Salam kenal,
Saya Sunanambu, anggota baru.

Tulisan Audifax, saya pikir menarik, dan saya tergoda untuk mencari bukunya. Bagi saya, gereja itu merupakan suatu representasi dari kemapanan. Ia dibingkai dalam sabda-sabda yang seolah-olah tak bisa diganggu gugat. Padahal sabda-sabda tersebut hanyalah interpretasi. Sedangkan, imajinasi itu liar. Kadang-kadang ia bisa mendobrak hal-hal yang 'sudah biasa', lumrah, atau natur. Perubahan awalnya dari imajinasi. Tak akan ada perubahan jika manusia tak memiliki imajinasi. Keliaran imajinasi membawa manusia  kembali masuk ke dalam dunia 'titiknol', tanpa kategori-kategori. Ketika orang masuk dalam kondisi itu, ia akan terhenyak, seolah-olah diinterupsi. Keseharian yang telah dianggap sebagai sesuatu yang sudah terberi, kemudian dipertanyakan kembali: "Betulkah keseharian itu hanya ada satu, tak lagi ada pilihan?"
   Bagi saya, bisa jadi bahwa Harry Potter itu memang menggugat interpretasi yang monolitik dari gereja. Orang-orang gereja yang berada dalam status quo tentu akan khawatir, sebab kenyamanan yang selama ini dirasakan oleh orang-orang yang memiliki posisi istimewa di dalamnya, digugat. Mereka takut kehilangan.
Gereja adalah sebuah hegemoni.
Cape ah, sudah dulu ya.... 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke