Kalo saya jadi yang punya pesantren saya akan biarkan semua santri saya diambil sidik jarinya. Ini kan kesempatan untuk membuktikan diri bahwa pesantren tidak bersalah sekalian promosi gratis. Logika saya mengatakan kalo tidak bersalah mengapa takut diambil sidik jarinya? Toh pengamilan sidik jari hal yang wajar saja, kalo sudah main tangkap tanpa alasan itu baru kurang ajar.
farhan kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
farhan kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
sawung
"aku tersadar ternyata sekarang aku berdiri sendirian"
Da stec'ich nun, ich armer Tor!
Und bin so klug als wie zuvor
Faust