VCD Penistaan Agama Meresahkan        

      Tuesday, 03 April 2007  
      Batu-Surya
      Beberapa minggu terakhir ini warga Malang Raya diresahkan beredarnya VCD 
bertema penistaan agama yang dilakukan salah satu lembaga. VCD itu merekam 
aktivitas sekitar 30 orang yang melakukan ritual khusus. Penampilan peserta 
seperti terekam dalam VCD cukup beragam. Peserta laki-laki ada yang memakai 
sarung dan ada juga yang memakai celana. 

      Sementara, peserta perempuan sebagian terlihat memakai jilbab. Selama 
durasi 60 menit lima detik itu tergambar aktivitas kelompok yang dikomando 
seorang pemimpin. Setelah memberi pengarahan dan instruksi, sang pemimpin lalu 
mengangkat Alquran dan mengarahkan peserta lain untuk berdiri melingkar.

      Beberapa menit mengangkat kitab suci itu, sang pemimpin meletakkan 
Alquran di lantai. Peserta yang mengitarinya mengeluarkan dialog tertentu. 
Sayangnya, dialog tidak terekam jelas. Di belakang mereka, terpampang tulisan 
Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) sebagai penyelenggara. Kegiatan 
ini dilakukan di salah satu hotel di Kota Batu mulai 17-20 Desember 2006. 
      Saat ini, kasus tersebut ditangani Polwil Malang. Kapolwil Malang, Kombes 
Pol M Amin Saleh mengimbau agar warga tidak mudah terpancing dengan peredaran 
VCD itu. "Bisa jadi, VCD ini sengaja disebarkan para provokator yang sengaja 
ingin merusak keutuhan umat. Kasus ini sudah kami koordinasikan dengan 
pemerintah daerah Malang Raya," katanya usai mengikuti acara Silaturahmi 
Muspida Koordinator dengan semua elemen masyarakat di ruang Bina Praja, Pemkot 
Batu, Selasa (3/4).

      Saat ini, Polwil Malang telah memeriksa sekitar lima orang lebih peserta 
yang tergabung dalam forum itu. Kapolwil berpesan agar warga Batu berhati-hati 
terhadap ulah orang asing yang sengaja masuk ke Batu dengan tujuan mengganggu 
ketentraman warga. 

      Ketua Umum Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) Kota Batu, Micha NL Tobing 
mengatakan sudah membuat keputusan bersama terkait kasus ini untuk menepis 
anggapan bahwa kegiatan itu sengaja dilakukan kaum nasrani, seperti tercantum 
di VCD."Kami sangat menyesalkan beredarnya VCD ini. Karena itu, pengusutan 
kasus ini kami serahkan sepenuhnya ke aparat keamanan," bebernya. st25 
      suryaonline.com 


Pengurus Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Kamis (5/4/2007), mendatangi 
Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, untuk meminta maaf atas beredarnya VCD di kota 
Batu, Malang yang sempat meresahkan umat Islam di sana. 
Meskipun PGI tidak terlibat, namun Ketua PGI AA Yewangoe menyatakan pihaknya 
sangat menyesalkan kejadian tersebut. 

"Pimpinan gereja-gereja di Indonesia  mengharapkan agar peristiwa tersebut 
tidak menciderai hubungan antar umat beragama di Indonesia. Kami meminta 
pejabat berwenang untuk memproses mereka yang terlibat  dalam kegiatan tersebut 
secara hukum," sebut Yewangoe, dalam pernyataan tertulisnya, yang dibagikan 
kepada wartawan di Kantor PBNU, di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Rabu 
(5/4/2007). 

Menanggapi hal itu, Hasyim meminta agar umat beragama menjaga umatnya 
masing-masing dari tindakan radikalisme. "Umat beragama jaga umatnya 
sendiri-sendiri, kalau ada radikalitas harus dijaga sendiri-sendiri," ujar 
Hasyim, seraya menambahkan bila ditemukan adanya provokator, agar tidak 
ditimpakan kepada umat.   

"Ada kelompok anak-anak Kristiani yang melakukan sesuau yang dirasa melukai 
umat Islam, lalu direkam di VCD dan beredar dimana-mana. Ketika saya 
mendengarnya, saya langsung meminta kepada Kapolwil Malang untuk mengamankan. 
PWNU juga sudah saya perintahkan, "ujar Hasyim. 

Suasana Kota Batu sempat tegang, menyusul beredarnya VCD tersebut. SINDO 
(Sabtu, 31/3/2007) melaporkan,  VCD itu sudah beredar sejak tiga bulan terakhir 
di sana. VCD itu bertajuk training doa bersama LPMI Wilayah Jatilira, di salah 
satu hotel kelas melati di Kota Batu 17-21 Desember tahun lalu. 

Di dalamnya, terlihat semua peserta training berpakaian ala muslim, yakni 
berjilbab, berpeci, bahkan sebagian mengenakan sorban. Namun, dengan diiringi 
alunan musik, mereka menyanyikan puji-pujian ala agama Nasrani. Selanjutnya, 
dilakukan kegiatan Muhasabah yang diiringi dengan tangis-tangisan disertai 
pembacaan doa oleh orang yang diduga pendeta. 

okezone.com

Attachment: pdf_button.png
Description: PNG image

Attachment: printButton.png
Description: PNG image

Attachment: emailButton.png
Description: PNG image

Kirim email ke