EUREKA……………………………maka tiada!

Tak ada yang tabu dalam filsafat, tak ada kemestian kecuali
berfilsafat itu sendiri. Yang jelas setiap orang yang berfilsafat dan
setiap proses pemikiran filsafat pasti menyandarkan pada apa yang
"diyakininya" (keyakinan filosofis); tak ada pemikiran dan proses
berpikir tanpa asumsi-asumsi yang mendasarinya.

Demikian juga tak ada larangan (taboo) dalam berfilsafat apakah ia
menganggap (mengakui; anggapan dan pengakuan filosofis) bahwa realitas
ilahiyah (tuhan, Supreme Being) sebagai realitas asasi atau pun
menolaknya. Tidak pernah ada dalam sejarah pemikiran filsafat yang
menganulir atau menafikan keberadaan seorang filosof yang mengakui
keberadaan tuhan/realitas ilahiyan. Kedudukan orang yang mengklaim
bahwa pemikiran filosofis yang mengakui keberadaan realitas ilahuyah
sebagai keluar dari ranah filsafat sama dengan orang yang menafikan
pemikiran filosofis yang menolak keberadaan realitas Ilahiyah. Sama
tidak 'arif (wisdom)-nya.

Kita mengenal Phytagorassebagai tokoh-tokoh filsafat yang mengakui
keberadaan realitas spiritual (phytagoras), demikian juga dengan
tokoh-tokoh filsafat dari kalangan greja, para filosof timur pun tidak
kurang banyaknya. Dan mereka tetap dianggap sebagai filosof yang
pemikirannya bukan hanya dihargai tapi juga tetap menjadi rujukan.
Demikian juga dengan filosof yang demikina gigih untuk menolak
keberadaan realitas ilahiyah, seperti Marx, Nietzsche dan para filosof
eksistensialis. 

Dalam wacana pemikiran filsafat bukan sekedar sebagai hal biasa
berbeda dan bertentangan pemikiran. Kita ingat bagaimana pertentangan
pemikiran filosofis antara pemikiran Parminedes dengan Anaximenes
tentang gerak dan diam, antara Plato dengan Aristoteles dll. Tapi apa
yang mereka katakan, cukuplah apa yang dikatakan oleh Aristotele, "Aku
sangat menghormati dan mencintai Plato, tapi aku lebih menghargai
kebenaran". Begitu kukuhnya Aristoteles memegang kebenaran
filosofisnya, tapi tak pernah ada cacian atau hinaan (dikredit) yang
terlontar dari mulut Aristoteles terhadap Plato, demikian juga
sebaliknya. Dan, hal yang sama kita temukan pada sejaran pemikiran
filsafat selanjutnya…….

Hal yang lain, sejak kapan lingkup wacana filsafat dibatas-batasi? Tak
ada yang bukan wilayah kajian/pembicaraan filsafat; karena wilayah
pembicaraan filsafat itu adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin
ada sejauh bisa dipikirkan. Dan, uniknya banyak hal yang tidak (bisa)
dipikirkan oleh si "A" tapi menjadi pemikiran yang menarik bagi si
"B", demikian juga sebaliknya, banyak hal yang tidak (bisa) dipikirkan
si "B" tapi menjadi hal yang menarik dalam pikiran si "A". Dan bukan
mustahil logis bagi si "A" dan tidak logis bagi si "B", demikian juga
sebaliknya. Logis bagi Plato dan Tidak logis bagi Aristoteles,
demikian juga sebaliknya.

Dan, bukankah maillist Filsafat ini diperuntukkan bagi orang yang
berpikir filosofis; termasuk berpikir filosofis yang bagi si "A"
filoosofis dan bagi si "B" tidak filosofis, juga sebaliknya………………….

kita menerima atau membaca/mempelajari pemikiran Barat atau pun Timur
atau pemikiran dari belahan dunia mana pun bukan karena kita
mendewakan dan mentuhankan salah satu atau semua pemikiran mereka,
melainkan karena kita berusaha dan belajar untuk bersikap arif dalam
hidup dan berpikir serta menganggap semua hal sebagai sebuah
kemungkinan demi "cinta kita pada kebenaran" (filos sophia).


