`````````````````````````````````````````` Sari Berita : Senin, 30 Juli 2001 ^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^^*^*^ > Pria Bersuara Berat Ancam Ledakkan STIE IBEK > Pasukan PBB Tembak Mati Anggota TNI Posisi di Wilayah RI, 20 M dari Batas > Mahfud MD Usulkan Pemutihan Kasus-kasus KKN > Penembakan Sadis Hakim Agung Syafiuddin Berkaitan Dengan Perkara > Powell: Hubungan Militer AS - RI Akan Dilanjutkan ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Pria Bersuara Berat Ancam Ledakkan STIE IBEK 30 Jul 2001 10:11:41 WIB ==================== TEMPO Interaktif, Jakarta: Ancaman bom kembali melanda di Jakarta. Seorang pria bersuara berat mengancam akan meledakkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Akuntansi dan Manajemen IBEK, Jalan Mandala 33 Tomang, Jakarta Barat pada pukul 11.00 WIB, Senin (30/7) pagi ini. Ancaman itu diterima pukul 08.30 oleh Trisye, panitia penerimaan mahasiswa baru melalui telepon. Dampak ancaman bom melalui telepon ini, menurut Pembantu Rektor III, HM Batubara membuat panik seisi gedung. Seluruh mahasiswa maupun karyawan di STIE IBEK sedang dalam proses evakuasi. Mengingat ancaman meledaknya pukul 11.00, masih ada waktu untuk mengevakuasi. "Saat ini sedang kami evakuasi, sambil menunggu aparat Polsek Tanjung Duren tiba," kata Batubara menginformasikan kejadian ini kepada Tempo melalui telepon. http://www.tempo.co.id/news/2001/7/30/1,1,1,id.html Pasukan PBB Tembak Mati Anggota TNI Posisi di Wilayah RI, 20 M dari Batas ========================== koridor.com [30 Jul 2001, 6:49] Jajaran Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Timor Timur (UN-PKF) dalam pertemuan koordinasi di Metamasin, Kovalima, Kabupaten Belu, NTT, Minggu, mengakui sebagai pihak yang menembak anggota TNI hingga tewas di kawasan tapal batas, Sabtu 28 Juli lalu. "UN-PKF mengaku melakukan penembakan itu, tetapi mengapa mereka menembak dan untuk apa anggota kita (TNI) berada di tempat itu, masih harus diselidiki bersama," kata Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan NTT-Timtim, Letkol Inf Magna Candra, di Atambua, seperti dilansir Media usai pertemuan itu. http://www.koridor.com/artikel.htm/115294 Mahfud MD Usulkan Pemutihan Kasus-kasus KKN 30 Jul 01 09:40 WIB (Astaga.com) ======================== BOLEH jadi ini bakal jadi kontroversial. Menteri Kehakiman/HAM demisioner Mohammad Mahfud MD mengusulkan pemutihan terhadap kasus-kasus KKN di masa lalu, demi kestabilan nasional. Alasan lain, menuntaskan KKN tidak akan pernah berhasil jika yang mengadili adalah maling juga. Ditemui saat ngobrol santai dengan kalangan wartawan sambil makan lesehan di Boulevard UGM, Yogyakarta, Minggu (29/7), Mahfud tampak berbicara lebih lepas dari biasanya. Termasuk soal kasus-kasus KKN masa lalu tadi. Menurutnya, untuk mewujudkan keadaan yang stabil di negeri ini, maka tak ada jalan lain kecuali dilakukan pemaafan massal. "Itu artinya pemutihan!" tegasnya. http://idlive1.astaga.com/warta/astaganaga/artikel.php?article_id=70975 PENEMBAKAN SADIS HAKIM AGUNG SYAFIUDDIN BERKAITAN DENGAN PERKARA Senin, 30 Juli, 2001 9:05:33 AM ======================= Medan - Penembakan secara sadis terhadap Hakim Agung, Syafiuddin Kartasasmita SH (61), Kamis, (26/7) pukul 08.30 Wib di Jalan Sunter Raya, Jakarta Utara, yang dilakukan oleh orang tidak dikenal, berkaitan dengan kasus perkara yang sedang ditangani oleh Syafiuddin. `Kelompok mafia pradilan tersebut, diperkirakan sudah cukup lama berencana untuk membunuh dan menghabisi Hakim Agung itu, karena, ia, tidak mau dipengaruhi dan disuap,` kata Pengacara, HMK.Aldian Pinem SH menjawab ANTARA di Medan, Minggu. Menurut Pinem, Syafiuddin adalah seorang Hakim Agung yang dikenal cukup gigih dalam menangani perkara-perkara kasus korupsi yang menonjol sedang terjadi di negara ini. http://www.antara.co.id/berita.asp?id=14209 Powell: Hubungan Militer AS - RI Akan Dilanjutkan Reporter: Rita Uli Hutapea ================== detikcom - Jakarta, Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkeinginan melanjutkan kembali hubungan militer dengan Indonesia menyusul terbentuknya pemerintah baru Indonesia di bawah pimpinan Megawati Soekarnoputri. Namun pemerintah AS juga mengingatkan pentingnya HAM ditegakkan di Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh Menlu AS Colin Powell, hari Senin (30/7/2001). "Kami ingin menjalin hubungan dengan militer Indonesia, namun kami juga ingin agar pelanggaran-pelanggaran HAM tidak terulang lagi," tukas Powell dalam sebuah wawancara televisi di Australia seperti dikutip Reuters. Bangsa-bangsa Barat, khususnya AS telah menghentikan sementara kerjasama militer dengan Indonesia yang meliputi latihan perang dan penjualan senjata/peralatan perang, menyusul terjadinya pertumpahan darah di Timor Timur setelah digelarnya referendum kemerdekaan tahun 1999 lalu. http://www.detik.com/peristiwa/2001/07/30/2001730-100720.shtml "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
