INI PELAJARAN YANG BAGUS, MANGKANYA DIAPALIN NIH, BESOK UTK UJIAN.  
JANGAN LUPA RUMUSNYA DIINGET INGET Ek = 1/2 mv2,
AWAS JANGAN NYONTEK LHO...DOSA, KALO DOSA SEMANGKIN BIKIN RUWET  BANGSA KITA
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Dwidjo Suwignyo
Sent: Wednesday, June 07, 2006 3:36 PM
To: [email protected]
Subject: [ex-be2de] RE: Ada deh....

Subject: dibalik Gempa dan Merapi dia Yogyakarta

Saat terjadinya gempa besar kekuatan 9.0 skala Richter yang 26 Desember 2004 di Aceh, para ahli mulai mengamati lebih detail daerah tumbukan lempeng 'tripple junction', mulai dari sebelah barat Sumatera, selatan Jawa hingga Nusa Tenggara dan Utara Irian. Gempa yang menyebabkan terjadinya rekahan sebesar 1/3 pulau Jawa yang tenggelam dalam waktu sangat cepat, lebih cepat dari kedipan mata kita, menuntut 'kompensasi' baru. Volume 1/3 pulau Jawa yang 'tenggelam' dalam sekejap 'terpaksa' diisi oleh air laut yang ada, konsekwensinya, arus balik yang ada menghasilkan gelombang dasyat, tsunami. Bagi ahli geologi & geofisika, kejadian tersebut bukan lah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari rangkaian peningkatan aktifitas tektonik & vulkanik yang ada, persis seperti intro sebuah lagu.

'Keseimbangan' yang ada sebelumnya terpaksa 'direnovasi' setelah gempa tersebut, untuk membentuk 'keseimbangan' baru. Ibarat sekelompok anak yang bergandengan tangan membentuk lingkaran, saat salah seorang dari mereka keluar secara tiba-tiba, maka lingkaran yang ada menjadi kacau, perlu koordinasi & usaha untuk membuat lingkaran baru.

Maka, setelah gempa Aceh, tercatat rentetan peristiwa di 'jalur panas' Ring of Fire tersebut. Gempa Nias, gempa yang disusul dengan letusan G Talang & G Marapi di Sumatera barat, gempa di Bandung, peningkatan aktifitas vulkanik G Anak Krakatau hingga erupsi G Lokon di Sumbawa, merupakan 'usaha membentuk keseimbangan baru' tersebut.

Rangkaian usaha tersebut kemudian nyaris hilang dari ingatan kita karena maraknya PILKADA dan sejumlah isu lainnya, hingga akhirnya kita tersentak kembali dengan 'aksi solo' G Merapi di perbatasan Jateng-DIY. Hanya saja, bagi sebagian orang, 'improvisasi solo' G Merapi ini ditanggapi beragam, karena memang termasuk salah satu gunung api teraktif di dunia. Betul bahwa secara fisik, magma dalam tiap gunung api tersebut tidak selalu berhubungan langsung. Namun gunung-gunung tersebut berada pada satu lempeng benua yang saling bergerak. Pergerakan lempeng-lempeng tektonik tersebut diukur dengan cara menentukan titik-titik pada batuan yang dianggap stabil di sejumlah tempat. Di atas titik-titik itu dipasang alat ukur posisi yang amat teliti dengan perangkat Global Positioning System (GPS). Pengukuran ini memakan waktu setidaknya tiga kali 24 jam dan harus dilakukan serentak. Dengan pengukuran teliti ini, didapatkan koordinat yang kesalahan relatifnya kurang dari 5 milimeter.

Beberapa tahun kemudian, dilakukan pengukuran ulang di tempat yang sama dengan metode serupa. Dari dua koordinat beda waktu ini, didapatkan data adanya pergerakan lempeng benua beberapa centimeter per tahun.

Kemudian pada pengukuran ketiga, didapatkan arah dan kecepatan gerakan lempeng benua tadi. Karena penelitian geodinamika ini dilakukan di seluruh dunia, maka didapatkanlah peta pergerakan lempeng benua. Lempeng ini bergerak beserta seluruh mahluk di atasnya, termasuk gunung-gunung. Dalam Qur'an tertulis:


Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.(QS 27 - an-Naml:88).

Akibat dari pergerakan sebuah benda adalah hadirnya Energi Kinetik, yang sebanding dengan massa (m) & kecepatan (v) pergerakannya, Ek = ½ mv2. Jika kita amati sebuah peluru yang ditembakkan, massa peluru
tentu terlalu kecil, tapi dengan kecepatannya yang tinggi plus dipangkat duakan, maka energi yang dihasilkan cukup dasyat. Sebaliknya, dalam pergerakan lempeng-lempeng tektonik ini, kecepatan yang berkisar 5-12 cm/tahun tentu nyaris tak berarti, walaupun dipangkat duakan. Tetapi, untuk lempeng tektonik seukuran benua yang bergerak, massa menjadi sangat berpengaruh. Dengan ketebalan kurang-lebih 20-30 Km, energi kinetik yang dihasilkan jauh lebih dasyat dari peluru senapan tadi. Pergerakan terus terjadi membuat energi yang ada berusaha mencari 'saluran pelepasan' sesuai dengan 'Hukum Kekekalan Energi' bahwa energi tidak dapat diciptakan & tidak dapat pula dimusnahkan, hanya berubah bentuk ke energi lainnya. Sebagian energi yang ada menghasilkan energi panas yang membuat sebagian lempeng yang menghunjam ke bawah menjadi cair menghasilkan magma. Magma yang ada kemudian menerobos ke atas menghasilkan erupsi vulkanis, baik yang melaui kepundan gunung api seperti Merapi, atau hanya melalui rekahan saja seperti lazimnya di Hawaii. Lantas, energi panas yang dilepas tadi sebagian menghasilkan arus konveksi di dalam lapisan mantel bumi. Arus inilah yang kemudian kembali menggerakan lempeng-lempeng tektonik raksasa tadi. Sebuah silkus keseimbangan yanng mengagumkan:

" Rabbana ma kholaqta haza batila..'' ,

"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.." (QS Ali Imran 191)

lantas bagaimana dengan sebagian energi lainnya? Terkadang energi ini tertahan bertahun-tahun. Artinya, ketika geodinamika mencatat pergerakan yang melambat, atau bahkan terhenti, maka kita justru harus curiga. Ketika elastisitas material di dalam bumi tidak sanggup lagi menampung energi yang tertahan ini, dia bisa "beralih" dalam bentuk gempa tektonik mendadak yang sangat berbahaya (apalagi bila terjadi di laut dan menyebabkan tsunami), atau dalam bentuk muntahan material (magma) lewat gunung-gunung berapi di perbatasan lempeng. Kalau teratur, muntahan itu bisa dikendalikan dalam bentuk energi panas bumi, namun sebagian besar keluar tak terkendali dalam bentuk awan panas, lava pijar atau hujan abu.

Yang jelas, mekanisme ini sepertinya memang sengaja didesain untuk menjaga stabilitas energi geodinamik. Dalam Qur'an tertulis:

"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu" . (QS 16 - an-Nahl: 15).

Indonesia "beruntung" berada di perbatasan tiga lempeng utama, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia (termasuk Samudra Hindia) dan lempeng Eurasia. Dari data seismik dan vulkanik ratusan tahun, dunia juga mencatat adanya dua "cincin api" (Ring of Fire) yang terbentang mengelilingi Samudra Pasifik dan mengikat dari Nusa Tenggara ke Himalaya sampai kawasan Mediterania di Eropa. 90% gempa dan 81% gempa terbesar dicatat di cincin api ini.

Hebatnya lagi: dua cincin api ini bertemu di Indonesia. Kita memang berada di kawasan terpilih! Mestinya, kita justru memiliki kemampuan 'berkomunikasi' dengan alam lebih baik daripada penduduk di lokasi lain. Sayangnya, jangankan berkomunikasi dengan mahluk-mahluk tersebut, berhubungan dengan sesama kita saja kadang masih mengalami banyak kesulitan, belum lagi ditambah 'embel-embel baju & bendera' yang berbeda'. Sehingga wajar saja jika kemudian kita pun keliru dalam menterjemahkan isyarat' dari lingkungan kita.

