"...Langkah pertama penyembuhan penyakit harus dicari di dalam makanan. Hanya ketika makanan tak mampu menyembuhkan, baru dokter akan menulis resep obat." Sun Ssu-mo
Sun Ssu-mo, yang menulis penggalan ungkapan di atas adalah tabib paling terkenal dalam sejarah DInasti Tang, yang juga bisa dikata paling terkenal sepanjang sejarah Cina. Tabib Sun Ssu-mo yang hidup tahun 590-692, merupakan sosok puncak dari semua cara tradisional penyembuhan dan pencapaian umur panjang. Sun Ssu-mo adalah orang pertama di dunia yang mendiagnosa sekaligus mengobati gangguan pembesaran kelenjar tiroid. Baru 1.000 tahun kemudian, pakar Barat melakukan hal yang sama. Sun Ssu-mo juga orang pertama yang mendiagnosa dan mengobati beriberi, juga 1.000 tahun lebih maju dibanding dokter-dokter Eropa yang baru memperoleh gambaran tentang penyakit beriberi pada tahun 1642. Tabib kuno Sun Ssu-mo, dan banyak lagi tabib lain di Cina, sungguh unggul dalam bidang kesehatan dan pengobatan, bahkan bila dibandingkan dengan dokter-dokter jenius dari Barat sekalipun. Prestasi para tabib Cina itu, sebenarnya tak terlepas dari fanatisme mereka mempelajari paham Tao. Sun Ssu-mo, misalnya, merupakan Taois terkemuka. Tao adalah jalan hidupnya. Tapi, apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan Tao itu? Ada sesuatu yang tak berujud, namun sempurna Yang ada sebelum langit dan bumi tercipta; Tanpa suara, tanpa substansi, Tak bergantung, tak berubah, Semua terangkum, tak kenal henti. Engkau mungkin menyebutnya ibu Dari semua yang ada di bawah langit. Jati dirinya, aku tak tahu pasti; Kusebut dia dengan "Tao" Rangkaian kata misterius itu diambil dari Tao Teh Ching, kumpulan syair yang terdiri dari 5000 kharakter yang sangat menawan tentang (ajaran) Tao. Tao Teh Ching ditulis sekitar 2500 tahun lalu, dan secara tradisional biasanya dihubungkan dengan Lao Tze, "Guru Tua". Renungan-renungan tajam yang ada dalam syair-syair padat ringkas indah dalam buku yang sangat memikat ini membentuk sumber kebijaksanaan hidup yang telah memberikan kesenangan, nasihat dan pencerahan bagi jutaan orang di seantero dunia. Tak ada yang tahu pasti kapan dan siapa sebenarnya pengarang Tao Teh Ching. Tetapi, berdasarkan penelitian historis, sangat mungkin karya itu ditulis sekitar abad ke-5 sampai ke-3 SM. Adanya seorang bernama Lao Tze dapat dibuktikan berdasarkan catatan sejarah. Catatan tentang Lao Tze yang juga terkenal dengan nama Lee Tan, Lao Tan dan Lee Er, ditemukan dalam Arsip Kerajaan pada periode yang sama dengan dugaan lahirnya karya indah itu. Gusar karena kekacauan politik dan ketamakan yang merajalela pada waktu itu, Lao Tze yang tua berniat pergi mengasingkan diri. Saat sampai di batas negara, penjaga perbatasan mengenali sang bijak dan memohon agar sang guru mau meninggalkan sepatah-dua-kata kenangan. Dan sepatah-kata kenangan itu adalah Tao Teh CHing. Dalam pengertian kisah historis, "tao" berarti "cara atau jalan", "teh" artinya "kekuatan" dan "ching" sama dengan "buku". Jadi, terjemahan judul buku Tao Teh Ching tersebut adalah "Buku tentang Cara dan KekuatanNya". Lao Tze bukanlah penemu ajaran Taoisme. Menurutnya, ia hanya mengungkapkan kembali dan meringkaskan cara hidup yang berlaku di Cina, 2500 tahun sebelum ia hidup di dunia, yaitu saat pemerintahan Kaisar Kuning, Huang Ti, bapak pendiri Cina. Lao Tze memuja sang Kaisar Kuning sebagai leluhur peradaban Cina dan mengakuinya sebagai orang terkemuka yang mempraktekkan cara tersebut. Kaisar Kuning memegang takhta sekitar tahun 277 SM. Ia dipercaya sebagai orang yang menemukan rahasia kehidupan abadi di dalam saripati paduan halus pria dan wanita selama melakukan hubungan intim, serta penjelmaannya menjadi "obat mujarab" yang menghasilkan tenaga dan spirit murni. Dan, konon, Kaisar Kuning hidup sehat-bugar dengan 1200 harem yang setiap malam digaulinya menurut aturan ajaran "Tao tentang Yin dan Yang" sampai usianya mencapai 111 tahun. Selain mempelajari ajaran "Tao tentang Yin dan Yang", melalui percakapan dengan tiga penasihat kepala dalam hal-hal seksual--Gadis Sederhana Su Nu, Gadis Misterius Hsuan Nu, dan Gadis Pelangi Tsai Nu--Kaisar Kuning juga sangat giat mempelajari pengobatan dengan ramuan tumbuh-tumbuhan, suatu bidang yang sangat dikuasai para Taoist Cina kuno. Percakapannya dengan penasihat medis Chi Po dirangkum dalam Pengobatan Tradisional Kaisar Kuning -- Huang Ti Nei Ching, yang juga ditulis pada abad ke-3 SM. Buku ini berisi uraian ringkas tentang