At 08:29 AM 12/15/05, you wrote:
Saleh wafat di tahun 1880. Peninggalan beliau diantaranya adalah kebun binatang yang kini berubah fungsi menjadi Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta. Juga rumah miliknya yang kini berubah
fungsi menjadi rumah sakit Katholik di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat.
mau ralat dikit, kalau tidak salah yang di Raden Saleh (lebih terkenal dengan nama RS Cikini) itu tidak ada embel-embel rumah sakit Katholik deh, setahu saya yang ada embel-embel itu RS. Carolus...
:)
- ----- Original Message -----
- From: radityo djadjoeri
- To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
- Sent: Saturday, December 10, 2005 3:32 PM
- Subject: [filsafat] 'Mbleberisasi' agama dan Pangeran Diponegoro
- 'Mbleberisasi' agama dan Pangeran Diponegoro
- Islam adalah agamaku, paling tidak sesuai KTP. Aku bersuku Jawa yang juga lahir di Pulau Jawa. Aku warga negara Republik Indonesia tercinta dari kalangan biasa-biasa saja.
- Almarhum kakek buyutku adalah seorang ustadz yang mengelola sebuah pondok pesantren di Mayong, Jawa Tengah. Almarhum kakek - ayah dari ibuku - pernah aktif di Sarekat Islam.
- Beliau dan aktivis lainnya pernah dibuang ke Boven Digoel di Papua sana oleh
- penjajah Belanda. Setelah bertahun-tahun menghadapi ganasnya alam
- Papua bersama anak dan istri serta teman-teman seperjuangannya, beliau
- dikembalikan ke Tanah Jawa. Namun akhir hidupnya amat tragis. Beliau
- menjadi korban fitnah. Kakekku dan kakak iparnya tewas dieksekusi pasukan Belanda asal
- Maluku di sebuah pematang sawah. Hanya bertutupkan selembar kain sarung, jenasahnya
- lalu dibawa pulang untuk dimakamkan. Aku sebut peristiwa itu sebagai "Santap Sahur
- Terakhir", karena beliau dicokok tentara Belanda kala sedang menikmati
- santap sahur bersama istri dan anak-anaknya. Kini di pusara makamnya
- terpahat nama 'Zed Mohamad'. Namanya tercantum pada sebuah buku yang
- pernah ditulis oleh almarhum Soe Hock Gie. Sebagai catatan, Zed Mohamad
- adalah ayah kandung dari sastrawan Goenawan Mohamad (GM). GM sendiri
- tak sempat mengenyam kasih sayang dari ayahnya, karena ia masih bayi
- kala ayahnya ditembak pasukan Belanda.
- Ibuku dulu termasuk aktif di organisasi Aisyah. Almarhum ayahku juga
- aktif di Muhammadiyah dan pernah mendirikan masjid cukup megah yang diberi nama Al-Furqon. Konon almarhum ayahku masih keturunan kesekian dari seorang pengikut Pangeran
- Diponegoro. Kala pasukan Belanda berhasil menghantam kekuatan sang pangeran,
- para pengikutnya tercerai-berai ke berbagai kota di Jawa. Peninggalan yang waktu
- masa kecil aku saksikan adalah sebuah rumah kayu penuh ukiran yang amat
- menawan. Perabot yang ada di dalam rumah tersebut juga termasuk berkelas,
- seperti dipan ukir, gebyog, kursi goyang, lampu gantung besi, meja marmer dan sebagainya. Namun sayangnya, rumah ukir tersebut kini sudah berpindah tangan, dengar-dengar
- kini dimiliki oleh seorang kerabat Cendana. *
- Aku terus terang tidak suka melihat sebagian umat muslim yang maunya Islam itu
- 'mbleber' kemana-mana. Ngaji, sholat, puasa, naik haji, zakat, amal, dan berbuat
- kebajikan saja rupanya tak cukup. Naik haji sekali kurang puas, maunya berkali-kali - padahal tindakan itu melemahkan nilai Rupiah karena segalanya musti dihitung dengan dollar
- Amerika dan Riyal. Belum lagi uang ONH dan dana operasional haji yang
- selalu dikorup oknum Depag dan antek-anteknya sejak Orba dulu. Tak heran
- kalau negeri ini terus terpuruk bak kapal keruk yang bocor dimana-mana,
- tapi teknisinya bingung dan tak tahu mana yang musti ditambal lebih
- dulu.
- Islam musti punya ini punya itu, termasuk punya negara sendiri. Agama
- lalu jadi simbol akan status seseorang. Sebagian umat manusia di bumi ini tak mampu untuk
- lepas dari simbol-simbol tersebut. Simbol itu bisa menyejukkan, bisa
- juga mengerikan. Agama akhirnya mirip 'branded product': ada DKNY, ada Armani, ada Prada,
- ada Gucci dan sebagainya. Semua itu produk impor yang bisa dipakai siapa
- asal punya dana yang mencukupi. Untuk beragama memang tak perlu punya
- uang, tapi perlu mencadangkan sebagian kapasitas otak dan hati untuk
- menyerapnya. Ibarat sebuah disket, sebagian kapasitas memori musti
- dicadangkan untuk urusan religi. Sayangnya, kapasitas otak tiap orang
- berbeda-beda, sehingga dalam memahami dan meyakini sebuah agama pun
- berbeda-beda pula.
- Agama lalu jadi mirip klub sepakbola berikut pernak-pernik 'bonek' dan
- tawurannya. Itu semua timbul dari fanatisme yang berlebihan. Mereka mudah tersinggung, mereka gampang ricuh, dan 'right or wrong is my club' - walau agama tak pernah salah, tetapi penganutnyalah yang kerap bikin keliru karena salah tafsir. Sebagian ayat-ayat dari kitab suci dipermainkan oleh segelintir orang sekadar untuk mengesahkan segala tindakan yang tak berperikemanusiaan. Kekerasan tak lagi sebagai bahasa, tetapi jadi tindak-tanduk yang meresahkan bahkan membahayakan orang lain.
- Bahkan ada orang-orang yang bermimpi akan bangkitnya kejayaan kekhalifahan Ottoman
- di masa silam. Inilah yang dibilang kekuatan politis maupun non-politis
- berselimutkan agama yang mau mencaplok apa saja yang bisa dicaplok. Sungguh sesuai dengan satu sifat buruk manusia yang pemakan segala. Kalau sudah begini, agama
- takkan menciptakan kedamaian, tapi malah menciptakan perang dan huru-hara.
- Inilah yang aku sebut dengan istilah 'mbleberisasi' agama.
- __________________________________________________________
- * Sekilas tentang Perang Jawa (Java Oorlog, 1925 - 1830):
- Menurut catatan sejarah, pada Mei 1825 Belanda punya rencana membuat sebuah
- jalan baru yang akan dibangun di dekat Tegalrejo, pinggiran Yogyakarta.
- Proyek itu akan melewati makam dan tanah leluhur Diponegoro yang membuat
- Diponegoro tersinggung. Ia menentang keras rencana itu.
- Pada 20 Juli 1825 Belanda mengirim serdadunya dari Yogyakarta untuk
- menangkap Diponegoro. Tegalrejo berhasil direbut oleh Belanda. Namun
- Diponegoro berhasil melarikan diri dan mencanangkan panji pemberontakan.
- Sejak saat itu hingga pertengahan 1830 meletuslah perlawanan yang disebut
- Perang Jawa (Java Oorlog), pusatnya di daerah Yogyakarta. Sekira 15
- dari 19 pangeran bergabung dengan Diponegoro. Perjuangan Diponegoro
- dibantu Kyai Mojo yang juga menjadi pemimpin spiritual pemberontakan.
- Pemberontakan ini juga menyerang orang-orang Cina karena mereka dituding telah bertindak
- curang dan juga banyak mendapat kemudahan dari pihak Belanda.
- 15 Oktober 1826, Diponegoro aka Ngabdul Kamidi mengalami kekalahan di
- Gawok, dekat Surakarta. Sejak saat itulah sang pangeran semakin menyadari pada akhirnya
- ia tak akan berhasil mewujudkan niat dan rencananya yang telah dicanangkan
- sejak memulai peperangan yaitu untuk menegakkan keluhuran agama Islam
- di seluruh Tanah Jawa:
- "Mamangun luhuripun Agami Islam wonten ing Tanah Jawi"
- Sasaran ganda moral dan agama itu memang sudah tumbuh dalam diri sang
- pangeran sejak ia muda dan hidup sebagai santri yang berpindah dari satu
- pesantren ke pesantren lain. Pengembaraan fisik dan rohani itu membuat
- ia menampik semua jabatan politik: "mapan ingsun banget lumuh". Ia
- tanggalkan pakaian Jawa dan menggantinya dengan pakaian rasul yang
- serba putih.
- Pada 1827 Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dengan menggunakan
- sistem benteng. Gerombolan pemberontak dipaksa bertempur sebelum
- mereka sempat tumbuh dalam jumlah besar. Pasukan Diponegoro terjepit.
- Penyakit kolera, malaria, disentri merajalela menyerang kedua belah
- pihak.
- Pada April 1829 Kyai Modjo tertangkap, lalu diasingkan. Pada September
- 1829, Pangeran Mangkubumi, paman Diponegoro, dan panglima utamanya
- Sentot Alibasyah Syahbana menyerah.
- Pada 28 Maret 1830 Diponegoro bersedia melakukan perundingan di Magelang, tetapi
- itu hanya taktik Belanda saja. Diponegoro dinaikkan kereta tahanan untuk dibawa
- ke Semarang. Lalu dengan kapal laut ia diasingkan di Manado, kemudian
- di Makassar.
- Berakhirlah Perang Jawa yang merupakan perlawanan elite bangsawan Jawa.
- Perang Jawa ini banyak memakan korban. Di pihak pemerintah menelan 8.000
- serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 berkebangsaan Indonesia, 200.000
- orang Jawa tewas. Sehingga jumlah penduduk Yogyakarta kala itu menyusut
- separuhnya.
- Pelukis Raden Saleh Boestaman yang keturunan Arab lahir di Solo pada 1814.
- Setelah pergi ke Belanda selama 23 tahun lamanya untuk mengabdi pada
- Raja Willem III, ia kembali ke Jawa pada 1857. Dialah yang melukis
- penangkapan Pangeran Diponegoro di Magelang yang diberi judul 'Historisches Tableau, die Gefangennahmen des Javanischen Hauptling Diepo Negoro'. Raden Saleh wafat di tahun 1880. Peninggalan beliau diantaranya adalah kebun binatang yang kini berubah fungsi menjadi Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta. Juga rumah miliknya yang kini berubah
- fungsi menjadi rumah sakit Katholik di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat.
- Buku: "Asal-usul Perang Jawa, pemberontakan Sepoy & Lukisan Raden Saleh
- Penulis: Peter Carey
- Pengantar: Onghokham
- Penerbit: LkiS, Yogyakarta, 2004
- Tebal: 197 halaman
- __________________________________________________________
- Kisah yang aku cuplikkan dari sebuah buku tersebut dapat disimpulkan,
- bahwa sebenarnya Pangeran Diponegoro ingin mendirikan sebuah kekhalifahan
- Islam di Tanah Jawa - minimal di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Ia
- dan para pengikutnya rela melepas busana kerabat kraton Jawanya dengan
- busana khas Timur Tengah. Kala itu sungguh amat jarang seorang bangsawan kraton
- keturunan Mataram mau menanggalkan tradisi kejawaannya demi apa
- yang diyakininya.
- Tercatat pada 1813 wilayah Mataram pecah menjadi empat dengan naik tahtanya Pangeran Notokusumo sebagai Paku Alam I. Wilayah lainnya menjadi milik Kasunanan dan Mangkunegaran yang berkedudukan di
- Surakarta. Di Yogyakarta berbentuk Kasultanan. Ini bisa menjadi
- penelitian yang amat menarik terkait dengan proses Islamisasi di
- Indonesia pada masa lalu.
- Catatan:
- Kisah Perang Jawa pernah difilmkan oleh almarhum Teguh Karya dengan
- judul "November 1828". Namun itu hanya sepenggal kisah dari ratusan
- kisah yang belum sempat terungkapkan.
- __________________________________________________________
- Ungkapkan opini Anda di:
- http://mediacare.blogspot.com
- http://indonesiana.multiply.com
- __________________________________________________
- Do You Yahoo!?
- Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
- http://mail.yahoo.com
- ******************************************************
- Milis Filsafat
- Posting : [email protected]
- Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
- Website : http://filsafatkita.f2g.net/
- Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
- ******************************************************
- SPONSORED LINKS
- Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
- Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar
- YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
- [EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
| Philosophy beauty product | Philosophy | Philosophy beauty |
| Philosophy of | Philosophy amazing grace | Philosophy hope in a jar |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
