'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
 SARI BERITA : Rabu, 18 Juli 2001
==================================
* Demo Tolak SI Dibubarkan Polisi
* 20 Juli, Rawan Kekerasan Berdarah
* Mahasiswa Konsolidasi Turun Aksi
* Gus Dur Tak Rela Mega
*Buyung: Nasib Bangsa Bukan ditangan Para Kyai Saja

Demo Tolak SI Dibubarkan Polisi
------------------------------------
Surabaya - Surabaya Post
Demo aliansi rakyat dan mahasiswa Jatim (ARMJT) di DPRD Jatim terpaksa
harus dibubarkan, karena dilarang polisi dengan alasan tanpa pemberitahuan
sebelumnya. Padalah Ketua DPRD Jatim Drs H Bisjrie Abdul Djalil dan
pimpinan fraksi sudah siap menerima delegasi.  Aksi Selasa (17/7) siang
sebenarnya hanya diikuti sekitar 100 orang dari sejumlah elemen masyarakat
dan mahasiswa, tapi petugas polisi yang berjaga jumlahnya mencapai 200
personel. Tidak terjadi kekerasan apa pun dan massa akhirnya membubarkan
diri dengan cara melawan arus di Jl. Indrapura. Melalui orasinya mereka
menyatakan penyelewengan konstitusi, khususnya usaha sistematis dengan
berbagai yustifikasi yang koruptif dan manipulatif untuk mengubah sistem
presidensiil menjadi sistem parlementer.
Maka ARMJT dengan didasari etikat baik, hati nurani, dan akal sehat
menyatakan sikap politik menolak pelaksanaan SI. Jika SI tetap dilaksanakan
ARMJT akan menggalang kekuatan rakyat dan mahasiswa untuk bersama-sama
dengan berbagai cara dan upaya menggagalkan SI.
http://www.surabayapost.co.id

20 Juli, Rawan Kekerasan Berdarah
---------------------------------------
Reporter/Penulis: Edi Winarto
* Gus Dur-Amien Akan Sama-Sama Ngotot
BANDUNG, Mandiri - Pengamat politik Taufik Rahzen mengingatkan, moment 20
Juli 2001 akan sangat rawan aksi kekerasan berdarah. Aksi ini dipicu
konflik yang makin menajam antara parlemen dengan presiden dengan
senjatanya masing-masing, dekrit atau SI MPR. Dan hal ini akan berimbas
pada konflik antar massa pendukung dengan aparat keamanan.
Taufik berpendapat, baik Presiden Abdurrahman Wahid maupun Ketua MPR Amien
Rais kemungkinan besar pada 20 Juli 2001 bakal sama-sama ngotot untuk
melaksanakan apa yang mereka `gertakkan` satu sama lain dengan segala
akibatnya. Gus Dur akan keluarkan dekrit dan Amien Rais akan mengajak MPR
menggelar SI. Lantas tindakan siapa yang paling legitimed? "Saya
memperkirakan kebuntuan politik itu akan benar-benar terjadi. Antara
legislatif dan presiden sama-sama ngotot dan menganggap caranya yang paling
benar, dan lahirlah pemerintahan ganda. Pihak eksekutif maupun parlemen
sama-sama merasa mendasari diri pada undang-undang," demikian prediksi
Taufik ketika dihubungi, di Bandung, Selasa(17/7). http://www.mandiri.com

Mahasiswa Konsolidasi Turun Aksi
--------------------------------------
Reporter: Nurul Hidayati
detikcom - Jakarta, Tidak cuma anggota MPR/DPR saja yang melakukan
konsolidasi menjelang Sidang Istimewa (SI) MPR. Para mahasiswa pun menyusun
kekuatan untuk turun aksi jalan. Kubu yang bersiap-siap di antaranya adalah
Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia (BEMI).
"Kita terus melakukan konsolidasi dengan daerah yang lain untuk
mengkampanyekan pemilu dipercepat," kata Ulung, aktivis BEMI, pada
detikcom, Rabu (18/7/2001).
Menurut Ulung, konsolidasi yang dilakukan BEMI tak hanya dilakukan di
Jakarta saja, melainkan hingga ke luar propinsi. "Kita masih melakukan
rapat dengan aktivis BEMI di Jatim, Banten, dan Jateng," kata mahasiswa
Universitas Tarumanegara itu. Bahkan ketika dihubungi, mahasiwa Fakultas
Ekonomi angkatan 1999 itu tengah berada di Jambi untuk "mengumpulkan
kekuatan".
http://www.detik.com/peristiwa/2001/07/18/2001718-065205.shtml

Gus Dur Tak Rela Mega
--------------------------
MANADO (Waspada): Ibarat bergelimang di dunia percintaan, setelah terjadi
konflik kasmaran, Gus Dur menyatakan secara sepihak, dia tidak rela
ditinggalkan oleh Mega. Dia ingin hidup bersama dan mati bersama. Sementara
Mbak Mega telah bersikukuh melalui sikap, tanpa bahasa, pisah, titik. Mega
pun terus berlari karena hubungan keduanya bukan lagi sekadar retaknya
kaca, tetapi sudah patah arang.
Di dunia politik Indonesia, dua tokoh yang sempat amat mesra sebagai
kakak-adik berdasarkan hubungan historis orangtua, Presiden Abdurrahman
Wahid mulanya mencalonkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati sebagai
Presiden. Ternyata pada Sidang Umum MPR dua tahun lalu, Mbak Mega
'dikerjai' kelompok yang mengatasnamakan diri "Posor Tengah", dan Gus Dur
terpilih menjadi Presiden sedangkan Mega jadi Wakil Presiden. Ketika itu
Gus Dur melukiskan sikapnya seolah ingin membina Mega agar lebih matang di
dunia perpolitikan. Tapi belakangan, hubungan keduanya goyah enah karena
dimasuki pihak ketiga atau karena Gus Dur terlalu sering memelintir Mega
sehingga wanita tertindas semasa Orba itu tersinggung berat. Luka hubungan
Presiden dan Wakil Presiden itu semakin menganga, seperti mengulang sejarah
hubungan dua proklamator yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden,
Soekarno-Hatta di awal tahun 50-an.
http://www.waspada.com/news/2001/07/17/200107171h.asp

Buyung: Nasib Bangsa Bukan ditangan Para Kyai Saja
---------------------------------------------------------
Tgl. publikasi: 17/7/2001 17:18 WIB
eramuslim, Jakarta - Mengomentari rencana pertemuan para Kyai Jawa Timur di
Asshidiqiyyah guna melakukan refleksi terhadap masalah yang dialami bangsa
saat ini, Adnan Buyung Nasution menegaskan ketidakinginannya untuk
menyerahkan nasib bangsa ini kepada kyai-kyai tersebut. Menurutnya, negara
ini negara demokrasi dimana segala keputusan sudah dipercayakan kepada
wakil-wakil rakyat. "Jadi, kalau ada pendapat dari para kyai, kyai dari
manapun, itu tidak sah," tegasnya dalam acara seminar nasional di Hotel
Presiden, Selasa (17/7). Buyung mengatakan, paling tidak yang bisa
dilakukan kyai-kyai itu tidak lebih dari sekedar memberikan masukan.
Sedangkan masukan-masukan, tambahnya, bukan hanya dari kalangan NU saja.
Tetapi bisa dari mana saja agar bisa dijadikan perbandingan.
http://www.eramuslim.com/article/view/5512/

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke