Dari seorang teman,,,,, semoga kita bisa mengendalikan nafsu amarah kita
______________


''Bukanlah orang yang kuat itu adalah seorang pegulat, namun yang disebut orang 
kuat adalah mereka
yang bisa mengendalikan amarahnya.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Empat belas abad yang lalu Rasulullah SAW secara tegas telah menyebutkan bahwa 
seorang pemarah
merupakan seorang yang lemah. Lemah mengandung arti baik secara fisik ataupun 
mental. Menurut ahli
kesehatan jiwa, Dr Guy A Pettitt, dalam artikelnya Forgiveness and Health, 
secara fisik marah yang
berkepanjangan berdampak pada stres dan urat-urat menjadi tegang. Akibatnya, 
akan timbul rasa sakit
di bagian leher, punggung, dan lengan.

Begitupun sirkulasi darah ke jantung dan anggota tubuh lainnya menjadi 
terhambat, sehingga kandungan
oksigen dan nutrisi dalam sel berkurang, pecernaan dan pernapasan juga akan 
terganggu. Sistem
kekebalan tubuh pun melemah, sehingga tubuh menjadi sangat rawan terserang 
penyakit.

Secara mental, marah berdampak sangat fatal terhadap kejiwaan seseorang, karena 
dengan marah,
terkadang seseorang tidak bisa mengontrol diri. Sehingga, sangat memungkinkan 
untuk berbuat sesuatu
di luar kendalinya, seperti mencaci, memukul, bahkan mungkin membunuh.

Allah SWT mengajarkan kepada hambanya untuk bersikap gampang memaafkan 
kesalahan seseorang,
sebagaimana Allah SWT sangat gampang mengampuni dosa-dosa hambanya. Malah, 
Allah SWT mencela orang
yang suka marah dengan menyebutnya sebagai orang bodoh. Sebagaimana firman-Nya, 
''Jadilah pemaaf dan
suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang 
bodoh.'' (QS
Al-A'raf [7]:199).

Dr Frederic Luskin dalam bukunya Forgive for Good sebagaimana yang dikutip 
Harun Yahya, menjelaskan
sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. 
Buku tersebut
memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran 
seperti harapan,
kesabaran, dan percaya diri, sehingga akan mengurangi kemarahan, penderitaan, 
lemah semangat, dan
stres.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, ''Tidaklah kelemahlembutan itu 
berada pada sesuatu
kecuali akan membuatnya indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan 
menjadikannya
jelek.'' (HR Muslim). Maka, kalau ingin hidup sehat, jadilah seorang pemaaf. 
Wallahu a'lam bi ash-Shawab. 

Kirim email ke