Dear all, Pada rentang tanggal 28 Februari - 4 Maret 2016 kemarin FGMI telah melakukan survey online mengenai dampak turunnya harga migas terhadap karir para geosaintis muda di Indonesia. Survey tersebut melibatkan 62 responden, dengan rentang usia 21-32 tahun, dan pengalaman kerja 1-8 tahun.
Tim Litbang FGMI sudah mendiskusikan hasil survey tersebut, dan berikut adalah poin-poin kesimpulannya: 1. Bulan lalu harga minyak dunia sudah menyenntuh angka $33/barel, ini adalah angka terendah dalam kurun 15 tahun terakhir. 2. Kondisi ini membuat industri migas menjadi lesu. Mayoritas pekerja di oil service company merasakan bahwa load pekerjaan mereka menjadi berkurang, sedangkan beberapa dari mereka yang kerja untuk perusahaan migas merasakan bahwa load pekerjaan mereka malah bertambah meskipun tidak ada pemboran, momen tersebut dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan internal study dan merapihkan database. 3. 66% responden kami menginformasikan bahwa kondisi ini telah mengakibatkan banyaknya lay off para karyawan di perusahaan tempat mereka bekerja, khususnya mereka yang bekerja di perusahaan oil service company, dan tidak sedikit pula yang bekerja di oil company. 4. Untuk mereka yang bertahan di perusahaan, 62% responden kami mengatakan bahwa tidak ada pengurangan gaji dan benefit, sedangkan 35% lainnya mengatakan bahwa gaji dan benefit nya berkurang (bonus, kursus, dll). 5. 84% responden kami mengatakann bahwa dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, tidak ada lowongan pekerjaan geologi dan geofisika di tempat kerja mereka. 6. 63% responden kami mengatakan bahwa berwirausaha adalah solusi yang paling tepat untuk menghadapi kelesuan industri ekstraksi saat ini, 28% lainnya memilih untuk pindah ke industri lain, 7% masih melihat dan menunggu kondisi membaik, dan 4% lainnya memilih untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Adapun implikasi dari kondisi ini akan mengakibatkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Adanya "gap generation" untuk industri migas di masa yang akan datang, dimana generasi lulusan tahun 2014-20?? akan menjadi produk yang sangat langka, sehingga pada saat generasi sebelum <<2014 ini memasuki usia pensiun, para penggantinya masih terlalul minim pengalaman untuk menggantikan para senior mereka. 2. Industri ekstraksi lain (tambang) yang sudah lebih dulu terpuruk membuat para fresh graduated geologi dan geofisika semakin tidak memiliki banyak pilihan untuk meneruskan karirnya. 3. Munculnya kampus-kampus geologi baru yang saat ini sudah mencapai 28 kampus semakinn membuat supply SDM lebih banyak dibandingkan dengan demand industri migas dan tambang itu sendiri yang selama ini merupakan penyerap tenaga geologi terbesar 4. Peningkatan kompetensi para geosaintis muda juga terhambat karena mayoritas perusahaan migas memangkas jatah kursus peningkatan kompetensi untuk karyawan mereka. Dari kesimpulan dan implikasi tersebut, FGMi memiliki beberapa rekomendasi sbb: 1. FGMI merekomendasikan agar setiap perusahaan migas dan mining wajib membuka lowongan magang untuk para fresh graduated, sehingga bagi mereka yang memiliki passion yang bersar terhadap industri migas dan mining ini masih bisa tertampung dan mengembangkan diri disana, 2. Memanfaatkan kondisi lesu seperti ini, FGMI mendorong agar pemerintah menggalakkan proyek-proyek penelitian tentang eksplorasi energi dengan melibatkan para geosaintis muda, sehingga mereka yang terkena dampak lay off ini masih bisa mendayagunakan ilmu dan pengalaman mereka untuk kemajuan eksplorasi di indonesia. 3. FGMI merekomendaskan agar setiap kampus menanamkan spirit geopreneurship terhadap para mahasiswanya, agar mereka tidak hanya dididik menjadi lulusan yang siap kerja akan tetapi juga siap untuk membuka lapangan pekerjaan. 4. Selain itu, setiap kampus diharapkan memperkuat kembali bidang geologii kelautan, geologi teknik, dan geologi lingkungan sehingga diharapkan para luulusan geologii siap untuk mengisi program pembangunan pemerintah saat ini. Ini harus didukung oleh asosiasi profesi terkait, sehingga bagi kampus yang tidak memiliki ahli dibidang tersebut dapat dengan mudah mendatangkan para pakarnya dari asosiasi profesi ke kampus mereka. 5. Untuk peningkatan kompetensi para geosaintis muda, FGMI akan rutin mengadakan kegiatan sharing knowledge (ESK) ataupun mini kursus yang diharapkan dapat menggantikan peran peningkatan kompetensi (kursus) yang dippotong oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Tidak hanya tema technical geology, akan tetapi juga tema-tema geopreneurship. Hasil survey dan rekomendasi ini akan coba kami bawa ke beberapa lembaga/ instansi/ asosiasi lain yang terkait, sehingga suara kita para geosaintis muda dapat didengar oleh mereka. Kami sudah melayangkan surat ke Komite Eksplorasi Nasional (KEN) untuk melakukan audiensi dalam waktu dekat. Jika ada saran dan pemikiran lain dari teman-teman semua, silahkan sampaikan di milist ini, mari menjadi bagian dari solusi. salam, Avel -- Milis FORUM GEOSAINTIS MUDA INDONESIA Website - http://fgmi.iagi.or.id Forum FGMI - http://forum.iagi.or.id Perpanjangan iuran keanggotaan - http://fgmi.iagi.or.id/konfirmasi * Untuk bantuan terkait milis silakan email ke [email protected]
