Kepada rekan-rekan
milist,
Saya membaca artikel terlampir terbitan harian
Kompas tertanggal 25/06/05 yang menyoroti kinerja Bea dan Cukai di Tanah Air.
1. System atau mekanisme semacam apa yang dapat
memproteksi agar tidak terjadi hal yang memalukan dan merugikan negara
semacam ini? ini adalah salah satu penyebab kita tidak memiliki
daya saing dipasaran global maupun regional.
Tentu saja tak perlu malu di
negri sendiri lagian kemaluan kita terasa sudah
mengerucut, juga negara tidak pernah merasa rugi koq bukankah
kita menganut sistim demokratis sama sekali dimana
negara menjamin kebebasan pejabat negara untuk menikmati dan memanfaatkan kedudukannya seluas-luasnya à Off the record yg pasti rugi
adalah rakyat jelata dg berkurang kesejahteraan (dengar pendapat dg DPRJelata)
Cara memproteksi à tegakkan aturan hukum, UU korupsi direvisi hukumannya ; korupsi > 100 milyard : hukuman mati pelan-pelan, 1-100 Milyard : hukuman mati (boleh pelan
boleh cepat, memilih sendiri), < 1 Milyard : 20 th + hukuman cambuk (hukuman seumur hidup tidak diperlukan
lagi karena penjara malah jadi penuh dan
memberatkan APBN)
Saya sedang berpikir
apakah perlu diadakan studi banding masuk penjara 3-10 hari untuk setiap
pejabat terutama eselon 1-4 dan hakim (bukan hakim garis) juga CEO + dirut BUMN dan bila perlu
penyegaran setiap tahunnya, untuk pembekalan diri agar berpikir ekstra teliti dan hati-hati
sebelum korup (sebatas wacana)
2. Apakah pendidikan dan pendekatan moral mampu
meruntuhkan tatanan kebobrokan ini?
Tentu saja mampu, lha kalau nggak
mampu trus gimana ?
Karena agama dan moral sumber
inspirasi paling dasar bagi individu dan penegakan hokum
Rasulullah bersabda : Yang menyuap dan yang disuap masuk neraka (semoga 30 % diantara kita selalu terjaga langkahnya setiap teringat ini)
Mohon masukan
dari rekan-rekan, bagaimana mana kami sebagai practioner menyikapi kondisi
yang demikian.
Tentu saja sewajarnya
dalam menyikapi.
Dirjen bea cukai saja menghimbau kepada pengguna jasa untuk tidak
memberi sesuatu dan menolak bila
diminta sesuatu oleh oknum, kalau
terjadi hambatan lapor ke dia
à nah sudah
cukup jelas khan ?
Tentu saja ini hanya sebatas masukan semoga bisa masuk sekali
Jadilah intan ditengah jelaga hitam, karena intan selamanya tetap intan, jelaga hitam akan hilang bersama
datangnya malam ….
Salam,
Agung Juga
|