From: "hirmen hirmen" <[EMAIL PROTECTED]> > Dari awal saya sudah menebak kemana arah diskusi ini... > Jadi tidak aneh berujung hanya pada fitnah dan kedengkian..dan malah jadi > amarah. > Sifat2 ini bukan semata-mata karena apa yang diyakininya...tapi memang lebih > kepada ego semata..
Ya, memang seringkali diskusi yang melibatkan agama dan tuhan berjalan ke arah seperti itu. Kenapa? Saya mencoba membahasnya dari salah satu sudut pandang. Kita, kebanyakan dari kita, adalah orang yang telah menempuh pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMA, bahkan ada yang di perguruan tinggi. Selama bertahun-tahun kita mendapatkan pelajaran agama. Jadi, tidak aneh kalau kita kemudian sangat ahli dalam pelajaran yang satu ini, meski nilai yang kita dapat belum tentu bagus. Selain itu, di antara kita juga ada yang mengikuti beberapa pelajaran agama di tempat-tempat tertentu seperti di rumah ibadahnya, pesantren, sekolah minggu, dan lainnya yang sejenisnya. Pelajaran agama adalah hal yang biasa kita terima. KIta sudah dapat banyak pengetahuan tentang apa itu agama, tentang tuhan, tentang kitab suci dan perilaku bagaimana seharusnya kita berperilaku (ini semua tergantung gurunya). Nah, persoalannya adalah, kita tidak dari kecil mendapat pelajaran tentang filsafat. Kita tidak tahu bagaimana cari berdiskusi. Agak berbeda dengan beberapa sekolah di luar negeri yang udah lebih bagus pendidikannya, di mana siswa-siswanya diajarkan bagaimana berdiskusi yang baik sesuai konteks. Tak heran, jika hampir semua topik kemudian dikembalikan ke masalah agama, suatu hal yang saya kita kuasai karena kita sudah mempelajarinya sejak kecil. Saya sendiri suka mengamati soal UFO (piring terbang dan makhluk angkasa luar), dan membuat milis tentang UFO. Namun diskusi yang ada dengan mudah kemudian beralih ke diskusi dengan dasar pemikiran menggunakan argumentasi agama, kitab suci, dll. Akhirnya diskusi jadi berhenti. Bagaimana kita bisa mendiskusikan sesuatu hal dengan dasar agama atau kitab suci jika yang kita bahas adalah masalah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tuhan atau teologi? Bukan itu saja. Kalau kita bicara tentang hak asasi manusia, banyak sekali diskusi yang kemudian melenceng dengan argumentasi kitab suci. Itu sebabnya, urusan agama harusnya dibahas di ruang privat. Memasukkan ayat-ayat kitab suci ke milis filsafat misalnya, itu sudah kesalahan besar, karena milis filsafat adalah ruang publik dan bukan ruang privat. Bayangkan kalau dalam diskusi tentang sesuatu hal, kemudian saya mengatakan, "oh dalam kitab suci saya, hal itu seharusnya begini, bla bla bla... dan itu mutlak benar." Bagaimana kita bisa menjalankan sebuah diskusi yang baik kalau begini caranya? Memang, kita mudah sekali berbelok ke arah agama, karena menganggap agama adalah dasar dari hidup kita. Tidak semua orang biasa dan mau membiasakan diri untuk memisahkan masalah agama dengan kehidupan publiknya. Termasuk dalam hal berdiskusi apalagi berfilsafat. Orang bisa saja berfilsafat tentang tuhan, tapi bukan dengan dasar kitab suci agama. Kalau orang berfilsafat menggunakan kitab suci, itu namanya bukan berfilsafat tapi berdakwah atau diskusi agama (atau lintas agama). Seandainya kita sejak SD sudah diajarkan tentang hukum pemerintahan, barangkali tiap diskusi kita juga akan menggunakan argumen kitab undang-undang hukum pidana (atau perdata) :-) Kalau saya boleh menyarankan, cobalah untuk membiasakan diri berfilsafat tanpa menggunakan kitab suci. Sebab, berfilsafat dengan kitab suci, itu sama saja dengan belajar agama, bukan belajar filsafat. Dan itu bukan hal yang mudah bagi orang yang sudah sekian lama terkonstruksi secara sosial pemikirannya dengan agama. Cobalah melakukan dekonstruksi terhadap pemikiran kita sendiri. Memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Salam, nur agustinus ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
