Bagaimana menuju Indonesia super adiluhung?

 

 

Akan muncul bangsa unggul, bangsa  besar  dan menjadi penerang dunia. Kebumi Indonesia akan diutus ratu adil atau Satrio Piningit untuk membawa Indonesia ke zaman keemasan penuh keadilan dan kemakmuran.. Apa yg ditanam subur , rakyat tak mengalami kekurangan, Ekonomi pesat, kerukunan terjaga . Kehidupan spirituil keagamaan tinggi . Politik luar negeri teramat berperan aktif .. Negara dipimpin oleh seorang pemimpin Politik ulung sekaligus ulama, bersikap adil dan jauh dari sifat duniawi. Singkatnya Indonesia menjadi centre of excellence bagi peradaban global.. Demikian prediksi para pedagogis dan peramal nusantara..

 

Nujuman ini terutama dibahanakan oleh Jayabaya, raja kediri abad ke 12 (1137-1159)..Ronggowarsito pujangga Kraton Jogja dan solo abad ke 19 dalam serat Kalatida meneguhkan ramalan yg serupa. Tokoh sekaliber Bung Karno-pun meyakini hal itu.. Bung Karno mengidentikkan dirinya dgn tokoh ratu Adil dan menerapkan Politik mercusuar , muncullah Nasakom (Nasionalis-Agama-Komunis) dan Badan dunia Ganefo sebagai saingan PBB kala itu thn 1960an. Bung Karno menawarkan Pancasila dalam membentuk tata dunia baru dalam pidatonya Build the World A New didepan sidang Majelis Umum PBB..

 

Prediksi kembali muncul akhir thn 2000 kala Soeharto terjungkal dari Istana repressifnya dimana Permadi.SH dan Damardjati Supanjar( ahli filsafat Jawa) menyuarakan perkiraan yg sama.. Bisakan prediksi itu diterima secara bulat? Waktu yg akan menjawab , secara realistis dikondisi krisis multi dimensional sekarang ini belumlah memungkinkan hal itu akan terjadi.. KKN masih jadi penyakit berjamaah, Hukum belum bisa maksimal, Keambrukan moneter masih mengancam, musibah silih berganti dan sikap anarkisme yg mewabah dimana-mana..

 

Terlepas dari berbagai kondisi ini, kita harus punya vision kedepan. Potensi Bangsa ini amat besar dgn 210 juta populasi, letak geopolitik geoekonomi yg strategis dan kekayaan alam yg masih bisa diolah, plus anekaragam agama dan budaya.. Yang diperlukan sekarang adalah eksekutor dan pemikir yg mampu meracik anugerah ilahi tsb menjadi output yaitu terwujudnya sebuah kemakmuran berkekuatan eksplosif..

 

Belum lama ini The National Council United States America mengumumkan prediksi The Global Lanscape yg menyinggung Indonesia bahwa ada kemungkinan Indonesia bisa meningkat sep Negara2 Besar Eropa dan menjadi kekuatan ekonomi dunia setelah AS, China, Uni Eropa dan India… adakah kemungkinan itu terealisasi?

 

Siapapun pemimpin itu dgn misi kebangkitan peradaban, apa dia bergelar ratu, satria, wali atau ngaku utusan langit sekalipun, dia punya tugas mewujudkan hal berikut ini:

 

1.      Falsafah Negara.. PANCASILA selaku filsafat orisinil Bangsa perlu tetap jadi pedoman hidup. Dalam isi Pancasila sudah terkandung nilai Monotheisme Ketuhanan, Kemanusiaan (HAM), Nasionalisme (persatuan), Demokrasi( Mufakat Kerakyatan), sosialisme( Keadilan sosial).. Pergantian Pancasila hanya akan menimbulkan perpecahan sebab Pancasila merupakan perasan otak dari pendiri Negara.. Daripada upaya menggantikan Pancasila sebaiknya kita perluas makna, cakupan dan interpretasi pancasila berkaitan dgn situasi global..

 

2.      Manusia-manusia brilian Indonesia.. Hampir semua negara dan wilayah yg pernah jaya dimuka bumi ditentukan oleh pencapaian manusianya.. Perlu ditemukan cara bagi membuka kreativitas dan kekuatan bangsa.. Bagaimana menciptakan nation State yg kuat jika abai pada Pendidikan dan Kesehatan plus penempaan fisikalist.. Human Resources atau sumber daya manusia adalah faktor vital bagi kejayaan sebuah negara, tak terkecuali Indonesia.. Untuk itu perlu perhatian pada Pendidikan Kreatifitas tekhnikal sistem berkarya ilmiah bagi otak-otak generasi muda dan olah raga membangun fisik siap gerak dan terutama Pers yg informatif dan educatif mendidik bukan bebas manipulatif komersial semata

 

3.      Sikap mental dan character building, pembangunan karakter bagi mendorong diri mendobrak keterbelakangan, kekalahan dan halangan mental .. Soekarno telah mampu membangkitkan spirit juang bangsa dan Indonesia ini terwujud oleh semangat yg membara dalam api revolusi 45 mengambil kembali apa yg telah dirampas Belanda selama berabad-abad.. Yang perlu dipikirkan adalah gimana membangun etos dan spirit kerja yg tinggi plus sikap competisi yg tidak introvert terhadap bangsa asing.. Sekolah, guru, orang tua, masyarakat semestinya berperan disini dalam membangun disiplin kerja dan disiplin hidup dgn sikap teratur, terpola juga terarah dalam misi yg jelas.. Saya kira negara perlu melakukan wajib militer ,minimal selaku transfer semangat juang thn 45 yg sukses mendobrak penjajahan kerajaan Kapitalist kolonial Belanda..

 

4.      Ekonomi pemerataan kerakyatan sebagaimana yg terdapat dalam sila ke 5 Pancasila yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat yg artinya sistem Ekonomi yga cocok adalah yg komunal bersama mencapai kemakmuran kebaikan bersama bukan sikap individu Kapitalist yg cenderung untung bagi diri sendiri tanpa semangat berbagi.. ekonomi Konglomerasi masa Ordebaru, Ekonomi neoLiberal saat sekarang, nantinya akan bergerak kepada ekonomi Pancasila yg terbarui .. Nantinya diyakini bangsa bisa ambil alih kembali asset yg telah terlanjur diobral murah buat bayar hutang nasional. Kuncinya adalah gimana memanfaatkan bahan dasar yg disediakan alam tanpa perlu import bahan baku dari luar dan menjadikannya output bahan jadi siap eksport.. Sikap produktif inovatif akan jadi jiwa orang Indonesia hasil penempaan sekolah kreatif ilmiah berfokus pada karya bukan nilai dan angka tertulis… Hasilnya adalah kemampuan berkarya nyata yg  tinggi mewujudkan masy produktif inovatif. Sistem yg kondusif bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan adalah sistem sektoral desentralisasi dgn pemerintah daerah dimasing-masing sektor yg melakukan pengawasan, sementara Pusat melakukan deregulasi bagi swasta untuk berusaha disektor mikro sektoral.. Sistem ini akan memberi peluang bagi Home Industri dan Usaha Kecil Menengah untuk mendapatkan pasar disektor terdekatnya dan menilai apa produk yg dihasilkan dapat diterima pasar terdekat..

 

5.      Persatuan dalam integrasi yg kokoh.. Wilayah geopolitik bernama Indonesia perlu dipertahankan utuh yg jika terpecah alamat akan bubar cita-cita pendiri bangsa yaitu sesuai sila 3 Pancasila: Persatuan Nasional yg jika tidak maka akan melemahkan semangat kerakyatan yg multiras, multiagama dan multietnik dan otomatis gugur sebuah adiluhung yg kokoh dari sabang hingga merauke.. Persatuan berarti satu jiwa dan satu nasional sekaligus satu tujuan pencapaian keadilan global.. Dan kesatuan menciptakan kekuatan synergi yg kuat antar wilayah di Republik dlm rangka saling isi apa yg terbatas dan tidak ada disatu wilayah akan dipenuhi oleh wilayah lain di negara yg sama.. Sistem Politik kita yg sekarang Liberal Democracy tidak cocok dgn bangsa ini, sebab kita masyarakat sensitif yg rentan perpecahan berujung anarkis sep Pilkada yg sekarang terlihat kacau diberbagai Wilayah.. Sebaiknya kita kembali ke semangat sila ke 4 Pancasila yaitu Musyawarah untuk mufakat dimana MPR/DPR/DPRD masih berhak menentukan 2 orang pemimpin Negara dan pemimpin daerah yg maju bersaing yg lalu dipilih rakyat diantara yg dua, sementara BPK( Badan Pemeriksa Keuangan Negara) sebaiknya tidak dibawah Pemerintah tetapi menjadi  wakil rakyat di MPR yg mengaudit keuangan Negara dan instansi pemerintah, juga Sistem yg sekarang bebas demonstrasi yg berujung demokerasi anarkis perlu ditinjau ulang dan dipikirkan lagi gimana baiknya.. Dan desentralisasi otonomi ternyata kurang tepat bagi beberapa daerah yg rendah SDM dan kurang berkembang, dimana kontrol kuat dari pusat masih diperlukan. Terciptanya good Governence adalah hal mutlak dan Korupsi perlu ditumpas dgn hukuman mati …

 

6.      Pencapaian Tekhnologi superunggul.. Tolok ukur tingginya peradaban suatu bangsa ditentukan dari seberapa tinggi penguasaan tekhnologi yg tanpa pencaian ini kita ibarat macan ompong yg bisa hanya beretorika tapi tidak bisa apa-apa menyumbang bagi kemajuan peradaban… Iptek punya nilai value yg tinggi, mempraktiskan hidup manusia sekaligus mendorong tingkat ekonomi juga kecepatan aktivitas.. Sebetulnya techno adalah pisau bermata dua. Disatu sisi bermanfaat, disisi lain memunculkan bahaya global yaitu pencemaran, eksploitasi, pemanasan global dan rekayasa alam yg merusak ekosistem.. Tekhnologi masa depan akan berbentuk biotekhnologi dan Indonesia dgn kekayaan flora fauna punya peluang menciptakan tekhno semacam ini, tinggal research, penelitian dan eksperimen yg intensif plus semangat eksplorasi.. Saya kira yg wajib dikuasai secara komprehensif dan intens adalah penerbangan dan tekhno kelautan karena geografis Indonesia yg luas dan pertanian/ perkebunan karena alam tropis yg baik..

 

7.      Adidaya Militer.. Semua bangsa yg pernah unggul dimuka bumi tidak hanya punya kemakmuran ekonomi tinggi, tetapi angkatan bersenjatanya termasuk jempolan.. Sriwijaya dan Majapahit masa Nusantara lama adalah contoh terbaik ttg kejayaan militeristik.. Sejarah dunia menerangkan hal yg sama diantaranya Kekhalifahan Islam. Romawi, Yunani, Mongolia, Ottoman Turki dan setelah era renaissance dikontrol oleh Inggris, spanyol, Prancis dan sekarang America si aggressor .. Sayang kekuatan militer pada dasarnya hanyalah upaya inperialisme dan kolonialisme , tetapi tidak bisa dikesampingkan show of force unjuk kekuatan Militer termasuk pegang pengaruh bagi lobi Internasional.. Kita udah mulai bisa menghasilkan sistem persenjataan sendiri hasil kreasi anak bangsa sep PT Pindat dan PT PAL juga PT Dirgantara  .. ini suatu yg bisa jadi cikal bakal sebuah negara kuat..

 

8.      Politik luar negeri, sesuai dgn amanat dalam pembukaan UUD 45 yaitu Politik yg bebas Aktif berperan bagi terwujudnya peradaban global yg lebih berkeadilan dan toleran tanpa sikap menguasai.. Tanpa upaya politik internasional dipastikan negara hanyalah katak dalam tempurung tanpa bisa berbuat apa-apa menyeimbangkan kekuatan bagi pihak Barat yg sekarang mendominasi.. Ketidak mampuan mengembangkan sikap politik Internasional bikin kita dipandang bangsa rendah dan direndahkan dan implikasi lain adalah  produk manusia Indonesia  dipandang tidak berkwalitas sebab menyangkut citra bangsa dalam dunia International

 

9.      Hukum dan Moral bangsa.. Setiap bangsa yg pernah berjaya di jagad ini punya sistem hukum sendiri… Saya kira kita perlu sintesiskan hukum sekuler yg sekarang berdasar Human Right yg cenderung bebas  dgn hukum agama supaya tidak ada lagi pertentangan antara hukum langit dgn hukum kreasi pemikiran individu

 

10. Sistem berfikir Bangsa.. Kita adalah bangsa yg punya berbagai aliran pemikiran mulai dari falsafah Islam spirituil, Yunani( filsafat aristoteles), Prancis( Rasional matematis), Inggris( empirik) dan America( pragmatis yg praktis ).. Semestinya pemikir indonesia perlu kreasikan sistem berfikir sendiri yg bercorak spirituil rasional empirik supaya ada kesesuaian antara satu dan yg lain.. Jadi dalam ketenangan kontemplasi meditasi dan iluminasi spirituil dapat ditemukan jawaban-jawaban rasional dan logis yg kemudian dapat diterapkan secara empirik dan terbukti benar.. Dengan sistem supra rasional ini dapat dicarikan jawaban atas berbagai persoalan bangsa, barangkali juga permasalahan global dan dimungkinkan Indonesia mampu jadi pusat pencerahan spirituil baru yg bercorak rasional empirik nantinya dimasa mendatang…

 

11. Pers dalam koridor yg jelas.. Pers termasuk juga media elektronik setelah Reformasi 98 adalah pers bebas cari untung sesuai hukum pasar dimana pers tidak ada batasan kecuali tuntutan hukum.. Tetapi pers kapitalist semacam ini mengandung cacat permanent yaitu ketiadaan pedoman nilai dan penuh dgn proses merelatifkan nilai bangsa sejalan dgn globalisasi liberal… Kita perlu kembali kepada Pers dan media yg punya batasan yg jelas  yaitu Pers yg mengarah kepada ideologi Nasional yaitu Pancasila.. Maka Pers perlu berada dibawah institusi kenegaraan yaitu MPR/DPR yg berkombinasi dgn Pemerintah eksekutif selaku penilai kinerja Pers.. dulunya Pers berada dlm pengawasan Negara lewat Dep. Penerangan.. sebaiknya Pers perlu dijadikan wahana  kepentingan ideologi otentik Negara, daripada bebas dan liar dgn isi dan berita sep sekarang dimana Pers telah jadi profokator yg menghasut dan alat kekerasan tulisan terhadap bangsa dan negara  juga terbawa arus global yg Kapitalist sekuler liberal.. Pemerintah dilemahkan oleh Pers melalui pemberitaan yg subjektif dan hasilnya adalah pemerintah yg tidak berwibawa dan gampang digoyang dan berlanjut kekacauan stabilitas Politik dan yg rugi adalah rakyat juga yg tidak aman dan tidak bisa usaha secara damai.. Maka MPR/DPR selaku wakil dari kedaulatan rakyat dan Pemerintah selaku pelaksana perlu membentuk institusi bersama dalam rangka mengawasi kegiatan pers dan media elektronik yg telah kebablasan sekarang ini..

 

12. Budaya Lintas etnik.. Budaya adalah simbol identitas sebuah bangsa… ragam budaya di Indonesia perlu diandalkan dlm mengkounter aliran budaya asing, maka perlu revitalisasi budaya dgn menggabungkan nilai dan ragam budaya baik secara falsafah hidup maupun dlm seni dimana perlu sintesa atau peleburan budaya menjadi sebuah identitas budaya, saya kira kita perlu menyusun  filsafat hidup bangsa berdasar sistem budaya masyarakat berbagai etnis sep Tepo seliro Jawa, Pela gandong Ambon, Sirri na Passe Bugis/mkssr, Mufakat Minangkabau, Keteguhan syariah Aceh dst jadi sebuah identitas pedoman hidup berbudaya nasional.. Falsafah hidup ini akan menjadikan Indonesia punya ciri khas yg unggul dgn menciptakan identitas budaya berawal dari apa yg terbaik dari sistem adat kemasy etnik di Indonesia.

 

Semua persyaratan ini adalah penting dipertimbangkan oleh siapapun yg berminat besar bagi upaya membawa Indonesia menuju kekuatan adiluhung dunia ..

 

 

Sang


Start your day with Yahoo! - make it your home page

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke