************************ Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Salam sejahtera, Mencermati kerusuhan Poso yang belum juga reda menimbulkan pertanyaan: ada apa sebenarnya yang terjadi di wilayah ini?. Masyarakat selalu ingin damai, tetapi tiba-tiba muncul serangan massa tertentu ke kelompok masyarakat lainnya. Masyarakat ingin hidup tenang dan beraktivitas seperti biasa namun tiba-tiba ada pembakaran-pembakaran oleh perusuh (istilah yang sering dipakai oleh aparat keamanan). Pasukan keamanan ditambah, namun bukan malah menenangkan suasana akan tetapi malah membuat kelompok masyarakat tertentu kian merasa dipojokkan. Sasaran penangkapan pun dirasakan tidak adil. Pertanyaan selanjutnya ialah: siapakah sebenarnya dibalik kerusuhan yang berkepanjangan ini. Yang jelas (menurut sumber yang bisa dipercaya): * Adanya warga dari luar Poso (pendatang) bersenjata yang bebas melakukan aksi apa saja, didukung keberpihakan aparat keamanan, * Pemberitaan yang berat sebelah, hal ini mencuatkan akumulasi keprihatinan bagi masyarakat yang tertekan. * Sekelompok massa mendapat dukungan dari oknum aparat * Korban jiwa dan materiil di kedua belah pihak yang bertikai. Siapa pun dibalik kerusuhan ini, kita hanya berharap hati nurani yang terketuk agar cukuplah penderitaan rakyat sampai disini saja. Kita berharap agar kerusuhan Poso ini tidak dijadikan sebagai bahan komoditas politik, apalagi menjelang SI Agustus mendatang. Salam dan doa, Eskol Net --------------------------------- Perusuh Mengamuk Lagi di Poso Sedikitnya 100 Rumah Penduduk Dibakar ```````````````````````````````` koridor.com [9 Jul 2001, 7:37] Sedikitnya 100 rumah penduduk dan sebagain rumah ibadah di Desa Malino (sekitar 50 km timur Poso), dilaporkan musnah terbakar, menyusul aksi penyerangan besar-besar kelompok perusuh bersenjata api di daerah itu. Sumber di Poso, Minggu (8/7) malam, mengatakan 'serangan fajar' para perusuh ke desa eks transmigran asal Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat itu berlangsung selama lebih enam jam sejak Sabtu hingga Ahad pagi, dan telah mengakbatkan sebagian besar rumah penduduk dan rumah ibadah di desa ini musnah terbakar. "Tapi belum ada laporan adanya korban jiwa dalam peristiwa itu, kecuali sekitar 700 jiwa penduduk setempat terpaksa mengungsi ke desa terdekat, Uekuli (ibukota Kecamatan Tojo)," ujar sumber dari aparat keamanan, seperti dilansir Media. Sumber lain melaporkan akibat dampak pembungi-hangusan rumah penduduk di Malino, sebagian massa di Ampana Kota (sekitar 267 km Poso) melakukan aksi pembakaran serupa di daerah mereka. "Pada kejadian di Ampana itu tercatat 12 buah rumah penduduk dirusak dan dibakar, namun tidak ada korban jiwa," kata sumber tanpa menjelaskan nama kelompok pemilik bangunan. Pjs Kapolres AKBP Djasman Baso Opu yang ditemui Antara di Poso membenarkan kejadian di Desa Malino dan Ampana Kota, namun mengatakan belum menerima laporan mengenai jumlah rumah yang terbakar serta adanya korban korban jiwa. "Belum ada laporan itu," ujarnya, dan menjelaskan pihaknya sejak Ahad pagi telah memberangkatkan sebanyak dua peleton pasukan gabungan (Polri/TNI) dari kota Poso untuk memulihkan kambtibmas di Malino serta sejumlah desa lain dalam wilayah Kecamatan Tojo. Banyak kalangan di Poso memprakirakan, kemungkinan para perusuh itu berhasil mencapai ke desa Malino yang berada cukup jauh dari daerah konflik Poso setelah menyeberangi pegunungan beberapa puluh kilometer di pinggiran jalan Desa Tagulo, ibukota Kecamatan Lage. "Ini hanya dugaan sementara," ujar Yus, warga Kelurahan Bone Sompe, sambil menambahkan sangat tidak mungkin para perusuh bisa mencapai Desa Malino dan meliwati beberapa perkampungan warga tertentu pada ruas jalan provinsi Poso-Ampana yang dijaga ketat aparat keamanan, kalau tidak menggunakan jalan alternatif. Pihak kepolisian setempat juga mengatakan belum menerima laporan mengenai adanya penangkapan para perusuh di Desa Malino dan Ampana, kecuali menyatakan pihaknya telah memerintahkan semua aparat yang ditugaskan ke sana untuk menangkap semua oknum pelaku kerusuhan. "Belum ada laporan di antara para perusuh di kedua tempat rusuh tersebut tertangkap," kata Opu menambahkan. Seperti diberitakan koridor.com sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Aminuddin Ponulele beserta rombongan gagal menuju Tentena (kota kecil di tepian Danau Poso dan berjarak sekitar 54 km selatan Poso), karena diadang ribuan massa di Poso yang menggelar aski unjuk rasa. Yusuf Dumo, seorang tokoh pengunjuk rasa, kepada sejumlah wartawan mengatakan aksi penghadangan secara spontan yang mereka lakukan itu semata-mata untuk menyelamatkan jiwa para pejabat negara beserta rombongannya. Dan akhirnya Gubernur dan rombongan 'balik kanan' kembali ke Palu. [herman / hr] "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
