************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Salam sejahtera, Berikut ini kami sampaikan hasil Kongres Rakyat Jawa Timur yang berlangsung pada Hari Minggu, 24 Juni 2001, dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, di Gelora 10 Nopember Surabaya. Kongres yang dihadiri hampir seluruh perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur ini dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, partai, dan unsur keagamaan. Dari pemantauan Eskol Net, acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pemutaran kaset rekaman pidato Bung Tomo, lalu masing-masing perwakilan daerah, ormas, mahasiswa, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menyampaikan orasi yang inti tuntutannya hampir sama. Pada kesempatan itu kongres juga sempat mengingatkan pers agar berhenti memlintir berita yang sebenarnya. Selain itu, kongres juga mengkritik para pengamat politik yang tidak lagi pada proporsinya memberikan pengamatan. Selengkapnya hasil kongres tersebut adalah sebagai berikut: ''''''''''''''''''''''''''''''' Rakyat Jawa Timur Bersatu KONGRES RAKYAT JAWA TIMUR ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Dalam sejarah Indonesia merdeka terdapat periode kelam, yakni pada masa rezim yang menamakan dirinya Orde Baru. Periode kelam tersebut tercermin dalam kebobrokan negara dan penderitaan rakyat. Kekuasaan politik dan ekonomi demikian terpusat, bahkan hanya pada satu tangan Soeharto sebagai pucuk pimpinan rezim Orde Baru. Pada momentumnya, kebobrokan negara pada akhirnya berhadapan dengan luapan tuntutan rakyat untuk bebas dari belenggu penindasan. Krisis negara telah dihadapi dengan gelombang gerakan rakyat yang berkehendak mewujudkan reformasi. Langkah awalnya adalah menuntut Soeharto turun dari kursi kekuasaannya, dengan kemudian merombak hegemoni Orde Baru yang demikian kukuh tertanam dalam sendi-sendi kehidupan Indonesia. Soeharto berhasil diturunkan, namun reformasi belum selesai. Cita-cita rakyat yang sesungguhnya adalah kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih terhormat, yang mensejahterakan dan berkeadilan. Pada kenyataannya, mewujudkan cita-cita reformasi memang bukanlah hal yang mudah. Strategi Orde Baru dalam mempertahankan kekuasannya dengan cara memperkuat elit dan memperlemah rakyat di kemudian waktu terbukti ampuh menjadi modal penghambat laju reformasi. Selepas Soeharto diturunkan, pribadi-pribadi yang terlibat dalam kekuasaan Orde Baru yang selama itu menikmati hidup di atas penderitaan rakyat, ternyata tidak begitu saja tinggal diam dan merelakan kebenaran tegak di Bumi Ibu Pertiwi. Mereka terus-menerus berupaya mempertahankan diri, bahkan bila perlu terus berkuasa dan mencari keuntungan atasnya. Seperti yang sudah-sudah, rakyat bukanlah pihak yang harus dipedulikan. Pada tahun 1998 lalu, MPR yang notabene merupakan bagian dari rezim Orde Baru menyelenggarakan Sidang Istimewa 98 yang menghasilkan Ketetapan dilaksanakannya pemilu 1999, sementara rakyat yang dipelopori mahasiswa menolak Sidang Istimewa tersebut dan berakibat pada gugurnya sekian reformis pada tragedi Semanggi. Pemilu 1999 akhirnya dilaksanakan. Pribadi-pribadi Orde Baru turut di dalamnya dengan kesiapan jangka ke depan yang lebih panjang. DPR/MPR terbentuk, Presiden/Wakil Presiden terpilih dan kabinet tersusun. Proses terus berlangsung dengan keterlibatan pribadi-pribadi Orde Baru di dalamnya. Sementara perombakan rezim sedang dilakukan, pribadi-pribadi Orde Baru menggunakan parlemen sebagai media membangun kekuatannya. Legislatif, yang seharusnya berfungsi utama merancang undang-undang untuk kepentingan rakyat yang lebih menyeluruh, justru dipergunakan untuk pertarungan politik semata. Melalui berbagai manuver yang menyakiti hati rakyat, legislatif mengusulkan kepada MPR untuk menyelenggarakan Sidang Istimewa 2001 yang ditujukan untuk kepentingan kekuasaan tanpa mempedulikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara serta dampak yang ditimbulkannya. Berangkat dari kenyataan buruk dari situasi politik di atas, dengan didasari itikad baik, hati nurani dan akal sehat, maka kami Rakyat Jawa Timur Bersatu dalam: KONGRES RAKYAT JAWA TIMUR yang terselenggara di Surabaya, pada Hari Minggu, 24 Juni 2001, bersepakat menyatakan: 1. Rakyat Jawa Timur Menolak Pelaksanaan Sidang Istimewa MPR RI 2001. 2. Rakyat Jawa Timur Menuntut kepada Presiden RI Selaku Kepala Negara agar Membekukan dan Membubarkan Partai Golkar 3. Rakyat Jawa Timur Menuntut kepada Presiden RI Selaku Kepala Negara agar Mengadili Para Penjahat Negara dan Unsur Orde Baru yang ada di DPR/MPR dan Lembaga-Lembaga Negara lainnya. 4. Rakyat Jawa Timur Bersepakat Mempertahankan Duet Kepemimpinan Gus Dur-Mega hingga 2004. Surabaya, 24 Juni 2001 Kami, Rakyat Jawa Timur Cat: Setelah pernyataan ini dibacakan, masing-masing perwakilan menandatangani hasil kongres tersebut. Salam, Eskol Net. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
