*************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
*************************
Salam sejahtera,
Mudah-mudahan pernyataan Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini
menjadi sebuah komitmen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang
rakyatnya sangat majemuk ini.
Salam,
Eskol Net

PPP Tak Lagi Permasalahkan Piagam Jakarta dan Gender
````````````````````````````````````````````
26 Jul 2001 14:20:46 WIB, TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ali Marwan Hanan,
mengklarifikasi
soal isu bahwa partainya masih mempermasalahkan soal Piagam Jakarta tentang
pemberlakuan syariat Islam serta masalah presiden perempuan. Ketika hendak
memasuki ruang rapat paripurna I Gedung Nusantara MPR/DPR, Kamis (26/7),
Ali
Marwan mengatakan bahwa PPP sudah sepakat bahwa pembukaan UUD 45 tidak akan
berubah serta tidak ada permasalahan gender untuk presiden.

Seperti diketahui, pada Pemilu 1999 PPP senantiasa memperjuangkan masuknya
Piagam Jakarta dalam Pembukaan UUD 45. Selain itu, ketika partai pemenang
pemilu, PDIP mencalonkan Megawati Sukarnoputri sebagai Presiden, PPP dengan
mengatasnamakan umat Islam menolak perempuan habis-habisan.

Ali Marwan menegaskan, sudah ada kesepakatan di dalam PPP tidak akan
mempermasalahkan Piagam Jakarta karena sudah sepakat dengan UUD 45. Dia
juga
mengaku sejak dulu PPP secara institusi tidak pernah menentang presiden
perempuan. "Waktu itu yang ada hanya wacana perorangan," jelas dia kepada
wartawan yang mengerumuninya saat pemungutan suara untuk Hamzah Haz sudah
mencapai 306 suara.

Ali Marwan juga meyakinkan bahwa Hamzah Haz dan Megawati dapat bekerjasama
dengan baik. Bahkan PPP akan mendukung pemerintahan Megawati hingga 2004
dengan segala kekuatan yang ada. "Nggak ada yang akan mengutak-utik Ibu
Mega," ujar Ali Marwan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR dari PDIP, Soetardjo Soerjoguritno,
mengungkapkan bahwa sudah ada komitmen dari Hamzah Haz dan PPP bahwa mereka
tidak akan memperjuangkan lagi soal Piagam Jakartaq, karena semuanya sudah
masuk dalam Pembukaan dan pasal 29 UUD 45. Bahkan, PPP pun sudah tidak
mempersoalkan lagi presiden perempuan.

Sementara itu anggota Fraksi Persatuan Pembangunan dengan sukacita
menyambut
wapres baru yang juga Ketua Umum DPP PPP itu. Pasalnya, sejak zaman Orde
Baru, PPP selalu mendapat posisi di nomor tiga dalam pemerintahan. Kini,
dengan perjuangan dan dukungan dari beberapa fraksi, PPP menjadi nomor dua
di negeri ini dengan suara mayoritas 340 suara.

Soetardjo mengaku Megawati sempat mengkhawatirkan masalah gender yang
pernah
menghentikan langkahnya untuk menuju RI-1 dua tahun lalu. Tapi kini,
Soetardjo menyatakan, ada jaminan dari PPP untuk tidak mempermasalahkan hal
itu lagi.[gp]

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke