> Dari argumen dan alasan-alasan yg saya tangkap tergambar keraguan akan masa depan kita bangsa ini untuk mampu jadi salah yg terdepan dalam percaturan global .. Keraguan bahwa kita ngak mungkin jadi sebuah super power utama tersebab ketertinggalan disegala bidang terutama Pendidikan dan Pertumbuhan ekonomi,Iptek, kecerdasan dst..dst..
# Mungkin begitu. Bagi saya penting untuk membedaken apa yang PERLU dan INGIN kita lakuken. Menjadi super power adalah keinginan, tetapi apa perlu? > Maka konklusi saya: peradaban sekarang yg liberal kapital perlu diganti dgn peradaban nilai ketimuran yg menjunjung kesederhanaan, sosialistis dan spiritualist� Maka argumen saya adalah ada peluang untuk mengganti kekeliruan barat yg telah salah arah.. Peluang itu ada di Timur bukan lagi dibarat( eropa dan America)� # Apakah `sederhana, sosialis & spiritualist' pasti lebih baik? Jangan2 itu hanya baik di-angan2. Ketika dieksekusi hasilnya lebih mengecewaken? Kita tak hendak mempertahanken suatu sistim atau status quo tetapi bersikap kritis : apa bener itu lebih baik? Penganjur komunisme <dulu> bilang bahwa komunisme lebih baik, nyatanya lebih buruk. Siapa yang menentuken sistem mana yang lebih baik? Pada akirnya, `pasar' yang menentuken. Sialnya, pasar ndak dijamin lebih bener. > Pancasila yg dasar filsafat kita punya sintesa antara Timur dan Barat� artinya secara weltanschauung ( world view)atau Pandangan Dunia , kita bangsa ini telah punya yaitu Pancasila .. persoalannya tinggal bagaimana kita memanfaatkan pandangan dunia yg kita anut? Bagaimana menjabarkan prinsip ekonomi Pancasila yg berkeadilan sosial dgn semangat keberagaman Pendapat dan aliran( pluralisme)� # Yhak, kesulitan ada pada tingkat eksekusi. Pancasila sudah cukup baik dijadiken landesan RI. > Kunci permasalahan bukan pada sumber daya alam , juga bukan pada posisi geografis dan jumlah penduduk yg banyak, tapi pada manusianya.. sebab dalam sejarah terbukti semua bangsa yg pernah jadi super power dunia tidak mengandalkan pada sumber daya alam tapi orang-orangnya yg proaktif dan agressif juga ekspansive berikut falsafah fikirnya� # Sebaiknya lebih spesifik apa yang dimaksud dengan `orang'? Apakah seorang/sekelompok pemimpin atau bangsa? Pada kasus Mongolia & Makedonia, maka faktor pemimpin besar pengaruhnya. Ketika pemimpin itu tiada, maka bangsa itu lenyap dari sejarah. Pada kasus Jerman, ada faktor Hitler yang membangkitken Jerman. Tetapi tiadanya Hitler tidak membuat bangsa Jerman memble. Kasus2 Empero Romawi, Otoman, Kesultanan Bagdad dll menunjukken adanya faktor kepemimpinan. Bangsa Jepang menunjukken bahwa mereka ndak begitu tergantung pada faktor kepemimpinan. Bagaimana dengan RI? Dengan segala kekurangannya RI pernah memiliki pemimpin andal semacem BK & HMS. Namun <barangkali> faktor bangsa kurang mendukung sehingga level RI ndak lebih baik dari yang sekarang. Yang ideal adalah faktor bangsa sebab kelahiran pemimpin yang hebat ndak bisa diramalken. Sejak kejatuhan HMS, RI sedang mengalami metamorfosa dengan mengurangi ketergantungan terhadap peimpin. Habibie, Kiai Dur, Mega dan Sby bukanlah tergolong pemimpin yang istimewa. Ini kabar baik, bukan? > Jadi tidak ada alasan bahwa kita Indonesia tidak mampu jadi A NEW SUPER POWER NATION!!! # Apakah diantara yang membaca ini berpeluang jadi RI-1? Tentu saja semua berpeluang :-). Pertanyaannya, berapa % peluang itu? Sebagian besar bahkan ndak memikirken. Apakah itu bermakna bahwa yang ndak memikirken untuk jadi RI-1 adalah pribadi2 yang meraguken dirinya? Tentu saja tidak. > Pilihan itu tinggal pada kita , memperbesar peluang kejayaan atau menyia-nyiakan segala potensi luar biasa yang ada di bumi Indonesia.. Semuanya dikembalikan pada otak , kaki dan tangan manusia-manusia Indonesia.. dan pertanyaan berobah jadi dengan jalan bagaimana kita bisa mencapai puncak jaman keemasan Indonesia??? # Well, mengapa kita ndak mulai dengan mengerjaken apa yang didepan mata sehingga well done? Jika semua orang memiliki sikap seperti itu, RI akan maju. Ndak perlu jadi super power, tetapi akan jauh lebih baik dari sekarang. Resep sederhana but not that simple. After dark, it is good to dream. To trust our dream, to follow it with heart. However, during the day time, stop dreaming and get all the fuckin jobs well fuckin done. Forest Gump : Dream, ... but don't quit your day job. Salam Kibroto ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
