Apabila Tuhan identik dengan kebaikan dan lain hal yang sifatnya positif,
maka setan adalah kebalikannya, setan adalah sosok lambang kejahatan dan
kegelapan. Salah satu persoalan etika monotheisme adalah mengisolasi
kejahatan, karena kita tidak menerima adanya gagasan bahwa ada kejahatan di
dalam Dzat Tuhan dan sebagai manusia yang didalam dirinya mengalir sifat
ilahiyah, maka kejahatan dicampakkan. Gambaran kejahatan itu disimbolkan
dengan monster yang tidak manusiawi, orang biasa menyebutnya dedemit, jin
ifrit dan lain-lain, apa benar demikian?

Kenapa Syaitan dikutuk?

Didalam agama Islam, disebutkan bahwa "Sesungguhnya tidak diciptakan Jin
dan Manusia kecuali untuk beribadah". (Q.S. Al Hujarat :...?).
Dari sejarahnya (kalau bisa disebut begitu), jin dan malaikat diciptakan
lebih dahulu dibandingkan dengan manusia. Baru setelah Allah ingin dikenal,
maka diciptakan mahluk yang namanya manusia. Penciptaan manusia sendiri
tidak melalui jalan yang mudah. Dahulunya jin/Iblis/dan Tuhan itu akrab,
sampai-sampai Iblis memanggil Tuhannya cukup dengan kata "Ya Rab" (Wahai
Tuhan).

Bisa jadi kalau Tuhan mau, seluruh umatnya agar tunduk kepadaNya pun bisa,
tapi Tuhan Maha Tahu dan Maha Berkehendak, kita tidak bisa mengetahui
karena keterbatasan ilmu kita. Dengan kehendak Nya, akhirnya tercipta sosok
manusia - Adam.

Ketika setelah usai masa penciptaan dan Tuhan memberikan perintah untuk
sujud baik malaikat maupun Iblis, Iblis menolaknya, tidak seperti malaikat
yang patuh. Disinilah akhirnya Iblis dilaknat Tuhan karena tidak patuh.
Seperti layaknya transaksi bisnis, Tuhanpun bersepakat untuk melaknat iblis
untuk menghuni neraka karena ketidak patuhannya. Iblis setuju dengan
kompensasi untuk berumur panjang dan diberikan fasilitas untuk menggoda
manusia di dunia untuk dipengaruhi untuk mengikutinya.

Dunia yang kita huni ini adalah ladangnya akhirat, di dunia ini tak lebih
dari permainan (sebagian orang menyebutnya ujian), lalu apa permainannya
atau ujiannya? Ujiannya diantaranya diciptakan setan, hawa nafsu, kaum hawa
dan lain-lain.

Lalu timbul petanyaan Kenapa setan kok terus saja dikutuk? Bukankah Tuhan
Maha Pengampun? Kalau dia diampuni, mungkin saja dia berubah sikap,
perilakunya menjadi baik dan lebih beradab, tak lagi usil mengganggu
manusia seperti kita-kita ini. Jawabnya : Setan itu dikutuk sudah merupakan
takdir, karena ingkar dan tidak mau bertobat. Andaikan saja setan mau
bertobat, sejarah manusia mungkin bicara lain. Tuhan Maha Berkehendak,
untuk menguak kehendaknya ilmu kita tidak sampai, karena bahasanya saja
sudah berbeda.

Apa bener manusia berbuat jahat karena pengaruh setan, bukan sebab lain?
Bisa jadi demikian, pemicunya tentu saja sifat duniawi termasuk didalamnya
manusia, konon kabarnya setan juga bisa masuk didalam kalbu manusia, untuk
itu kalbu harus sering dibersihkan. Ibarat kaca keberadaan syaitan di dalam
kalbu kita seperti debu/kabut, semakin lama semakin tebal, maka setan betah
bertahta disitu. Kontradiktif dengan itu, berakibat Ilahiyah/Tuhan jauh.
Makanya biasanya apabila kita pasrah dan ihlas bersandar kepada Sang Ilahi
maka lepas segala kepenatan duniawi. Sempatnya setan memberitahu bahwa dia
suka sekali menggoda manusia yang lalai dari peribadatan kepada Yang Maha
Esa, kecuali sama orang yang beriman. Jadi takut digoda setan? Beriman dan
pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa, solusi jitunya! Aman dech...

Salam,
Ferry Djajaprana
http://ferrydjajaprana.multiply.com/journal/item/31
Thanks to Mr. Chairul


At 09:21 PM 12/5/05, you wrote:
>Kenapa setan kok dikutuk?
>
>Firdaus, 6.000 SM - Jin ifrit, setan, grandong, mak lampir, dedemit,
>drakula, wewe gombel, gendruwo, kuntilanak, tuyul, jlangkrong, barongsai,
>sundel bolong dan malaikat pernah ngobrol bareng sama Tuhan. Kala itu
>Tuhan sedang berada di sebuah lab bernama Firdaus untuk menciptakan Adam
>dari seonggok tanah liat. Agaknya mereka sudah saling akrab sebagaimana
>layaknya sahabat karib yang lagi bercengkrama sembari
>menyeruput  secangkir kopi dan hidangan manisan kurma. Seolah tak ada
>jarak memisahkan mereka. Para bidadari terbang keliling bak helikopter di
>langit-langit lab.
>
>Malaikat sempat menggunakan hak vetonya dengan memberi peringatan kepada
>Tuhan yang kira-kira isinya begini: "Kenapa Kau ciptakan manusia kalau
>mereka pernah merusak isi bumi?"
>
>Tuhan tetap tega r. Dengan 'jampi-jampinya', terciptalah sosok Adam.
>Sebaliknya setan punya agenda tersembunyi. Ia ingin menggoda manusia
>yang diciptakan Tuhan itu. Sayangnya, Tuhan tak tahu rencana jahat
>dari setan itu, padahal Dia Maha Tahu. Kala tubuh Adam mulai bangkit,
>setan tak mau bersujud. Bahkan ia berkoar: "Aku yang terbuat dari api
>tak mau tunduk kepada manusia yang cuma dibikin dari tanah liat!" Tuhan
>benar-benar seorang demokrat sejati. Walau setan menentang keras ciptaan
>baruNya, Tuhan tak mau menghabisi para setan. Kala itu Tuhan lagi tak mau
>disebut Sang
>Maha Kuasa.
>
>Yang jadi pertanyaan: Kenapa setan kok terus saja dikutuk? Bukankah
>Tuhan Maha Pengampun? Kalau dia diampuni, mungkin saja dia berubah sikap,
>perilakunya menjadi baik dan lebih beradab, tak lagi usil mengganggu
>manusia seperti
>kita-kita ini.
>
>Apa bener manusia berbuat jahat karena pengaruh setan, bukan sebab
>lain? Mohon pencerahannya.

--=====================_36474982==.ALT
Content-Type: text/html; charset="us-ascii"

Apabila Tuhan identik dengan kebaikan dan lain hal yang sifatnya positif, maka setan adalah kebalikannya, setan adalah sosok lambang kejahatan dan kegelapan. Salah satu persoalan etika monotheisme adalah mengisolasi kejahatan, karena kita tidak menerima adanya gagasan bahwa ada kejahatan di dalam Dzat Tuhan dan sebagai manusia yang didalam dirinya mengalir sifat ilahiyah, maka kejahatan dicampakkan. Gambaran kejahatan itu disimbolkan dengan monster yang tidak manusiawi, orang biasa menyebutnya dedemit, jin ifrit dan lain-lain, apa benar demikian?

Kenapa Syaitan dikutuk?

Didalam agama Islam, disebutkan bahwa "Sesungguhnya tidak diciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah". (Q.S. Al Hujarat :...?).
Dari sejarahnya (kalau bisa disebut begitu), jin dan malaikat diciptakan lebih dahulu dibandingkan dengan manusia. Baru setelah Allah ingin dikenal, maka diciptakan mahluk yang namanya manusia. Penciptaan manusia sendiri tidak melalui jalan yang mudah. Dahulunya jin/Iblis/dan Tuhan itu akrab, sampai-sampai Iblis memanggil Tuhannya cukup dengan kata "Ya Rab" (Wahai Tuhan).

Bisa jadi kalau Tuhan mau, seluruh umatnya agar tunduk kepadaNya pun bisa, tapi Tuhan Maha Tahu dan Maha Berkehendak, kita tidak bisa mengetahui karena keterbatasan ilmu kita. Dengan kehendak Nya, akhirnya tercipta sosok manusia - Adam.

Ketika setelah usai masa penciptaan dan Tuhan memberikan perintah untuk sujud baik malaikat maupun Iblis, Iblis menolaknya, tidak seperti malaikat yang patuh. Disinilah akhirnya Iblis dilaknat Tuhan karena tidak patuh. Seperti layaknya transaksi bisnis, Tuhanpun bersepakat untuk melaknat iblis untuk menghuni neraka karena ketidak patuhannya. Iblis setuju dengan kompensasi untuk berumur panjang dan diberikan fasilitas untuk menggoda manusia di dunia untuk dipengaruhi untuk mengikutinya.

