>
>Bagaimana kita bisa tahu kalau jiwa kita tidak ikut mati? Bagaimana kita
>tahu bahwa ruch (kalau ruch itu ada) akan kembali ke sang pencipta (kalau
>sang pencipta itu ada)?
   + Refer kitab arruh, karangan Ibnu Qayyim Al Gahuzziah, dan juga kalimat
>    inalillahi wa ina ilaihi rajiun, diciptakan (dari) Allah dan kembali 
> ke Allah.



>Bukankah Anda sendiri mengatakan bahwa belum ada kabar yang menjelaskan
>tentang kehidupan setelah kematian? Tidakkah pernyataan Anda bahwa jiwa
>tidak ikut mati itu hanya mistis?
>+ Betul, untuk membicarakan hal-hal seperti ini terkadang tidak exactly 
>persis seperti
      apa yang kita yakini, mengikuti keberadaan audience (maqam) agar 
mudah diterima/difahami.

>Saya bisa melihat, mendengar, merasa bahkan berpikir karena saya punya alat
>idera dan otak. Saya tidur bisa bermimpi karena saya punya otak yang meski
>dianggap beristirahat namun tetap bekerja. Nah, ketika saya mati, semua
>organ saya juga mati, termasuk otak (sel-sel dalam tubuh manusia sudah
>berulang kali mati dan regenerasi). Bukankah kesadaran itu terwujud karena
>adanya organ tubuh itu?
   + Organ tubuh hanya merupakan rumahnya saja (dipinjami), ada yang 
menggerakan itulah Yang Maha
      Meliputi.
      Coba perhatikan keluar masuknya nafas, di sana tidak ada rekayasa 
otak. Tetapi ada yang
      menggerakan, yaitu Yang Maha Menggerakkan. Demikian juga dengan 
pohonan, mereka tumbuh
      mengikuti keinginan Yang Menggerakan.
      Dalam pergerakannya benda yang nampak tidak bergerak (sebenarnya 
bergerak) kita menyebutnya
      statis, pergerakan tumbuhan dalam satu tempat (vegetatif), dan 
manusia atau hewan dari satu lokasi
      ke lokasi lain (dinamis). Dalam  alam kosmis sendiri semua bergerak 
mengikuti tracknya masing-masing,
      sebagai bahasa kepatuhan mereka terhadap Yang Menggerakan.

>Kalau organ tubuh mati, apakah kesadaran (jiwa) itu tetap hidup? Bagaimana 
>caranya?
>Saya sering menganalogikan jiwa dengan api lilin. Jika lilin telah habis, ke
>mana api pergi? Apakah kembali ke "penciptanya"? Api yang dari tiada menjadi
>ada, kemudian hilang kembali menjadi tiada. Kita bisa membahasnya dari sudut
>fisika atau energi. Tapi kita bisa juga bicara metafisik tentang keberadaan
>api. Ketika api sebuah lilin tertiup angin dan padam, akankah seperti itu
>akhir kehidupan manusia. Tak ada kelanjutan, tak ada kehidupan setelah
>kematian. Seperti tak ada api di lilin itu, apalagi kalau lilinnya sudah
>habis.
>Tidakkah jiwa ikut mati bersama dengan matinya tubuh?
>+ Apa yang anda jelaskan benar adanya, dalam alam ini ada yang bisa 
>dibahas dengan nalar
      atau logika kita sebut fisika, tetapi yang tidak masuk di akal mereka 
menyebutnya meta fisika.
      Jaman dahulu kilat/halilintar dianalogikan dengan kemurkaan malaikat 
(pada saat itu kita menyebutnya
      mistis), setelah para ahli fisika menemukan teori listrik, maka kilat 
disebut loncatan listrik..
      Pembahasan masalah ada dan tiada untuk lilin yang anda contohkan, 
sering dibahas dalam sufisme atau
      mistis. Keberadaan alam ini sesungguhnya adalah tajali/penampakan 
dari Dzat Yang Meliputi akan tetapi
      menurut mereka pada hakekatnya tidak ada. Hal ini tentu tak logis apa 
bila anda membacanya melalu
      ilmu alam, karena penelaahannya ilmu alam berangkat dari teori 
ilmiah, dimana metode yang diterapkan
      ada hipothesis baru ditarik kesimpulan, sementara ilmu hakikat 
sebaliknya. Ilmunya sendiri tidak
      mengacu kepada nalar, tetapi pandangan bathiniah. Efeknya sering 
tidak nyambung apabila ilmu ini
      dibaca  dengan kacamata nalar.
      Demikian juga dengan apa yang disebut dengan kematian jiwa yang 
dipinjamkan kepada raga, diambil
      oleh Yang Memiliki, sementara raga yang dibentuk oleh sari pati bumi, 
kembali luluh diurai oleh bakteri,
      kembali menjadi anasir kandungan bumi, yang Zn kembali bergabung 
dengan Zn, yang Fe kembali ke Fe,
      yang Ca, P, dll kembali bergabung dengan keluarga besar molekulnya.
      Mohon maaf apabila tidak memuaskan jawabannya, mengingat 
keterbatasan/pemahaman  saya untuk
      ilmu ruhiyah. Barangkali ada kawan yang bisa membantu silakan..

Salam,
Dj
   



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/FXrMlA/dnQLAA/Zx0JAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke