besar negara-negara sahabat. Keluarga Bung Karno
yang hadir adalah Ratna Sari Dewi (isteri Bung Karno), Megawati Sukarno
Putri, Rahmawati Sukarnoputri, Sukmawati Sukarnoputri, Guruh Sukarnoputra.
Guntur dan Kartika Sari Dewi tidak terlihat di kursi undangan.
http://www.tempo.co.id/news/2001/6/21/1,1,1,id.html

Presiden: Revolusi Sosial Sudah Mulai
Semua Pihak Bebas Menyatakan Pendapat
=====================================
koridor.com [21 Jun 2001, 1:58] Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
mengatakan dirinya telah memulai revolusi sosial, yang bertujuan untuk
membuka kesempatan kepada semua pihak untuk sebebasnya menyatakan
pendapatnya.
KH Wahid menyatakan hal itu ketika menjawab pertanyaan pada dialog di
Masjid Darul Arqam, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (20/6) siang, seperti
dilansir SM CyberNews.
Seorang tokoh pemuda bertanya apakah Presiden telah mengadakan revolusi
sosial, sebagaimana yang dicita-citakan Gus Dur saat sebelum menjabat
presiden.
Pada awal jawabannya, Presiden Wahid terlebih dahulu menjelaskan dua arti
revolusi sosial. Pertama, revolusi sosial bisa berarti suatu amuk massa
atau kekerasan massal, yang menimbulkan ketakutan.
http://www.koridor.com/artikel.htm/113741


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke