wah rame, thanks buat semua responnya. :) Okelah, teori yang kawan-kawan sampaikan disini semuanya benar, memang seperti itulah teori yang kita dapatkan di bangku kuliah. apapun itu namanya, yang paling penting adalah prosesnya (IMHO).
Kita bercerita tentang material vulkanik yang diendapkan melalui proses epiklastik (sedimentary process) yang diinterpretasikan terjebak bersama calcareous fragment, indikasinya apa? pertama batuan ini sangat keras (densitasnya tinggi), yang kedua, batuan ini memiliki indikasi keberadaan limestone di deskripsi cutting-nya, yang ketiga beberapa feet dibawah interval ini kita temukan beberapa coal seam, sehingga secara fasies asosiasi juga gak salah-salah amat (bisa jadi yang diatas itu delta front limestone). yang jelas kita bisa mulai meraba lingkungan-lingkungan pengendapan pada kala eosen-oligosen tersebut, yang semula kita dibutakan dengan tuff! sekarang sudah bisa meraba kira-kira lingkungannya dimana. Atson et al, 2000 menyebutkan bahwa penamaan tuffaceous limestone (volcanic content up to 50%) sah-sah saja. Kalaupun ingin mengacu ke diktat kuliah kita, ya harusnya ini menyebutnya *calcareous* saja, karena kalo limestone harus 90% karbonatnya. yang bener mana? apakah ini allochtotonous atau autochtonous, ya ndak tahu, wong ndak liat batunya langsung. Kapan-kapan kita coring deh hehe.. salam sayang selalu (khas bombom) Avel
