Ini
mungkin berbeda filsafat... bagaimana kita bisa memberantas korupsi ?
Jikalau tidak ada korupsi, mungkin kemiskinan pun
hilang ?
vic
-----Original Message-----
From: ivan dian [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, May 11, 2005 7:08 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [filsafat] Mengenali atau Membatasi Tuhansaya setuju sekali dengan anda tidak usah membicarakan tuhan. toh tuhan dibicarakan atau tidak. tidak akan membawa pengaruh, seharusnya kita membicarakan masalah sosial. dengan kata lain saya ingin mengatakan; bahwa filsafat bukan saatnya lagi untuk membicarakan masalah tuhan--sudah kadar luarsa--tapi yang harus kita bicarakan masalah sosial. bagaimanan filsafat dalam hal ini konsep dapat memecahkan masalah kemiskinan, atau bagaimana filsafat membicarakan masalah orang yang beragama--rajin sholat,puasa, haji dsb--toh banyak melakukan korupsi.
Methos <[EMAIL PROTECTED]> wrote:From: "firman syah" <[EMAIL PROTECTED]>
> saya setuju dengan mas ivan bahwa : "Tuhan sebenarnya dapat dikenal, tapi
> akal manusia yang membatasinya".
> oleh karena itu, sesungguhnya Tuhan itu lebih besar dari apa yang kita
> pikirkan. konsep-konsep mengenai ke-Tuhan-an hanya membatasi kebesaran
> Tuhan itu sendiri. dan atas dasar itu pula saya lebih baik mengatakan
> bahwa Tuhan itu tiada. hal ini bukan berarti saya tidak percaya akan
> keberadaan-Nya. tetapi justru saya
M :
itu anehnya. kenapa manusia mempersoalkan Tuhan. yang maksudnya adalah
sesuatu yang begitu besar melebihi pikiran manusia.
masing2 bikin konsep Tuhan, abis itu didebatin, abis itu perang. rutinitas
yang lucu.
kalo udah diluar pikiran manusia, lalu ngapain dibahas?
pemikiran barat cenderung rasional, segala hal dibabat rasio, dianalisis
akhirnya kalo rasio gak nyampe yang dimenangin tetep rasio. kalo sesuatu gak
masuk akal artinya sesuatu itu gak ada. ekstrim. metodis, runut, terkonsep,
tersusun rapi.
pemikiran timur cenderung mistis, penuh teka teki. lebih condong ke
perasaan. kalo gak nyampe2, akhirnya bingung, nyerah, masa bodo.
yang udah nyampe, ngomongnya pake bahasa perumpamaan yang lebih ngarah ke
perasaan. puisi, tembang, teka-teki. acak, spontan, tanpa konsep.
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