TAK ADA YANG TERLARANG DALAM BERPIKIR FILSAFAT KECUALI TIDAK
BERPIKIR…………………………….


AG./BDG.




--- In [email protected], verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Mas Vicenzo,
> 
> Mas Vicenzo yang baik, namanya keren sekali..ya.. sulit mengejanya, 
> kayaknya namanya ini import dari italy (duh teringat akan merek curtain 
> ternama.. "vicenza", dulu sempet aku jadi eksportirnya, waktu curtain 
> dipegang PT. Ateja  :).
> 
> Sebenarnya saya tidak memaksakan pemahaman saya, apa yang saya
kemukakan 
> adalah murni pengejawantahan setetes pengetahuan saya yang saya
temui dalam 
> kehidupan saya untuk saya pertemukan dengan samudra filsafat, ibarat
air 
> semua akan mengalir menuju satu samudera.
> Tidak ada air yang tersesat jalan karena dia teresap ke haribaan bumi, 
> demikian pula pendapat saya bisa saja dianggap tak ada arti, bukan pula 
> merupakan ganjalan lepas landasnya filsafat yang anda idealkan.. lalu 
> sebenarnya mau kemana anda akan melepas..
> Menurut saya di forum ini adalah forum kedewasaan fikiran, yang bisa 
> memilah-milah mana yang "benar" dan yang tidak, apakah filsafat disini 
> hanya mau menerima pendapat manusia bumi belahan barat yang
didewa-dewakan 
> pemikirannya? Biarkan filsafat meluas jangan menyempit.. biarkan kita 
> berbeda rambut dan berbeda kepala...(hehehe udah pasti beda lha beda
orang, 
> memangnya kembar siam?), dan pula berbeda pandangan.
> 
> Oh.. ya, jangan lupa ada Om Moderator yang mempertimbangkan tulisan ini 
> layak muat di milis filsafat atau tidak. Jadi bukan berarti atmosfir 
> pesantren di milis filsafat akibat fikiran saya.
> Silakan anda warnai sendiri milis ini dengan warna yang anda suka,
karena 
> kita hidup kita berfilsafat.
> 
> Salam,
> Dj
> 
> 
> At 04:53 PM 10/29/05, you wrote:
> >Wahai Mas Verry ganteng,
> >
> >Saya pikir atmosfer di milis filsafat sudah ada
> >perubahan yg signifikan. Ternyata belum, dengan
> >kehadiran anda. Anda tetap memaksakan konsep2
> >pesantren ke milis ini,...:(
> >
> >Anda sudah menguak esensi dasar filsafat kontemporer,
> >y.i: Bertanya dan bernalar. Dan itu benar. Tapi,
> >apakah ujung pertanyaan tentang asal-usul, akhirnya
> >ada pada sang Supreme Being?
> >Apakah filsafat dapat berhenti pada Tuhan sebagai
> >penyebab Awal semata,..?? Jadi, klo kita blum
> >beragama, kita tidak punya semacam kesadaran diri?
> >Ini perbedaan substansial antara filsafat dan Agama;
> >Agama memutus rantai sebab akibat (asal-usul, menurut
> >Anda) pada sang Maha,..sang Rabb. Tapi filsafat, masih
> >dapat lebih jauh dari itu.
> >
> >Klo anda berharap bahwa agama, dengan bantuan
> >filsafat, lebih dapat diresapi dan diyakini,..
> >Namun filsafat sendiri, pada titik tertentu sering
> >menjadi antitesa dogma Agama.
> >Dus, menurut saya, filsafat yang sesungguhnya, tidak
> >memmerlukan/berkesepahaman dengan agama.
> >
> >Dia bahkan hadir dan berkembang untuk, salah satunya,
> >menelanjangi Kemunafikan dan pembodohan dari yang
> >namanya A G A M A....!!!
> >
> >Mas Verry ganteng,....Anda telah dibodohi Harun Yahya.
> >
> >
> >Comradely,
> >
> >
> >+Vincenzo+
> >
> >
> >--- verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > >
> > > >
> > > >
> > > > >>>Kesadaran Diri  (Agama dan Ilmu Pengetahuan ada
> > > kesepahaman)
> > > > >>>
> > > > >>>Membaca tulisan mas Agustinus yang mengemukakan
> > > bahwa antara Filsafat
> > > > >>>dan agama biarkan berjalan di relnya
> > > masing-masing. Sayangnya saya tidak
> > > > >>>sependapat dengannya dengan alasan sebagai
> > > berikut :
> > > > >>>
> > > > >>>Filsafat kontemporer secara hakiki terpusat
> > > pada pribadi manusia,
> > > > >>>mungkin saja tanpa situasi historis kita tidak
> > > bisa memahami apa dan
> > > > >>>bagaimana esensi diri sebenarnya, dengan Al
> > > Quran membuka pintu dunia
> > > > >>>baru, tentang kesadaran diri dari individualis
> > > sampai ke kesadaran yang
> > > > >>>universal.
> > > > >>>
> > > > >>>Suatu motif yang awalnya bersifat historis dan
> > > psikologis akan berubah
> > > > >>>menjadi pertanyaan filosofis "Siapakah aku
> > > ini?", Apa tujuan hidup ini?,
> > > > >>>Apa arti hidup ini? Kenapa aku bereksistensi?".
> > > Mengemukakan masalah
> > > > >>>kebebasan dan masalah tanggung jawab hal ini
> > > membawa kita kepada
> > > > >>>penelitian mengenai asal-usul (bukannya
> > > asal-usil) dari kedua sisi
> > > > >>>kebebasan dan tanggung jawab. Hal ini akhirnya
> > > memunculkan ke masalah
> > > > >>>ketuhanan. Dari masalah ketuhanan ini muncul
> > > korelasi antara agama dan
> > > > >>>ilmu pengetahuan ataupun filsafat, sehingga
> > > agama (boleh jadi) tak
> > > > >>>terpisahkan, karena eksistensi manusia yang
> > > bersifat teosentris ataupun
> > > > >>>antropologis, yang membawa kita kepada
> > > pernyataan populer "Barang siapa
> > > > >>>tahu/mengenal akan dirinya maka akan mengenal
> > > tuhannya".
> > > > >>>
> > > > >>>Dalam arti yang sebenarnya, kata "eksistensi"
> > > berarti keberadaan manusia
> > > > >>>di jagad raya ini. Lalu, kenapa filsafat atau
> > > ilmu pengetahuan
> > > > >>>diperlukan dalam agama?, karena selama ini kita
> > > dipaksa untuk percaya
> > > > >>>terhadap keyakinan, tanpa pernah memahami
> > > mengapa kita harus
> > > > >>>meyakininya, keadaan inilah yang menyebabkan
> > > keyakinan seseorang akan
> > > > >>>mudah lepas dan selalu dalam keraguan pada
> > > agamanya. Dengan ilmu
> > > > >>>pengetahuan maka akan mengarahkan keyakinan
> > > kita dari tingkatan
> > > > >>>ilmulyakin, ainul yakin, wajibul yakin sampai
> > > ke haqul yakin. Yakin
> > > > >>>seyakin-yakinnya.
> > > > >>>
> > > > >>>Salam,
> > > > >>>
> > > > >>>Ferrydjajaprana.multiply.com
> > >
> > >
> >
> >
> >**"Tuhan berdiam diri dalam akal budi, serta bertindak dengan rasa.
Dan 
> >karena engkau adalah nafas ciptaan Tuhan, sepucuk daun pepohonan rimba 
> >Tuhan, maka juga kaupun hendaklah; Berhening diri dalam akal 
> >budi,..Bergerak dalam gelora rasa." (Kahlil Gibran)**
> >
> >
> >
> >
> >__________________________________
> >Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
> >http://mail.yahoo.com
> >
> >
> >
> >******************************************************
> >Milis Filsafat
> >Posting     : [email protected]
> >Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
> >Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
> >Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
> >******************************************************
> >
> >Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke