Mas Agung Hendarto,

Terimakasih atas masukanya, sangat menarik dengan penggunaan gaya bahasa yang lugas dan mudah dimengerti.

Tapi ngomong-ngomong studi bandingnya kok cuman masuk penjara 3 - 10 hari, kenapa nggak nyoba yang lain seperti yang disarankan, contohnya hukuman mati tentunya jangan sampe mati, 1/2 mati okelah wong namanya studi banding ya nggak? atau cambuk ya nggak perlu pake rotan, pake pecutnya jaran (kuda) cukup lah, yang penting terasa clekit-clekit kerih gimana ... gitu loh. 

Trus, sesuai ajaran Rosululloh yang menyuap dan disuap sama-sama masuk neraka, yang dido'a in mas Agung kok cuman 30% aja ya? kok nggak 100% sih? pelit amat.

Salam,

Sesama Agung



Hendrato Agung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Saya coba jawab daripada tidak dijawab sama sekali,

 

Kepada rekan-rekan milist,

Saya membaca artikel terlampir terbitan harian Kompas tertanggal 25/06/05 yang menyoroti kinerja Bea dan Cukai di Tanah Air.

 

Yang menjadi pertanyaan:

1. System atau mekanisme semacam apa yang dapat memproteksi agar tidak terjadi hal yang memalukan dan merugikan negara semacam ini? ini adalah salah satu penyebab kita tidak memiliki daya saing dipasaran global maupun regional.

 

Tentu saja tak perlu malu di negri sendiri lagian kemaluan kita terasa sudah mengerucut, juga negara tidak pernah merasa rugi koq bukankah kita menganut sistim demokratis sama sekali dimana negara menjamin kebebasan pejabat negara untuk menikmati dan memanfaatkan kedudukannya seluas-luasnya à Off the record yg pasti rugi adalah rakyat jelata dg berkurang kesejahteraan (dengar pendapat dg DPRJelata)

 

Cara memproteksi à  tegakkan aturan hukum, UU korupsi direvisi hukumannya ; korupsi > 100 milyard : hukuman mati pelan-pelan, 1-100 Milyard : hukuman mati (boleh pelan boleh cepat, memilih sendiri), < 1 Milyard : 20 th + hukuman cambuk (hukuman seumur hidup tidak diperlukan lagi karena penjara malah jadi penuh dan memberatkan APBN)

 

Saya sedang berpikir apakah perlu diadakan studi banding masuk penjara 3-10 hari untuk setiap pejabat terutama eselon 1-4 dan hakim (bukan hakim garis) juga CEO + dirut BUMN dan bila perlu penyegaran setiap tahunnya, untuk pembekalan diri agar berpikir ekstra teliti dan hati-hati  sebelum korup (sebatas wacana)

 

2. Apakah pendidikan dan pendekatan moral mampu meruntuhkan tatanan kebobrokan ini?

 

Tentu saja mampu, lha kalau nggak mampu trus gimana ?

Karena agama dan moral sumber inspirasi paling dasar bagi individu dan penegakan hokum

Rasulullah bersabda : Yang menyuap dan yang disuap masuk neraka (semoga 30 % diantara kita selalu terjaga langkahnya setiap teringat ini)

 

Mohon masukan dari rekan-rekan, bagaimana mana kami sebagai practioner menyikapi kondisi yang demikian.

 

Tentu saja sewajarnya dalam menyikapi.

Dirjen bea cukai saja menghimbau kepada pengguna jasa untuk tidak memberi sesuatu dan menolak bila diminta sesuatu oleh oknum, kalau terjadi hambatan lapor ke dia à nah sudah cukup jelas khan ?

 

Tentu saja ini hanya sebatas masukan semoga bisa masuk sekali

Jadilah intan ditengah jelaga hitam, karena intan selamanya tetap intan, jelaga hitam akan hilang bersama datangnya malam ….

 

Salam,

Agung Juga

 

Salam,

Agung

 


Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football


This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by MailMarshal - For more information please visit www.marshalsoftware.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Kirim email ke