FILSAFAT SIH TIDAK MEMBUAT ROTI. KALAU JUALAN ROTI, SAYA TIDAK TAHU. HE HE HE
--- In [email protected], verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak agus di kampung saya, perumahan Sarua Permai - Ciputat, pernah dihitung > (tentunya pada hari minggu) dalam satu hari ada 23 supplier roti, dengan > merek berbeda, dan meneriakkan Rotti dengan cara yang berbeda... ada yang > bilang " Rottiiiii..." ada yang bilang "Botttiiii" dengan bagian "tii" nya > diteriakkan dengan lafal meninggi.... ada yang meneriakkan "Tan-ek- Tjoaaan" > ada yang bilang "Rotiii - Liana Bakery - Rotiiiii" dan lain sebagainya... > > Sangkin banyaknya supplier roti saya tidak hapal satu persatu ... anda > sampai hapal tukang roti pasti anda pelanggan setia ya...? > Anyway turut berduka cita atas meninggalnya Tukang Roti langganan anda > (siapa namanya?) .. semoga amalnya diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa.. amin.. > > Pelajaran yang bisa kita terima dari tukang roti yang selalu berteriak roti > baik ada pembeli atau tidak adalah tetap setia bekerja baik ada pelanggan > ataupun tidak, karena rezeki datangnya tak terduga! > Mau rezeki? Tetap teriak "Rottiiiii.." eh bekerja gitu lho .. > > Salam, > Dj > > > > At 10:08 PM 5/28/05 -0700, you wrote: > > Setiap pagi sehabis sholat subuh, pukul 5.30 di gang rumah pasti > > terdengar teriakkan tukang roti, Ti..roti! Ti..roti! nampak penjual roti > > umur sudah separuh baya. Dulu waktu awal saya tinggal tukang roti itu > > sudah ada dan selalu lewat di gang rumah saya.<?xml:namespace prefix = o > > ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /> > > > > Pernah saya ngobrol dengannya, dari saya awal tinggal sampai sekarang > > tidak ada yang berubah, masih juga menjual roti pak, kata saya. Dia > > katakan seorang ayah harus berkorban untuk keluarganya, jika saya tidak > > melakukan ini tentunya anak-anak saya tidak akan bisa menjadi sarjana. > > > >Pengorbanan itu nilai teratas yang ada pada tukang roti itu sehingga > >memancar diwajah tukang roti biar sudah tua nampak selalu berseri jika > >bertemu dengan para pembelinya. > > > > Namun beberapa hari ini teriakkan tukang roti itu tidak terdengar, saya > > tanya istri saya, dek..tukang roti kok nggak pernah kedengarannya > > beberapa pagi ini ya? Iya mas, katanya sih sakit. Sampai pada suatu hari > > saya mendengarkan bahwa dia telah tiada. Rasa kehilangan menghinggapi > > diri, terbayang wajahnya yang sederhana. Pengorbanan dan keihlasan adalah > > dua kata yang melekat pada tukang roti itu. Sayapun kehilangan teriakkan > > di pagi hari tukang roti. > > > > > > > >Wassalam, > > > >Agussyafii > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
