''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 09 Juli 2001 ================================== * Rachma Sayangkan Sikap Megawati * Undangan Gus Dur Tak Laku * Percepatan SI Dibahas BP MPR * Mengapa Hanya Persoalkan Presiden? * Kompromi Yang Baik Adalah Wahid Mundur Rachma Sayangkan Sikap Megawati --------------------------------------- Mengharapkan Pertemuan Bogor Sukses koridor.com [9 Jul 2001, 3:35] Sikap politik Megawati dan Rachmawati nampak kian berbeda. Dalam menanggapi rencana pertemuan Gus Dur dengan pimpinan Parpol misalnya, Rachma berpandapat hal itu sangat penting, sementara Mega nampak tak bersemangat untuk mengikutinya. Rachma berharap, pertemuan yang akan diadakan di Istana Bogor Senin (9/7) siang nanti akan berjalan sukses, meski tidak semua pimpinan partai politik yang diundang hadir. "Pimpinan parpol yang tidak bisa hadir besok, tinggalkan saja. Karena, bagaimanapun pertemuan itu sangat penting untuk menyelamatkan bangsa ini melepaskan diri dari kemelut yang ada," Rachma, Minggu (8/7) malam, seperti dilansir SM CyberNews. Ketua Yayasan Bung Karno itu menyayangkan sikap para pimpinan parpol yang kekanak-kanakan. "Kenapa sikap elit politik jadi childish seperti ini. Saya dengar berita di televisi, pak Hamzah Haz yang tidak akan hadir dalam pertemuan besok kalau Mega tidak hadir. Ada apa ini, kenapa mereka tidak punya alasan yang jelas untuk tidak ikut membantu kelangsungan hidup bangsa ini." http://www.koridor.com/artikel.htm/114399 Undangan Gus Dur Tak Laku ------------------------------- JAKARTA (Waspada): Pertamuan pimpinan partai politik dan Presiden Abdurrahman Gus DurWahid yang direncanakan berlangsung hari ini Senin (9/7) pukul 12:00 di Istana Bogor terancam gagal untuk kedua kalinya akibat ketidakhadiran para pimpinan Partai yang diundang. Sedangkan juru bicara kepresidenan Wimar Witoelar di Istana Merdeka, Minggu (8/7) memastikan acara itu akan berlangsung, namun dia tidak bisa memastikan siapa saja yang akan hadir dalam pertemuan yang sepenuhnya diprakarsai oleh Presiden Gus Dur dan Menlu Alwi Shihab itu. Yang jelas pertemuan besok tidak langsung harus diterjemahkan secara operasional dalam agenda Sidang Istimewa karena pertemuan ini adalah pertemuan untuk menyampaikan pendapat dan pikiran dari pimpinan parpol, kata Wimar menanggapi pertanyaan apakah pasca pertemuan ini SI akan menerima pertanggungjawaban Presiden dengan catatan. Jadi masih banyak langkahlangkah yang harus dilakukan, lanjutnya seraya mengatakan pembicaraan politik akan terjadi dan akan mengandung beberapa kesepakatan yang bisa diterjemahkan apa saja oleh masyarakat. http://www.waspada.com/news/2001/07/08/200107081h.asp Percepatan SI Dibahas BP MPR ---------------------------------- Reporter: Arifin A detikcom - Jakarta, Jika tak ada aral melintang, hari ini Senin (9/7/2001) BP MPR akan membahas usulan percepatan Sidang Istimewa (SI). Pembahasan percepatan SI ini merupakan kelanjutan dari rapat konsultasi pimpinan MPR dengan fraksi di MPR Jumat lalu. Rencananya sidang BP MPR akan digelar di gedung DPR pukul 14.00 WIB. Sidang ini akan memutuskan diterima atau tidaknya usulan 7 fraksi DPR yang meminta percepatan SI. Sebelumnya, tujuh fraksi di DPR meminta SI dipercepat sebelum 1 Agustus. Dalam rapat konsultasi yang dipimpin Ketua MPR Amien Rais, Jumat (6/7/2001) malam, usulan percepatan SI ini belum dapat diputuskan. Akhirnya, rapat memutuskan membawa permasalahan ini untuk dibawa ke BP MPR. http://www.detik.com/peristiwa/2001/07/09/200179-064557.shtml Mengapa Hanya Persoalkan Presiden? ---------------------------------------- SIDANG Istimewa (SI) MPR tinggal 20 hari lagi. Perhelatan akbar ini tak bisa dibendung lagi. Melihat agenda yang disusun oleh Badan Pekerja (BP) MPR, sidang ini jelas hanya akan meminta pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid. Hasilnya pun akan mengkristal pada dua hal: Gus Dur diberhentikan atau dipertahankan sebagai presiden. Banyak kalangan lebih meyakini kemungkinan pertama. Karena itu, lupakan sejenak rencana pertemuan antara Presiden Wahid dengan pimpinan enam parpol yang dijadwalkan Senin ini. Juga upaya kompromi dari kubu Presiden yang nampaknya sudah menemui jalan buntu. Barangkali yang perlu dipersoalkan, mengapa MPR memfokuskan acara ini hanya pada persoalan pimpinan nasional dan ada kesan melupakan agenda-agenda besar di luar kekuasaan? http://www.suaramerdeka.com/harian/0107/09/nas5.htm Kompromi Yang Baik Adalah Wahid Mundur ----------------------------------------------- Tgl. publikasi: 6/7/2001 14:39 WIB eramuslim, Jakarta - Hamdan Zulvan Sekretaris Fraksi PBB di DPR menegaskan, bahwa tidak mungkin kompromi dilakukan jika hanya dihadiri oleh 6 orang ketua partai. Sementara tuntutan daerah yang jumlahnya 160 orang tidak diikutsertakan dalam pengambilan keputusan. Jadi menurut Hamdan, jika komprominya mengenai Presiden Wahid, akan jauh lebih baik tidak ada kompromi lain, kecuali dia harus mundur. "Kalau ada kompromi lain yang mungkin dilakukan oleh presiden, sebaiknya presiden ditempatkan sebagai kepala negara. Tapi itu tidak mungkin. Karena UUD kita juga tidak memungkinkan untuk itu," ujarnya di sela-sela acara diskusi politik di Jakarta, Jum'at (6/7). Hamdan juga mengingatkan bahwa tidak ada kompromi saat SI berlangsung. "Karena bagi kita sama saja. Biarkan mekanisme itu berjalan. Jika memang MPR menerima pertanggung jawaban presiden maka kita harus dapat menerima dengan ikhlas Wahid kembali menjadi presiden," imbaunya. http://www.eramuslim.com/article/view/5353/ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