sebagian pengetahuan medis yang dipraktekkan di Cina sejak Zaman Kaisar Kuning dan secara jelas menerapkan prinsip dasar Taoist dalam seni pengobatan Cina. Pada masa pemerintahan Kaisar Kuning, para pakar kesehatan mulai menyusun sangat banyak kumpulan informasi yang dikemukakan para pakar Taois yang hidup selama ribuan tahun sebelumnya. Pengobatan Tradisional Kaisar Kuning--Huang Ti Nei CHing, dan Nasihat Klasik Gadis Sederhana-Ssu Nu Ching juga dikumpulkan pada masa ini. Penulisan buku juga dilakukan oleh dua sekawan tabib Cina Chang Chung-ching dan Hua To. Buku Diskusi Seputar Demam--Shang Han-Lun, yang ditulis Chang Chung-ching sekitar tahun 200 sebelum Masehi, merupakan naskah kesehatan peninggalan CIna yang tak ternilai. Buku tersebut mengetengahkan 113 resep obat yang memanfaatkan 100-an jenis tanaman dan mineral obat, termasuk obat demam paling terkenal dan tetap populer "Sop Getah Kayu Manis" yang terbuat dari kayu manis, jahe, gula hitam, peoni dan jujuba. Chang Chung-ching juga menyusun rinci sistem diagnosa berdasarkan prinsip dasar Taois yaitu Yin-Yang, aktivitas Lima Unsur (Tanah, AIr, Api, Logam dan Kayu) serta Tiga Harta (esensi, energi dan spirit). Taoisme mencapai puncak kejayaannya secara politis maupun sosial selama periode berkuasanya Dinasti Tang (618-907), yang dikenal sebagai 'golden age' kebudayaan Cina, setara semangat Renaissance di Eropa. Jangan lupa, pendiri dinasti ini memiliki nama marga Lee, marga yang sama dengan Lao Tze. Karena itu, dinasti ini mengklaim Lao Tze sebagai leluhurnya. Tabib paling terkenal dalam sejarah Dinasti Tang, yang juga bisa dikata paling terkenal sepanjang sejarah Cina, adalah Sun Ssu-mo yang hidup tahun 590-692. Tabib Sun Ssu-mo merupakan puncak dari semua bagian cara tradisional penyembuhan dan pencapaian panjang umur Taois. Cara pendekatan yang paling disukai tabib besar ini dalam menyembuhkan penyakit adalah yang paling disukai tabib besar ini dalam menyembuhkan penyakit adalah melalui terapi nutrisi. Misalnya, Sun Ssu-mo mengamati kehidupan masyarakat terpencil, terisolasi di wilayah pegunungan tinggi, yang memiliki kecenderungan besar mengalami pembesaran kelenjar tiroid yang sekarang kita ketahui disebabkan oleh kekurangan yodium. Karena itu, ia memberi resep diet ganggang dan rumput laut serta ekstrak tiroid rusa dan anak domba. Resep ini mengisolasi penyebab gangguan dan memberi semua nutrisi yang diperlukan untuk mengobati gangguan. Sun Ssu-mo mendiagnosa dengan sangat tepat sekaligus mengobati gangguan pembesaran kelenjar tiroid ini. Hal yang sama baru ditemukan pakar kesehatan Barat 1.000 tahun setelah Sun Ssu-mo. Sun Ssu-mo juga mendiagnosa secara tepat penyakit kurang gizi yang kita sebut sebagai beriberi. Untuk penyakit beriberi pun Sun Ssu-mo memberi resep yang pas dengan hati anak sapi dan hati domba, bibit gandum dan tanamam kaya vitamin seperti almon dan lada hutan. Sementara dokter-dokter Eropa sama sekali belum dapat memperoleh gambaran tentang beriberi sampai tahun 1642, terlambat 1.000 tahun dibanding Tabib Taois. Sun Ssu-mo menulis 2 jilid buku yang sangat terkenal Resep Makanan Berharga--Chien-Chin-Fang yang mengetengahkan bentuk 'pikiran emas' tentang informasi kesehatan tradisional Taois secara teori dan praktek. Buku ini mengandung 2 pokok bahasan--satu tentang diet dan yang lain tentang seksualitas--yang secara ringkas bisa dikatakan sebagai dasar pendekatan Taois untuk mencari penyebab penyakit. Setelah menemukan penyakitnya, langkah pertama penyembuhan akan dicari di dalam makanan. Hanya ketika makanan tak mampu menyembuhkan, ia baru akan menulis resep obat." Tao berperan seperti jalur emas bagi lahirnya kebudayaan Cina. Prinsip dasar dari makanan Cina, misalnya, semua disusun oleh pakar kesehatan dan tanaman, bukan oleh koki atau pakar pencicip makanan. Karena itu, tak heran bila makanan Cina dicerna dengan sangat baik di dalam perut dan dengan cepat diserap tubuh. Buktinya, hanya satu jam setelah Anda makan, sudah terasa lapar lagi. Oleh: Ignas Bethan, Buku: Feng Shui Makanan Dikirim oleh: Michael S, owner of milis: [EMAIL PROTECTED] To join the group, send blank email to: [EMAIL PROTECTED] _________________________________________________________________ New year, new job there's more than 100,00 jobs at SEEK http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Fninemsn%2Eseek%2Ecom%2Eau&_t=752315885&_r=Jan05_tagline&_m=EXT ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
