''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Sabtu, 21 Juli 2001 ================================== - Pelantikan Chaeruddin Sebagai Win-win Solution - Ribuan FPK Sudah di Jakarta - Gus Dur: MPR Langgar UUD 1945 - India Bangun Kerjasama Militer Dengan AS & Israel - Hanya Tuhan Bisa Menyelamatkan KH Wahid Pelantikan Chaeruddin Sebagai Win-win Solution ---------------------------------------------------- Jakarta, CyberNews. Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan pelantikan Jenderal Polisi Chaeruddin Ismail selaku pemangku sementara jabatan Kepala Kepolisian Negara, dinilai sebagai win-win solution dengan pihak DPR. "Mereka (DPR-red) mengemukakan agar supaya dihormati ketetapan waktu reses yang sedang mereka jalani sekarang yang akan berakhir nanti pada tanggal 16 Agustus, maka kita dapat mengadakan pelantikan Kapolri definitif," kata Presiden melalui siaran pers di Istana Merdeka, Jumat (20/7) petang. Gus Dur menilai saat ini belum dicapai kompromi politik yang diperlukan untuk mengatasi krisis politik yang sudah berlarut-larut sekian lama. "Karena itu, kita harus bersiap-siap untuk menerapkan keadaan negara dalam bahaya dengan pelaksanaan hukum atau dengan pelaksanaan keadaan darurat konstitusional pada tanggal 31 Juli, jam 18:00 yang akan datang, kalau sampai saat itu belum dicapai kompromi politik di antara partai-partai politik yang ada," ungkapnya. http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0107/20/nas19.htm Ribuan FPK Sudah di Jakarta -------------------------------- Reporter: Budi Sugiharto & Sapto Anggoro detikcom - Jakarta, Di mata massa pro-Gus Dur, SI MPR yang digelar hari ini tak lain sebagai salah satu bentuk kudeta. Untuk itu, massa pro-Gus Dur dari Front Pembela Kebenaran sudah kumpul di Jakarta. Hal itu disampaikan oleh Koordinator FPK Wiro Sugiman pada detikcom Sabtu (21/7/2001) pukul 8.40 WIB. "Biarkan SI dipercepat, nggak masalah. Massa saya sudah siap. Sudah di Jakarta kok, hari ini kita akan tambahkan lagi dari daerah-daerah lain," kata Wiro yang masih di Surabaya. Mereka datang beberapa hari lalu sedikit demi sedikit untuk mengantisipasi bila SI dipercepat. "Tapi kita untuk bergerak, masih menunggu situasi. Kita pantau terus," ujar dia. http://www.detik.com/peristiwa/2001/07/21/2001721-093234.shtml Langgar UUD 1945 --------------------- JAKARTA (Waspada): Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan, undangan untuk menyelenggarakan Sidang Istimewa (SI) sebenarnya sudah melanggar UUD 45, karena tidak ada pengkhianatan yang dilakukan Presiden. Dalam kaitan itu, maka tidak ada hak bagi MPR untuk mengadakan SI. "Sedangkan pemeriksaan terhadap saya tidak jelas apa yang dipersoalkan. Bahkan acara melakukan impeachment kepada saya pun juga berubah-ubah terus. Satu-satunya yang mungkin adalah pengkhianatan negara. Itu tidak ada. Itu mengada-ada saja dari orang yang ingin memenuhi ambisi pribadi, yang ingin melepaskan diri dari jeratan hukum," kata Presiden Wahid seusai Sholat Jumat di Masjid Baiturrahim yang terletak di kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/7). Presiden mengatakan, dirinya sudah mengalah sampai habis dalam soal kompromi. Tapi, karena Badan Pekerja (BP) MPR sudah menetapkan SI MPR tanggal 1 Agustus 2001, dan juga menetapkan acaranya minta pertanggungan jawab Presiden, maka kompromi politik yang ditawarkan indah saja, katanya. Lanjut Presiden, "Saya tidak akan memberikan pertanggungan jawab apa pun, karena itu melanggar UUD 1945".(j06) http://www.waspada.com/news/2001/07/20/2001072011h.asp India Bangun Kerjasama Militer Dengan AS & Israel ---------------------------------------------------------- Tgl. publikasi: 20/7/2001 18:48 WIB eramuslim, Washington - Para pejabat tinggi militer India hari Kamis (19/7) melakukan pertemuan di New Delhi dengan Kepala Staf Gabungan AB Amerika, Jenderal Henry Shelton. Pertemuan itu berlangsung tidak lama setelah India menandatangani perjanjian kerjasama dengan perusahaan industri pesawat udara Israel. Shelton tiba pada Rabu tengah malam dalam rangka kunjungan tingkat tinggi militer AS ke India sejak India melakukan uji coba nuklir bawah tanah pada tahun 1998. "India adalah suatu kekuatan besar dengan pengaruh global. Saya berharap kita dapat membangun hubungan militer yang kuat," ujar Shelton dalam pernyataan yang dikeluarkannya segera setelah ia tiba di India. http://www.eramuslim.com/article/view/5568/ Hanya Tuhan Bisa Menyelamatkan KH Wahid ------------------------------------------------ Jika Digusur, Bisa Perang Saudara koridor.com [21 Jul 2001, 4:45] Pengamat NU asal Negeri Belanda, Martin Van Broeinsen menyatakan, hanya kebesaran Tuhan yang bisa menyelamatkan kedudukan KH Abdurrahman Wahid dari jabatannnya sebagai Presiden. "Hanya kekuasaan Tuhan lah yang bisa menyelamatkan Gus Dur (Presiden Wahid--Red) dari jabatannya. Sebab secara logika Gus Dur sulit bertahan dari kursi jabatannya, setelah parlemen memutuskan SI MPR," kata Martin Van. Pengamat dari Belanda yang juga dekat Gus Dur sejak sebelum menjadi Presiden itu mengatakan, kondisi sekarang sama dengan saat pemilihan Pesiden. Gus Dur yang saat itu di atas kertas tidak mungkin jadi Presiden, malah terpilih. "Itu kan juga berkat kekuasaan dari Tuhan. Gus Dur tergantung kekuasaan Tuhan," tandasnya. http://www.koridor.com/artikel.htm/114887 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