Dua hari sebelum terjadinya gempa Bantul, saya sempat tercengang mendengar cerita istri yang menyaksikan liputan khusus CNN tentang fenomena Merapi. Jika hanya 'atraksi wedhus gembel' tentunya bagi saya itu hal biasa. Tapi mengapa CNN menayangkannya dalam liputan khusus bertajuk "Magic Behind Merapi Volcano"? Liputan tersebut didahului oleh tayangan orang yang sholat, lalu keyakinan penduduk bahwa Merapi tidak akan menyakiti mereka. Penduduk Yogya lebih yakin lagi bahwa mereka dilindungi oleh Keraton, sehingga walau Merapi meletus sekalipun, mereka yakin tidak akan terkena dampak dari letusannya. Ini karena keyakinan 'Trinitas: Laut Selatan-Keraton-Merapi'.
Selanjutnya, muncul serombongan artis yang membawa sesaji yang akan dipersembahkan ke Merapi, dipimpin oleh seorang tokoh paranormal.

Masyarakat kita memang sedang sakit, sakit luar dalam. Secara fisik hidup dalam kondisi dimana
nyaris semua kebutuhan terpaksa 'di adjust' mengikuti arus permainan kapitalis. Tekanan fisik membuat beban mental bertambah yang sayangnya justru sebagian besar memilih shortcut, jalan pintas tadi. Mengesampingkan akal & menisbihkan logika yang ada. Kembali ke fenomena tektonik, perubahan-perubahan yang ternyata menjadi 'sarana' untuk mendaur ulang. Ya, daur ulang tanah pertanian yang mulai jenuh dengan bahan-bahan sintesis, daur ulang mineral-mineral berharga seperti emas, besi dan lain-lain, termasuk memberikan jalan kepada emas hitam, minyak bumi, untuk mendekati permukaan Semuanya untuk kemakmuran kita. Lahan pertanian menjadi lebih subur, dan potensi mineral & migas menjadi lebih mudah & murah untuk ditambang. Hanya saja, jika proses 'mengolah & menambang' potensi alam tersebut dilakukan dengan cara yang keliru, maka fenomena tektonik & vulkanik ini juga menjadi sarana 'daur ulang manusia di sekitarnya'.

"Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk
menggantikan kamu)". (QS. 35 - al-Faatir:16)


Silahkan manfaatkan 'peluang gemilang' belajar berkomunikasi dengan 129 gunung api yang ada plus 'native speaker' triplle junction pembentuk Ring of Fire. Sinyal bersahabat telah diulurkan lewat wedhus gembel dan gempa Bantul. Jangan sampai kita salah menangkap & mengartikan sinyal tersebut, terlebih jika yang kita baca ternyata 'false signal'. Khawatir sinyal sebenarnya yang menjadikan kita obyek 'daur ulang' dari rangkaian proses ini. Ucapan terimakasih kepada saudara-saudara kita syuhada Bantul karena atas 'jasa' mereka kita masih diberi pengajaran & diasah sensitifitasnya. Sambil membantu korban semampunya, jangan lupa juga melakukan 'kalibrasi' terhadap sinyal-sinyal alam tadi. Gempa Bantul merupakan akibat dari tumbukan lempeng tektonik yang membentuk palung Jawa. Berada di Selatan Jawa. Letaknya yang 'di selatan' bukan karena itu 'peringatan dari Penguasa Pantai Selatan'. Nggak ada hubungannya sama sekali. Saya malah pingin tau, jangan-jangan Nyi loro Kidul juga termasuk korban dalam gempa kali ini, hanya saja tidak ada yang meliput akibat gempa 'di wilayah teritorialnya' ini.

Wallahu 'alam bishowab.

 

 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of kangucup
Subject: balesan oom riyanto.... Re: [ex-be2de] FW: SErem juga nih......:

ada deh....

 

__._,_.___

************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe    : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe  : [EMAIL PROTECTED]
* List owner   : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************





SPONSORED LINKS
Internet banking Banking Banking software
Mortgage banking Offshore banking Banking account


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke