`````````````````````````````````````````` Sari Berita : Selasa, 31 Juli 2001 ^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^^*^*^ > Prof. Takeshi Shirasi: Ruang Gerak Demokrasi Akan Semakin Menyempit > GUS DUR DIMINTA JADI SAKSI KASUS PAPUA MERDEKA > Posko Demokrasi Dibentuk di Ciganjur Dialog Jumat Tetap Dilanjutkan > 'Senjata untuk tembak Syafiuddin dimiliki TNI/Polri' > Srimulat Manggung di Gedung DPR ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Prof. Takeshi Shirasi: Ruang Gerak Demokrasi Akan Semakin Menyempit 31 Jul 2001 1:4:36 WIB ================= TEMPO Interaktif, Jakarta:Kecil kemungkinan proses demokratisasi akan berkembang di Indonesia dimasa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Hal ini bisa dilihat dari gaya kepemimpinan Mega yang cenderung tertutup bila dibandingkan dengan gaya pemerintahan Abdurrahman Wahid. Belum lagi kedekatan putri Bung Karno ini dengan militer. Demikian diungkapkan oleh Prof Takeshi Shiraishi kepada Tempo News Room, Senin malam (30/7) usai berbicara pada sebuah diskusi bertajuk 'Indonesia Terus Tidak Stabil: Sampai Berapa Lama ?' di Jakarta. Karena itu pengamat politik asal Jepang ini tidak menaruh banyak harapan terhadap berkembangnya proses demokratisasi pada pemerintah sekarang ini. "Saya bukannya pesimis tetapi tidak dapat berharap banyak apalagi dia belum teruji,"jelas Takeshi. Ia juga melihat bahwa performa politik Megawati cenderung mirip dengan pemerintahan Orde Baru. http://www.tempo.co.id/news/2001/7/31/1,1,2,id.html GUS DUR DIMINTA JADI SAKSI KASUS PAPUA MERDEKA Selasa, 31 Juli, 2001 8:57:06 AM ======================= Jayapura - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diminta untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan makar Papua Merdeka dengan tersangka lima tokoh Presidium Dewan Papua (PDP) yang kini tengah disidang di pengadilan. Ketua Tim Pembela HAM dan Keadilan Untuk Rakyat Papua, Abdul Rahman Upara SH, kepada pers di Jayapura, Selasa, mengatakan kasus dugaan makar Papua Merdeka terpulang kepada kebijakan Presiden Gus Dur yang memberikan izin atas sejumlah kegiatan Dewan Papua. Perijinan yang dilakukan mantan Presiden Gus Dur yaitu pengibaran bendera bangsa Papua `Bintang Fajar` bersamaan dengan bendera Merah Putih, meskipun posisi tiang lebih rendah dan ukuran bendera lebih kecil dari bendera Merah Putih. http://www.antara.co.id/berita.asp?id=14401 Posko Demokrasi Dibentuk di Ciganjur Dialog Jumat Tetap Dilanjutkan ===================== koridor.com [31 Jul 2001, 7:11] Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid tetap akan melanjutkan dialog jumatan setelah selesai melakukan cek kesehatan di Amerika Serikat. Dialog sekali sepekan tersebut akan dilakukan di kediaman pribadinya, Ciganjur Jakarta Selatan. Demikian dikemukakan mantan juru bicara Presiden, Adhie Masardhie kepada koridor.com dan Aksi ketika ditemui di kantor DPP PKB, Jakarta Senin (30/7). Di Ciganjur itu pula akan berdiri semacam Posko Demokrasi yang diakui Masardhie sekarangpun sudah mulai berjalan kegiatannya. Tapi bentuk aktivitasnya mungkin tidak seperti kegiatan mimbar bebas. Adhie mengaku, bersama dua teman sesama mantan jubir lainnya akan tetap ikut KH Wahid, karena mereka ingin memperjuangkan pikiran-pikiran Wahid. http://www.koridor.com/artikel.htm/115330 Selasa, 31/7/2001, 08:47 WIB 'Senjata untuk tembak Syafiuddin dimiliki TNI/Polri' Laporan Cahyo Agung Nugroho ====================== satunet.com - Kapuslapfor Mabes Polri, Brigjen Pol Hamim Suryaamidjaya, mengkonfirmasikan senjata yang digunakan pelaku penembakan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita berjenis Browning kaliber 9 mm. "Untuk senjata jenis ini hanya dimiliki TNI dan Polri," kata Hamim. Sebelumnya sempat disebutkan bahwa senjata tersebut berjenis FN. Secara fisik tampilan FN dan Browning memang serupa. http://www.satunet.com/artikel/isi/01/07/31/60263.html Srimulat Manggung di Gedung DPR Reporter: Arifin A ============ detikcom - Jakarta, Jika grup Lawak Srimulat nampang di televisi, itu sudah biasa. Tapi, kalau Srimulat manggung di gedung DPR, itu baru pertama kali. Rencananya, Srimulat akan manggung di Nusantara V, gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (31/7/2001). Acara yang dikemas dalam 'Syukuran SI MPR' ini akan dimulai pukul 19.00 WIB. Salah seorang panitia syukuran yang juga Ketua Fraksi Partai Bulan Bintang (FPBB) Ahmad Soemargono mengatakan, pentasnya Srimulat tersebut merupakan sumbangan dari Polda Metro Jaya. "Ini kan acara bersama-sama. Kalau Polda menyumbang Srimulat, apa harus kita tolak?" kata Soemargono. http://www.detik.com/peristiwa/2001/07/31/2001731-094600.shtml "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