Dunia yang kita huni ini adalah ladangnya akhirat, di dunia ini tak lebih dari permainan (sebagian orang menyebutnya ujian), lalu apa permainannya atau ujiannya? Ujiannya diantaranya diciptakan setan, hawa nafsu, kaum hawa dan lain-lain.

Lalu timbul petanyaan Kenapa setan kok terus saja dikutuk? Bukankah Tuhan Maha Pengampun? Kalau dia diampuni, mungkin saja dia berubah sikap, perilakunya menjadi baik dan lebih beradab, tak lagi usil mengganggu manusia seperti kita-kita ini. Jawabnya : Setan itu dikutuk sudah merupakan takdir, karena ingkar dan tidak mau bertobat. Andaikan saja setan mau bertobat, sejarah manusia mungkin bicara lain. Tuhan Maha Berkehendak, untuk menguak kehendaknya ilmu kita tidak sampai, karena bahasanya saja sudah berbeda.

Apa bener manusia berbuat jahat karena pengaruh setan, bukan sebab lain? Bisa jadi demikian, pemicunya tentu saja sifat duniawi termasuk didalamnya manusia, konon kabarnya setan juga bisa masuk didalam kalbu manusia, untuk itu kalbu harus sering dibersihkan. Ibarat kaca keberadaan syaitan di dalam kalbu kita seperti debu/kabut, semakin lama semakin tebal, maka setan betah bertahta disitu. Kontradiktif dengan itu, berakibat Ilahiyah/Tuhan jauh. Makanya biasanya apabila kita pasrah dan ihlas bersandar kepada Sang Ilahi maka lepas segala kepenatan duniawi. Sempatnya setan memberitahu bahwa dia suka sekali menggoda manusia yang lalai dari peribadatan kepada Yang Maha Esa, kecuali sama orang yang beriman. Jadi takut digoda setan? Beriman dan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa, solusi jitunya! Aman dech...

Salam,
Ferry Djajaprana 
http://ferrydjajaprana.multiply.com/journal/item/31
Thanks to Mr. Chairul

 
At 09:21 PM 12/5/05, you wrote:
Kenapa setan kok dikutuk?
 
Firdaus, 6.000 SM - Jin ifrit, setan, grandong, mak lampir, dedemit, drakula, wewe gombel, gendruwo, kuntilanak, tuyul, jlangkrong, barongsai, sundel bolong dan malaikat pernah ngobrol bareng sama Tuhan. Kala itu Tuhan sedang berada di sebuah lab bernama Firdaus untuk menciptakan Adam dari seonggok tanah liat. Agaknya mereka sudah saling akrab sebagaimana layaknya sahabat karib yang lagi bercengkrama sembari menyeruput  secangkir kopi dan hidangan manisan kurma. Seolah tak ada jarak memisahkan mereka. Para bidadari terbang keliling bak helikopter di langit-langit lab.
 
Malaikat sempat menggunakan hak vetonya dengan memberi peringatan kepada
Tuhan yang kira-kira isinya begini: "Kenapa Kau ciptakan manusia kalau mereka pernah merusak isi bumi?"
 
Tuhan tetap tega r. Dengan 'jampi-jampinya', terciptalah sosok Adam.
Sebaliknya setan punya agenda tersembunyi. Ia ingin menggoda manusia
yang diciptakan Tuhan itu. Sayangnya, Tuhan tak tahu rencana jahat
dari setan itu, padahal Dia Maha Tahu. Kala tubuh Adam mulai bangkit,
setan tak mau bersujud. Bahkan ia berkoar: "Aku yang terbuat dari api
tak mau tunduk kepada manusia yang cuma dibikin dari tanah liat!" Tuhan
benar-benar seorang demokrat sejati. Walau setan menentang keras ciptaan baruNya, Tuhan tak mau menghabisi para setan. Kala itu Tuhan lagi tak mau disebut Sang
Maha Kuasa.
 
Yang jadi pertanyaan: Kenapa setan kok terus saja dikutuk? Bukankah
Tuhan Maha Pengampun? Kalau dia diampuni, mungkin saja dia berubah sikap, perilakunya menjadi baik dan lebih beradab, tak lagi usil mengganggu manusia seperti
kita-kita ini.
 
Apa bener manusia berbuat jahat karena pengaruh setan, bukan sebab
lain? Mohon pencerahannya.

--=====================_36474982==.ALT--


******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke