Kematian adalah yang bagi rata-rata manusia suatu hal yang ditakuti.
Tiap sesuatu dialam semesta mengandung 1 sifat mutlak, yaitu mempertahankan existensi diri.
b. Kuatir akan meninggalkan materi dan kenikmatan yang pernah dikenal dalam hidup.
c. Kuatir dan takut tidak tahu apa yang akan dihadapi nanti.
d. Kepercayaan animisme membayangkan :
Sesudah mati akan menghadapi banyak godaan-godaan / penderitaan.
e. Ajaran agama menekankan : Sesudah meninggal akan menghadapi pertanggungan jawab yang cukup berat sebab manusia banyak dosa-dosanya.
f. Keyakinan dibawah sadar, bahwa kita telah banyak berbuat dosa yang akan mendapat imbalan.
g. Pengalaman melihat / mengalami / mendengar bagaimana tegangnya / penderitaannya orang meninggal sebelum menghembuskan nafas terakhir.
h. Bayangan akan berpisah dari orang-orang yang disayang, disenangi, dicintai dan tak akan bertemu lagi untuk selama-lamanya.
i. Perjalanan yang tidak diketahui bagaimana awalnya dan kapan akhirnya.
j. Tidak tahu apa yang dapat diharapkan sesudah mati.
k. Dll. Dll.
Dapat dibayangkan dan dimengerti apa sebab kematian ditakuti oleh manusia.
Bagaimana sebenarnya perasaan orang pada saat ia akan menghadapi maut atau meninggal ??
a.
b.
c.
d.
Dimana letak dan apa rahasia perbedaan-perbedaan ini ??
Semuanya itu ada hubungan dengan pembawaan diri selama hidup, yaitu :
- Damai, Amak, Karya
- Kedewasaan
- Semua catatan / rekaman yang terdiri atas 4 arsip dan 4 tingkatan badan astral.
Dari semua catatan / rekaman tersebut adalah masa-masa terakhir dari kehidupan yang banyak pengaruhnya, yaitu :
- Kejiwaan / sifat-sifat diri
- Status organ-organ yang menentukan / menyebabkan kematian.
Penjelasan : misalnya :
a.1. Pada masa-masa terakhir dalam hidup masih besar rasa gengsi dan rasa hak akan memberatkan pergumulan bathin pada saat-saat akan mati.
2. Jika rasa gengsi dan rasa hak sudah tidak menjiwai / menguasai diri lagi, lebih ichlas dan lebih tenanglah manghadapi kematian walaupun rasa takut / derita badan ada.
b.1. Jika ada (beberapa organ rusak) menyebabkan kematian, akan terasa sekali derita badan, walaupun ichlas menerima kenyataan.
2. Jika kematian disebabkan penuaan sel-sel tubuh lebih merata, tidak ada rasa sakit badan pada saat-saat akan meninggal.
Setelah menghembuskan nafas terakhir timbul perasaan nikmat yang tak ada taranya seolah-olah dilingkungan alam yang sejuk, cahaya biru sejuk, tenang, tidak ada beban perasaan lahir / bathin apapun, tenang sekali.
Perasaan yang menerima hal-hal ini adalah rasa bathin yang sama yang sebelum mati berada pada pribadi / tubuh yang bersangkutan, tapi setelah mati rasa bathin itu sudah dalam arwah yang terdiri atas 4 arsip dan 4 tingkatan badan astral.
Salah satu dari 4 arsip ini adalah rasa yang dimaksud, yaitu rasa nikmat dan rasa derita.
Pada saat-saat sedang merasa dalam keadaan nikmat dialam sejuk itu, akan mulai timbul kesadaran telah tiada dalam dunia materi lagi tapi sudah dialam halus.
Pelan / cepat timbulnya kesadaran tersebut banyak ditentukan oleh perasaan duniawi / materi apakah sudah jauh berkurang ataukah masih tinggi menjelang kematian, artinya :
- Jika masih banyak rasa duniawi menjelang mati, lambat sekali timbul kesadaran yang dimaksud.
- Jika rasa duniawi / materi / gengsi / hak sudah berkurang menjelang mati, kesadaran itu cepat sekali tercapai.
Turut berpengaruh dalam hal ini adalah keichlasan dari orang-orang / keluarga yang ditinggalkan.
Makanya ada pedoman : Jangan memberatkan perjalanan orang yang akan meninggal. (perjalanan / kesadaran arwah).
Jika kesadaran itu cepat terwujud, arwah lebih teguh / tabah / siap menghadapi kenyataan selanjutnya, walaupun bagaimana beratnya.
Jika kesadaran tersebut lambat tercapai, arwah akan menghadapi kejutan2 yang menambah ketegangan.
verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kematian seri 2, Vice Versa Syekh Siti Jenar, Mayat Hidup;
Menelusuri gagasan Syekh Siti Jenar, filsuf lokal Nagari Jawi, terasa ada
yang lain, karena gagasannya itu sering kali unik dan terbalik dibandingkan
dengan pandangan pada umumnya. Banyak orang menyebutnya jenius dan
gagasannya melampaui zamannya, tetapi ia juga menuai kritik keras bahkan
dianggap murtad. Terlepas dari sikap pro dan kontra, tidak ada salahnya
menyimak gagasannya tentang kehidupan di dunia ini. Menurut Syekh Siti
Jenar, dunia ini justru bukan alam kehidupan manusia yang sebenarnya. Alam
yang sebenarnya adalah setelah kematian. Siti Jenar berpendapat bahwa hidup
di dunia ini justru kematian, dan baru setelah manusia meninggalkan
jasadnya, maka ia akan memperoleh kehidupan sejati.
Coba kita renungkan ajarannya tentang hidup dan kehidupan secara mistis.
Dia berpendapat bahwa hidup yang selalu sedih, sengsara, kebingungan dan
sejenisnya adalah penjara. Ini bukan hidup di alam kehidupan, melainkan
hidup di alam "kematian". Manusia yang demikian terpuruk dalam kematian
hidup. Manusia yang terdegrasi nilai, curang, culas, korup, dan sebagainya
adalah manusia yang telah mati menurut Jenar. Dengan demikian maka di dunia
ini telah dihuni manusia "Zombie" (mayat-mayat yang kotor), dengan struktur
kehidupan yang mati. Tak sedikit mayat-mayat itu mengejar rezeki yang
haram. Tak sedikit pula mayat tersebut berebut kedudukan.
Dalam konteks kematian, Jenar mengajarkan tata cara menjemput maut kepada
para wali. Kenapa para wali ini diajarkan "Meskipun kamu tahu dan dapat
melakukan, tentu kamu akan salah melaksanakan, sebab kamu masih tenggelam
dalam kesesatan. Melihat harta duniawi, kamu masih terpikat", demikian ujarnya.
Rasanya kritik Jenar terhadap wali, perlu disikapi dengan arif. Mengapa?
sebab jika mayat-mayat busuk bergentayangan ke sana-kemari mencari sesuap
nasi, sangatlah tidak pantas jika kita sombong dan arogan. Pelajaran yang
kita terima adalah bahwa kita harus menjauhi semua sifat negatif duniawi.
Sudahkah kita koreksi diri kita?
Salam,
Ferrydjajaprana.multiply.com
At 03:24 PM 10/18/05, you wrote:
>Hidup dan mati itu adalah bagaikan koin, dengan dua sisi yang berbeda,
>walaupun hakikatnya satu. Satu sisi orang menyebutnya hidup di sisi yang
>lain orang menyebutnya mati. Orang disebut hidup apa bila masih bernafas,
>dan disebut mati apabila sudah tidak bernafas.
>Nafas berasal dari bahasa arab yang artinya jiwa. Sebenarnya sangatlah beda
>antara nafas dengan jiwa, tapi apa daya Orang Indonesia memang lebih senang
>dengan kemudahan dalam membuat bahasanya yang penting enak di dengar (gaya
>bahasa adaptasi). Dalam Nafs itu sendiri banyak sekali tingkatannya, Syech
>Abdul Jalil yang populer disebut Syech Siti Jenar membahasakannya ada
>beberapa tingkatan, diantaranya Nafs Alkhaiwaniyah, Nafs Allawamah, Nafs
>Muthmainah, s/d insan kamil.
>
>Dalam metamorphosis kehidupan, masing-masing mahluk punya gaya
>sendiri-sendiri, suka atau tidak suka begitulah caranya, contohnya :
>Kupu-kupu berawal dari ulat, kemudian jadi kepongpong, dan setelah sekian
>lama di kepongpong dengan kekuatan mistis, terlepas jadilah kupu-kupu, hal
>senada yang dialami oleh katak. Manusia lahirnya tidak sama dengan katak
>ataupun kupu-kupu, walaupun dia seorang "kupu-kupu malam", tentu dia bukan
>berawal dari ulat, tetap asalnya dari sperma plus ovum.
>
>Jalan hidup dan kehidupan mahluk Tuhan, akan diawali dari yang ada menjadi
>tiada (ada juga yang menyebut dari yang tiada menjadi ada, tapi ini tidak
>dibahas karena dari dulu gak ada habisnya). Setelah kita terlahir, tumbuh,
>hidup dan berkembang kemudian kita mati. Banyak manusia hidup dan takut
>mati, seolah kematian adalah akhir segalanya. Akhir kehidupan ini. Apakah
>benar demikian? Belum ada khabar yang menjelaskan tentang kehidupan setelah
>kematian, kalaupun ada di sinetron tentang orang yang sudah mati kemudian
>hidup, mereka menjelaskan tentang peristiwa ghaib, tapi sulit dicerna oleh
>akal - kita nyatakan itu mistis, atau kismis (kisah misteri), dengan
>kalimat kismis ini maka berakhirlah tanda tanya tentang ghaib itu, layaknya
>terkubur dan ditelan bumi.
>
>Dalam pengembaraan saya menapak kehidupan, terpengaruh dengan ajaran agama
>saya, yang menyatakan bahwa setelah kematian masih ada kehidupan
>berikutnya, dalam istilah disebutkan ada alam kubur/alam barzah dan juga
>alam akhirat, dengan prosesi-prosesi seperti timbangan amal (mizan?), dan
>seterusnya sehingga sampailah kita pada apa yang disebut surga - neraka.
>
>Perjalanan hidup di dunia hanyalah sebentar, masih ada alam ke abadian.
>Tapi akankah kita mencapai alam abadi nan kekal? Dunia ini fana yang akan
>luluh lantak pada akhir zaman, para rasul menyebutnya kiamat.
>Pertanyaan terus bergulir, akankah kita mencapai keabadian yang dinanti?
>Adakah jaminan surga itu abadi? yang abadi itu hanya Tuhan, maka ke Tuhan
>jua kita kembali. Ina Lillahi Wa Ina Ilaihi Rajiun. Aku mati secara ragawi
>dan tidak secara jiwanya, karena ruchku yang tercipta dari Minruchi kembali
>ke Sang Pencipta. Yang tercipta dari saripati bumi kembali terkubur di
>bumi, yang tercipta dari partialnya Tuhan kembali ke Sang Pencipta. Karena
>aku mati aku tidak bisa lagi bicara tentang kematian dan alam akhirat. Itu
>sudah urusan Tuhan. Aku tidak bisa bercerita lagi kawan.
>Salam,
>Ferry Djajaprana.multiply.com
>
>
>
>
>******************************************************
>Milis Filsafat
>Posting : [email protected]
>Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
>Website : http://filsafatkita.f2g.net/
>Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
>******************************************************
>
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
