Ya... mau gimana lagi sampai dunia benar-benar kiamat pun tetap saja akan ada
sebagian orang yang lebih senang 'terbuai' oleh iming-iming yg bersifat
cosmetic...... terus saja bermimpi jadi anak kesayangan, ketimbang mau berfikir
untuk memahami realitas .... yg memang menyedihkan.......
Petromaks-nya : Gitu aja kok repot.......... Lihat saja Realita-nya...
Hatur Nuhun
Terima kasih
> ----- Original Message -----
> From: "reporter jalanan" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [filsafat] Betulkah Nabi Muhammad pernah membelah bulan?
> Date: Tue, 28 Feb 2006 22:09:18 +0700 (ICT)
>
>
> Betulkah Nabi Muhammad pernah membelah bulan?
>
> Dalam AQ Surat Al-Qamar disebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah
> membelah bulan hanya dengan mengacungkan jari telunjuknya. Bulan
> itu lalu terbagi dua, tak lama kemudian menyatu kembali seperti
> sediakala.
>
> Bulan terbelah diakui umat Islam sebagai salah satu mukjizat dari Allah
> yang diberikan kepada Rasul. Ada yang bilang segala mukjizat dari Allah
> tak bisa dijelaskan secara ilmiah.
>
> Disebut pula bahwa terbelahnya Bulan tersebut sebagai pertanda
> telah dekat hari kiamat. Tetapi kenapa hingga ratusan tahun kiamat
> tak kunjung tiba hingga detik ini?
>
> Lalu pada artikel di bawah ini disebut pula adanya tayangan di
> sebuah stasiun
> TV di Inggris yang mewawancarai tiga pakar dari NASA. Betulkah?
> Di stasiun TV mana dan kapan disiarkan? Siapa astronot AS yang
> masuk Islam begitu mengetahui bahwa Bulan pernah dibelah Nabi
> Muhammad? Kenapa tulisan pada artikel tersebut ini terkesan
> samar-samar?
>
> Terus terang, saya sebagai umat Islam tak bisa percaya begitu saja pada
> peristiwa tersebut. Kok bisa? Walaupun itu mukjizat, rasanya mustahil.
> Kalau itu terjadi sekira tahun 600-an paling tidak banyak saksi mata
> dari belahan dunia lain - khususnya dari bangsa yang peradabannya lebih maju
> dibandingkan bangsa Arab yang jahiliah. Mereka pasti akan ikut menyaksikan
> dan mencatat peristiwa alam yang maha dahsyat itu.
>
> Di kerajaan Romawi pada masa Heraclius banyak pakar
> perbintangan, di Persia pada masa Sassan banyak ahli astronomi dari
> kaum Zoroaster, di Egypt, Cina dan India peradabannya sudah begitu
> maju dan mereka punya tradisi tulis menulis sejak ribuan tahun
> silam, di Sumatra dan Jawa orang-orang bisa menuliskannya di
> prasasti maupun lontar. Kenapa tak ada secuilpun kisah bulan
> terbelah dua itu pada catatan historis mereka?
>
> Ataukah itu pemaknaan kandungan AQ yang keliru, mungkin ayat di
> surat itu sekadar kiasan belaka? Lalu karena sudah terlanjur
> tersebar ke seluruh dunia bahwa maknanya memang seperti itu, kepada
> siapa kita musti meminta bertanggung jawaban?
>
> Mohon petromaksnya, mohon pencerahan dari Anda semua.............
>
>
> MISTERI TERBELAHNYA BULAN
> ______________________________________________________________________
>
> SUBHANALLAH..............MAHA BESAR ALLAH ATAS SEMUA CIPTAANNYA
> Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun
> telah terbelah
> (Q.S. Al-Qamar: 1)"
> Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr.
> Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan
> kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki
> kandungan mukjizat secara ilmiah ?
>
> Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
> Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa
> waktu lalu, saya mempresentasikan di Universitas Cardif, Inggris bagian barat,
> dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga
> yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar
> mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim
> pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang
> berbunyi "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah"
> mengandung mukjizat secara ilmiah ?
>
> maka saya menjawabnya:
> Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan,
> sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia
> tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah
> mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi
> wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana
> nabi-nabi sebelumnya.
> Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh
> setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam
> kitab Allah hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di
> zaman ini tidak akan mengimani hal itu.
>
> Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan
> sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah
> ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.
>
> Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah
> membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke
> Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau
> benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan
> yang bisa
> membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?"
> Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ?" Mereka menjawab: "Coba
> belahlah bulan, ..."
>
> Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar
> menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan
> telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya
> ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka
> serta-merta
> orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah
> menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang
> benar bisa saja "menyihir"orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak
> bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun
> pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka
> orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti
> orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang
> pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun
> bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"
> Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat
> bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian
> bersatu kembali...!! !"
>
> Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir
> (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:
> Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika
> melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling
> seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka
> mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan
> benar-benar telah tetap .....sampai akhir surat Al-Qamar.
>
> Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan
> setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut,
> berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya
> berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai
> tuan, bolehkah aku menambahkan?"
>
> Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: "Dipersilahkan dengan senang hati."
> Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum
> menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah
> terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih
> kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku
> membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama
> aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: "Telah dekat hari
> qiamat dan bulan pun telah terbelah......." Maka aku pun bergumam: Apakah
> kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian
> bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa
> melakukan hal itu? Maka, aku pun menghentikan dari membaca
> ayat-ayat selanjutnya dan
> aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi
> Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam
> pencarian kebenaran.
>
> Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris.
> Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3
> orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun
> menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan
> perjalanan ke antariksa. Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang
> turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan
> antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100
> juta dollar.
>
> Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan
> macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa
> mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak
> semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami
> mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun
> telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana
> lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan
> memberikan dana itu kepada siapapun.
>
> Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai
> sehingga demikian mahal taruhannya?" Mereka menjawab, "Ternyata bulan
> pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu
> kembali.!!!
>
> Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?"
> Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang
> terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka
> kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka
> mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang
> bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".
>
> Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka
> aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar
> telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an
> tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk
> mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk
> menetapkan akan kebenaran muslimin !!!!
>
> Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... (aku pun bergumam), "Maka,
> aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar,
> dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.
> Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq
>
> Pengirim: C. Ridwan
> E-mail: [EMAIL PROTECTED]
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL'AALAMIIN
>
> Regards,
> Ridwan
> PT. Asuransi QBE Pool Indonesia
> Mid Plaza 2, 23rd Floor
> Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11
> Jakarta 10220, Indonesia
> Phone: (62-21) 572 3737
> Fax: (62-21) 571 0547/48
> ______________________________________________________________________
>
>
>
> ---------------------------------
> Apakah Anda Yahoo!?
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
>
--
___________________________________________________
Play 100s of games for FREE! http://games.mail.com/
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/