Bettuulll maas... Core saja, kan jdi bs tau minerallnya, siapa tau ada endapan mineral ekonomi di dalamnya.. Hahahahaha...
Salam On Tuesday, November 20, 2012, Aveliansyah wrote: > wah rame, > thanks buat semua responnya. :) > > Okelah, teori yang kawan-kawan sampaikan disini semuanya benar, memang > seperti itulah teori yang kita dapatkan di bangku kuliah. > apapun itu namanya, yang paling penting adalah prosesnya (IMHO). > > Kita bercerita tentang material vulkanik yang diendapkan melalui proses > epiklastik (sedimentary process) yang diinterpretasikan terjebak bersama > calcareous fragment, indikasinya apa? pertama batuan ini sangat keras > (densitasnya tinggi), yang kedua, batuan ini memiliki indikasi keberadaan > limestone di deskripsi cutting-nya, yang ketiga beberapa feet dibawah > interval ini kita temukan beberapa coal seam, sehingga secara fasies > asosiasi juga gak salah-salah amat (bisa jadi yang diatas itu delta front > limestone). yang jelas kita bisa mulai meraba lingkungan-lingkungan > pengendapan pada kala eosen-oligosen tersebut, yang semula kita dibutakan > dengan tuff! sekarang sudah bisa meraba kira-kira lingkungannya dimana. > > Atson et al, 2000 menyebutkan bahwa penamaan tuffaceous limestone > (volcanic content up to 50%) sah-sah saja. Kalaupun ingin mengacu ke diktat > kuliah kita, ya harusnya ini menyebutnya *calcareous* saja, karena kalo > limestone harus 90% karbonatnya. yang bener mana? apakah ini allochtotonous > atau autochtonous, ya ndak tahu, wong ndak liat batunya langsung. > Kapan-kapan kita coring deh hehe.. > > salam sayang selalu (khas bombom) > Avel > -- Tatzky Reza Setiawan Exploration Geologist +62 821 361 253 14 Email : [email protected] Email : [email protected]
