Wah berarti saya yang ketinggalan kereta, karena
bertahun-tahun saya ke RS tersebut setahu saya RS sakit tersebut dikelola oleh
PGI (Persatuan Gereja-Gereja Kristen Indonesia) tapi berhubung memang saya cuma
pengunjung dan bukan pengurus jadi saya tidak tahu kebenaran formalnya, abisnya
saya cuma lihat di plangnya doang..he..he..he. Besok-besok kalau saya ke sana
lagi saya tanya deh ke susternya.
sorry deh kalau salah.
salam
tedi :)
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 15, 2005 2:28
PM
Subject: Re: [filsafat] 'Mbleberisasi'
agama dan Pangeran Diponegoro
Mas,
RS itu dikelola oleh sebuah yayasan Katholik. Entah namanya apa....
Aku
pernah ke R.S. Cikini, memang tidak tertulis katholik, tapi di kedalamannya
nuansa katholik sangat terasa. Kalau salah mohon dikoreksi...ini sekedar
tambahan saja.
At 08:29 AM 12/15/05, you wrote:
Saleh wafat
di tahun 1880. Peninggalan beliau diantaranya adalah kebun binatang yang
kini berubah fungsi menjadi Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta.
Juga rumah miliknya yang kini berubah fungsi menjadi rumah sakit
Katholik di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat. mau ralat dikit, kalau tidak salah yang di Raden Saleh
(lebih terkenal dengan nama RS Cikini) itu tidak ada embel-embel rumah
sakit Katholik deh, setahu saya yang ada embel-embel itu RS.
Carolus... :)
- ----- Original Message -----
- From: radityo
djadjoeri
- To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED]
; [EMAIL PROTECTED]
- Sent: Saturday, December 10, 2005 3:32 PM
- Subject: [filsafat] 'Mbleberisasi' agama dan Pangeran
Diponegoro
- 'Mbleberisasi' agama dan Pangeran Diponegoro
- Islam adalah agamaku, paling tidak sesuai KTP. Aku bersuku Jawa yang
juga lahir di Pulau Jawa. Aku warga negara Republik Indonesia
tercinta dari kalangan biasa-biasa saja.
- Almarhum kakek buyutku adalah seorang ustadz yang mengelola sebuah
pondok pesantren di Mayong, Jawa Tengah. Almarhum kakek - ayah dari
ibuku - pernah aktif di Sarekat Islam.
- Beliau dan aktivis lainnya pernah dibuang ke Boven Digoel di Papua
sana oleh
- penjajah Belanda. Setelah bertahun-tahun menghadapi ganasnya
alam
- Papua bersama anak dan istri serta teman-teman seperjuangannya,
beliau
- dikembalikan ke Tanah Jawa. Namun akhir hidupnya amat tragis. Beliau
- menjadi korban fitnah. Kakekku dan kakak iparnya tewas dieksekusi
pasukan Belanda asal
- Maluku di sebuah pematang sawah. Hanya bertutupkan selembar kain
sarung, jenasahnya
- lalu dibawa pulang untuk dimakamkan. Aku sebut peristiwa itu sebagai
"Santap Sahur
- Terakhir", karena beliau dicokok tentara Belanda kala sedang
menikmati
- santap sahur bersama istri dan anak-anaknya. Kini di pusara
makamnya
- terpahat nama 'Zed Mohamad'. Namanya tercantum pada sebuah buku
yang
- pernah ditulis oleh almarhum Soe Hock Gie. Sebagai catatan, Zed
Mohamad
- adalah ayah kandung dari sastrawan Goenawan Mohamad (GM). GM
sendiri
- tak sempat mengenyam kasih sayang dari ayahnya, karena ia masih
bayi
- kala ayahnya ditembak pasukan Belanda.
- Ibuku dulu termasuk aktif di organisasi Aisyah. Almarhum ayahku juga
- aktif di Muhammadiyah dan pernah mendirikan masjid cukup megah yang
diberi nama Al-Furqon. Konon almarhum ayahku masih keturunan kesekian
dari seorang pengikut Pangeran
- Diponegoro. Kala pasukan Belanda berhasil menghantam kekuatan sang
pangeran,
- para pengikutnya tercerai-berai ke berbagai kota di Jawa.
Peninggalan yang waktu
- masa kecil aku saksikan adalah sebuah rumah kayu penuh ukiran yang
amat
- menawan. Perabot yang ada di dalam rumah tersebut juga termasuk
berkelas,
- seperti dipan ukir, gebyog, kursi goyang, lampu gantung besi, meja
marmer dan sebagainya. Namun sayangnya, rumah ukir tersebut kini
sudah berpindah tangan, dengar-dengar
- kini dimiliki oleh seorang kerabat Cendana. *
- Aku terus terang tidak suka melihat sebagian umat muslim yang maunya
Islam itu
- 'mbleber' kemana-mana. Ngaji, sholat, puasa, naik haji, zakat, amal,
dan berbuat
- kebajikan saja rupanya tak cukup. Naik haji sekali kurang puas,
maunya berkali-kali - padahal tindakan itu melemahkan nilai Rupiah
karena segalanya musti dihitung dengan dollar
- Amerika dan Riyal. Belum lagi uang ONH dan dana operasional haji
yang
- selalu dikorup oknum Depag dan antek-anteknya sejak Orba dulu. Tak
heran
- kalau negeri ini terus terpuruk bak kapal keruk yang bocor
dimana-mana,
- tapi teknisinya bingung dan tak tahu mana yang musti ditambal lebih
- dulu.
- Islam musti punya ini punya itu, termasuk punya negara sendiri.
Agama
- lalu jadi simbol akan status seseorang. Sebagian umat manusia di
bumi ini tak mampu untuk
- lepas dari simbol-simbol tersebut. Simbol itu bisa menyejukkan,
bisa
- juga mengerikan. Agama akhirnya mirip 'branded product': ada DKNY,
ada Armani, ada Prada,
- ada Gucci dan sebagainya. Semua itu produk impor yang bisa dipakai
siapa
- asal punya dana yang mencukupi. Untuk beragama memang tak perlu
punya
- uang, tapi perlu mencadangkan sebagian kapasitas otak dan hati
untuk
- menyerapnya. Ibarat sebuah disket, sebagian kapasitas memori
musti
- dicadangkan untuk urusan religi. Sayangnya, kapasitas otak tiap
orang
- berbeda-beda, sehingga dalam memahami dan meyakini sebuah agama
pun
- berbeda-beda pula.
- Agama lalu jadi mirip klub sepakbola berikut pernak-pernik 'bonek'
dan
- tawurannya. Itu semua timbul dari fanatisme yang berlebihan. Mereka
mudah tersinggung, mereka gampang ricuh, dan 'right or wrong is my club'
- walau agama tak pernah salah, tetapi penganutnyalah yang kerap bikin
keliru karena salah tafsir. Sebagian ayat-ayat dari kitab suci
dipermainkan oleh segelintir orang sekadar untuk mengesahkan segala
tindakan yang tak berperikemanusiaan. Kekerasan tak lagi sebagai
bahasa, tetapi jadi tindak-tanduk yang meresahkan bahkan membahayakan
orang lain.
- Bahkan ada orang-orang yang bermimpi akan bangkitnya kejayaan
kekhalifahan Ottoman
- di masa silam. Inilah yang dibilang kekuatan politis maupun
non-politis
- berselimutkan agama yang mau mencaplok apa saja yang bisa dicaplok.
Sungguh sesuai dengan satu sifat buruk manusia yang pemakan
segala. Kalau sudah begini, agama
- takkan menciptakan kedamaian, tapi malah menciptakan perang dan
huru-hara.
- Inilah yang aku sebut dengan istilah 'mbleberisasi' agama.
- __________________________________________________________
- * Sekilas tentang Perang Jawa (Java Oorlog, 1925 - 1830):
- Menurut catatan sejarah, pada Mei 1825 Belanda punya rencana membuat
sebuah
- jalan baru yang akan dibangun di dekat Tegalrejo, pinggiran
Yogyakarta.
- Proyek itu akan melewati makam dan tanah leluhur Diponegoro yang
membuat
- Diponegoro tersinggung. Ia menentang keras rencana itu.
- Pada 20 Juli 1825 Belanda mengirim serdadunya dari Yogyakarta untuk
- menangkap Diponegoro. Tegalrejo berhasil direbut oleh Belanda. Namun
- Diponegoro berhasil melarikan diri dan mencanangkan panji
pemberontakan.
- Sejak saat itu hingga pertengahan 1830 meletuslah perlawanan yang
disebut
- Perang Jawa (Java Oorlog), pusatnya di daerah Yogyakarta. Sekira 15
- dari 19 pangeran bergabung dengan Diponegoro. Perjuangan Diponegoro
- dibantu Kyai Mojo yang juga menjadi pemimpin spiritual
pemberontakan.
- Pemberontakan ini juga menyerang orang-orang Cina karena mereka
dituding telah bertindak
- curang dan juga banyak mendapat kemudahan dari pihak Belanda.
- 15 Oktober 1826, Diponegoro aka Ngabdul Kamidi mengalami kekalahan
di
- Gawok, dekat Surakarta. Sejak saat itulah sang pangeran semakin
menyadari pada akhirnya
- ia tak akan berhasil mewujudkan niat dan rencananya yang telah
dicanangkan
- sejak memulai peperangan yaitu untuk menegakkan keluhuran agama
Islam
- di seluruh Tanah Jawa:
- "Mamangun luhuripun Agami Islam wonten ing Tanah Jawi"
- Sasaran ganda moral dan agama itu memang sudah tumbuh dalam diri
sang
- pangeran sejak ia muda dan hidup sebagai santri yang berpindah dari
satu
- pesantren ke pesantren lain. Pengembaraan fisik dan rohani itu
membuat
- ia menampik semua jabatan politik: "mapan ingsun banget lumuh".
Ia
- tanggalkan pakaian Jawa dan menggantinya dengan pakaian rasul yang
- serba putih.
- Pada 1827 Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dengan
menggunakan
- sistem benteng. Gerombolan pemberontak dipaksa bertempur sebelum
- mereka sempat tumbuh dalam jumlah besar. Pasukan Diponegoro
terjepit.
- Penyakit kolera, malaria, disentri merajalela menyerang kedua belah
- pihak.
- Pada April 1829 Kyai Modjo tertangkap, lalu diasingkan. Pada
September
- 1829, Pangeran Mangkubumi, paman Diponegoro, dan panglima utamanya
- Sentot Alibasyah Syahbana menyerah.
- Pada 28 Maret 1830 Diponegoro bersedia melakukan perundingan di
Magelang, tetapi
- itu hanya taktik Belanda saja. Diponegoro dinaikkan kereta tahanan
untuk dibawa
- ke Semarang. Lalu dengan kapal laut ia diasingkan di Manado,
kemudian
- di Makassar.
- Berakhirlah Perang Jawa yang merupakan perlawanan elite bangsawan
Jawa.
- Perang Jawa ini banyak memakan korban. Di pihak pemerintah menelan
8.000
- serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 berkebangsaan Indonesia, 200.000
- orang Jawa tewas. Sehingga jumlah penduduk Yogyakarta kala itu
menyusut
- separuhnya.
- Pelukis Raden Saleh Boestaman yang keturunan Arab lahir di Solo pada
1814.
- Setelah pergi ke Belanda selama 23 tahun lamanya untuk mengabdi pada
- Raja Willem III, ia kembali ke Jawa pada 1857. Dialah yang melukis
- penangkapan Pangeran Diponegoro di Magelang yang diberi judul
'Historisches Tableau, die Gefangennahmen des Javanischen Hauptling
Diepo Negoro'. Raden Saleh wafat di tahun 1880. Peninggalan beliau
diantaranya adalah kebun binatang yang kini berubah fungsi menjadi Taman
Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta. Juga rumah miliknya yang kini
berubah
- fungsi menjadi rumah sakit Katholik di Jl. Raden Saleh, Jakarta
Pusat.
- Buku: "Asal-usul Perang Jawa, pemberontakan Sepoy & Lukisan
Raden Saleh
- Penulis: Peter Carey
- Pengantar: Onghokham
- Penerbit: LkiS, Yogyakarta, 2004
- Tebal: 197 halaman
- __________________________________________________________
- Kisah yang aku cuplikkan dari sebuah buku tersebut dapat
disimpulkan,
- bahwa sebenarnya Pangeran Diponegoro ingin mendirikan sebuah
kekhalifahan
- Islam di Tanah Jawa - minimal di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Ia
- dan para pengikutnya rela melepas busana kerabat kraton Jawanya
dengan
- busana khas Timur Tengah. Kala itu sungguh amat jarang seorang
bangsawan kraton
- keturunan Mataram mau menanggalkan tradisi kejawaannya demi apa
- yang diyakininya.
- Tercatat pada 1813 wilayah Mataram pecah menjadi empat dengan naik
tahtanya Pangeran Notokusumo sebagai Paku Alam I. Wilayah lainnya
menjadi milik Kasunanan dan Mangkunegaran yang berkedudukan di
- Surakarta. Di Yogyakarta berbentuk Kasultanan. Ini bisa menjadi
- penelitian yang amat menarik terkait dengan proses Islamisasi di
- Indonesia pada masa lalu.
- Catatan:
- Kisah Perang Jawa pernah difilmkan oleh almarhum Teguh Karya
dengan
- judul "November 1828". Namun itu hanya sepenggal kisah dari
ratusan
- kisah yang belum sempat terungkapkan.
- __________________________________________________________
- Ungkapkan opini Anda di:
- http://mediacare.blogspot.com
- http://indonesiana.multiply.com
- __________________________________________________
- Do You Yahoo!?
- Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
- http://mail.yahoo.com
- ******************************************************
- Milis Filsafat
- Posting : [email protected]
- Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
- Website : http://filsafatkita.f2g.net/
- Berhenti :
[EMAIL PROTECTED]
- ******************************************************
- SPONSORED LINKS
- Philosophy
beauty product Philosophy
Philosophy
beauty
- Philosophy
of Philosophy
amazing grace Philosophy
hope in a jar
- YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
- [EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
Ungkapkan opini Anda di:
http://mediacare.blogspot.com
http://indonesiana.multiply.com
__________________________________________________ Do You
Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|