OK, trim's atas koreksinya. Bukan maksud hamba
mendistorsi filsafat dengan kekayaan warna-nya. Sekali
lagi trim's buat Bung Very dan Gibson.

Yang terpenting, saya tidak pernah bermasalah dengan
apresiasi atas perbedaan pandangan.:)

Comradely,


+Corleone+
NB: Sekedar koreksi buat kang Gibson; Pemikiran ttg
gerak oleh HERAKLITUS, sdeangkan yang diam/tetap oleh
PARMENIDES.

--- kang_gibson <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> EUREKA……………………………maka tiada!
> 
> Tak ada yang tabu dalam filsafat, tak ada kemestian
> kecuali
> berfilsafat itu sendiri. Yang jelas setiap orang
> yang berfilsafat dan
> setiap proses pemikiran filsafat pasti menyandarkan
> pada apa yang
> "diyakininya" (keyakinan filosofis); tak ada
> pemikiran dan proses
> berpikir tanpa asumsi-asumsi yang mendasarinya.
> 
> Demikian juga tak ada larangan (taboo) dalam
> berfilsafat apakah ia
> menganggap (mengakui; anggapan dan pengakuan
> filosofis) bahwa realitas
> ilahiyah (tuhan, Supreme Being) sebagai realitas
> asasi atau pun
> menolaknya. Tidak pernah ada dalam sejarah pemikiran
> filsafat yang
> menganulir atau menafikan keberadaan seorang filosof
> yang mengakui
> keberadaan tuhan/realitas ilahiyan. Kedudukan orang
> yang mengklaim
> bahwa pemikiran filosofis yang mengakui keberadaan
> realitas ilahuyah
> sebagai keluar dari ranah filsafat sama dengan orang
> yang menafikan
> pemikiran filosofis yang menolak keberadaan realitas
> Ilahiyah. Sama
> tidak 'arif (wisdom)-nya.
> 
> Kita mengenal Phytagorassebagai tokoh-tokoh filsafat
> yang mengakui
> keberadaan realitas spiritual (phytagoras), demikian
> juga dengan
> tokoh-tokoh filsafat dari kalangan greja, para
> filosof timur pun tidak
> kurang banyaknya. Dan mereka tetap dianggap sebagai
> filosof yang
> pemikirannya bukan hanya dihargai tapi juga tetap
> menjadi rujukan.
> Demikian juga dengan filosof yang demikina gigih
> untuk menolak
> keberadaan realitas ilahiyah, seperti Marx,
> Nietzsche dan para filosof
> eksistensialis. 
> 
> Dalam wacana pemikiran filsafat bukan sekedar
> sebagai hal biasa
> berbeda dan bertentangan pemikiran. Kita ingat
> bagaimana pertentangan
> pemikiran filosofis antara pemikiran Parminedes
> dengan Anaximenes
> tentang gerak dan diam, antara Plato dengan
> Aristoteles dll. Tapi apa
> yang mereka katakan, cukuplah apa yang dikatakan
> oleh Aristotele, "Aku
> sangat menghormati dan mencintai Plato, tapi aku
> lebih menghargai
> kebenaran". Begitu kukuhnya Aristoteles memegang
> kebenaran
> filosofisnya, tapi tak pernah ada cacian atau hinaan
> (dikredit) yang
> terlontar dari mulut Aristoteles terhadap Plato,
> demikian juga
> sebaliknya. Dan, hal yang sama kita temukan pada
> sejaran pemikiran
> filsafat selanjutnya…….
> 
> Hal yang lain, sejak kapan lingkup wacana filsafat
> dibatas-batasi? Tak
> ada yang bukan wilayah kajian/pembicaraan filsafat;
> karena wilayah
> pembicaraan filsafat itu adalah segala sesuatu yang
> ada dan mungkin
> ada sejauh bisa dipikirkan. Dan, uniknya banyak hal
> yang tidak (bisa)
> dipikirkan oleh si "A" tapi menjadi pemikiran yang
> menarik bagi si
> "B", demikian juga sebaliknya, banyak hal yang tidak
> (bisa) dipikirkan
> si "B" tapi menjadi hal yang menarik dalam pikiran
> si "A". Dan bukan
> mustahil logis bagi si "A" dan tidak logis bagi si
> "B", demikian juga
> sebaliknya. Logis bagi Plato dan Tidak logis bagi
> Aristoteles,
> demikian juga sebaliknya.
> 
> Dan, bukankah maillist Filsafat ini diperuntukkan
> bagi orang yang
> berpikir filosofis; termasuk berpikir filosofis yang
> bagi si "A"
> filoosofis dan bagi si "B" tidak filosofis, juga
> sebaliknya………………….
> 
> kita menerima atau membaca/mempelajari pemikiran
> Barat atau pun Timur
> atau pemikiran dari belahan dunia mana pun bukan
> karena kita
> mendewakan dan mentuhankan salah satu atau semua
> pemikiran mereka,
> melainkan karena kita berusaha dan belajar untuk
> bersikap arif dalam
> hidup dan berpikir serta menganggap semua hal
> sebagai sebuah
> kemungkinan demi "cinta kita pada kebenaran" (filos
> sophia).
> 
> 
> TAK ADA YANG TERLARANG DALAM BERPIKIR FILSAFAT
> KECUALI TIDAK
> BERPIKIR…………………………….
> 
> 
> AG./BDG.
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], verri DJ
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Dear Mas Vicenzo,
> > 
> > Mas Vicenzo yang baik, namanya keren sekali..ya..
> sulit mengejanya, 
> > kayaknya namanya ini import dari italy (duh
> teringat akan merek curtain 
> > ternama.. "vicenza", dulu sempet aku jadi
> eksportirnya, waktu curtain 
> > dipegang PT. Ateja  :).
> > 
> > Sebenarnya saya tidak memaksakan pemahaman saya,
> apa yang saya
> kemukakan 
> > adalah murni pengejawantahan setetes pengetahuan
> saya yang saya
> temui dalam 
> > kehidupan saya untuk saya pertemukan dengan
> samudra filsafat, ibarat
> air 
> > semua akan mengalir menuju satu samudera.
> > Tidak ada air yang tersesat jalan karena dia
> teresap ke haribaan bumi, 
> > demikian pula pendapat saya bisa saja dianggap tak
> ada arti, bukan pula 
> > merupakan ganjalan lepas landasnya filsafat yang
> anda idealkan.. lalu 
> > sebenarnya mau kemana anda akan melepas..
> > Menurut saya di forum ini adalah forum kedewasaan
> fikiran, yang bisa 
> > memilah-milah mana yang "benar" dan yang tidak,
> apakah filsafat disini 
> > hanya mau menerima pendapat manusia bumi belahan
> barat yang
> didewa-dewakan 
> > pemikirannya? Biarkan filsafat meluas jangan
> menyempit.. biarkan kita 
> > berbeda rambut dan berbeda kepala...(hehehe udah
> pasti beda lha beda
> orang, 
> > memangnya kembar siam?), dan pula berbeda
> pandangan.
> > 
> > Oh.. ya, jangan lupa ada Om Moderator yang
> mempertimbangkan tulisan ini 
> > layak muat di milis filsafat atau tidak. Jadi
> bukan berarti atmosfir 
> > pesantren di milis filsafat akibat fikiran saya.
> > Silakan anda warnai sendiri milis ini dengan warna
> yang anda suka,
> karena 
> > kita hidup kita berfilsafat.
> > 
> > Salam,
> > Dj
> > 
> > 
> > At 04:53 PM 10/29/05, you wrote:
> > >Wahai Mas Verry ganteng,
> > >
> > >Saya pikir atmosfer di milis filsafat sudah ada
> > >perubahan yg signifikan. Ternyata belum, dengan
> > >kehadiran anda. Anda tetap memaksakan konsep2
> > >pesantren ke milis ini,...:(
> > >
> > >Anda sudah menguak esensi dasar filsafat
> kontemporer,
> > >y.i: Bertanya dan bernalar. Dan itu benar. Tapi,
> > >apakah ujung pertanyaan tentang asal-usul,
> akhirnya
> > >ada pada sang Supreme Being?
> > >Apakah filsafat dapat berhenti pada Tuhan sebagai
> > >penyebab Awal semata,..?? Jadi, klo kita blum
> > >beragama, kita tidak punya semacam kesadaran
> diri?
> > >Ini perbedaan substansial antara filsafat dan
> Agama;
> 
=== message truncated ===


**"Tuhan berdiam diri dalam akal budi, serta bertindak dengan rasa. Dan karena 
engkau adalah nafas ciptaan Tuhan, sepucuk daun pepohonan rimba Tuhan, maka 
juga kaupun hendaklah; Berhening diri dalam akal budi,..Bergerak dalam gelora 
rasa." (Kahlil Gibran)**


                
__________________________________ 
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke