Belajar Pada Bayi
Tetanggaku namanya Lian, hampir setahun lalu dikarunia anak bayi, lucu
sekali... namanya Meilani, dari namanya saya nebak lahirnya pada bulan Mei
tahun lalu, jadi sampai sekarang belum genap satu tahun. Tebakanku cukup
beralasan karena ketika aku menyewa rumah didekat rumahnya itu tepat bulan
Agustus tahun lalu, dia masih belum bisa bicara apa-apa, sekarang sudah
mulai bisa mengucapkan "mam" untuk menyebut ibunya, dan "pappa" untuk
menyebut ayahnya. Beberapa frase kata bertambah, terutama kata "mamamm...",
untuk minta makan dan yang ada hubungannya dengan makanan, dan "mimi"
untuk yang ada hubungannnya dengan minuman. Kata "mam" dan "mimi" itu tidak
dia fikirkan apakah itu kata benda ataupun kata kerja, semuanya dia katakan
tanpa ada batasan-batasan, dan keluarga tersebut memahaminya. Akhir-akhir
ini, beberapa kata aneh mulai meluncur dari mulutnya, dengan bahasa naluri
ibu dan mimik serta mata, maka ibunya dan pengasuhnya mengetahui maknanya.
Berikut ini, adalah prestasi dia mempelajari kata-kata, kata "ta" berati
tidak, "nen"= minum, "mam" = makan, dan "tu"= itu, sambil menunjukkan
sesuatu. Aktifitas terbaru darinya, apabila keluarga sedang berbicara dia
ikut nyerocos bicara tapi yang tidak kita ketahui maknanya, seperti
layaknya bahasa planet. Kata favorit dia yang sering diucapkan sekarang,
adalah kata "apa". Gesture dan mimik yang paling tidak disukai oleh
keluarga tersebut kalau diberi makanan selalu menggelengkan kepala, tapi
buka mulut. Keberhasilan terakhir yang dicapainya adalah belajar meniup
lilin, tetapi tidak bisa keluar angin, hanya ucapan saja yang keluar dari
bibirnya "habuss..habbusss...", tapi lilinnya tidak padam. Target misi
keluarganya yang ingin dicapai adalah mampu meniup lilin pada bulan depan,
karena rencananya hari ulang tahunnya yang pertama akan dirayakan, dengan
mengundang seluruh saudara-saudara keluarga Lian dan isteri yang
berdomisili di Jakarta.
-o0o-
Keunikan manusia sebenarnya bukanlah terletak pada kemampuan berfikirnya,
melainkan pada kemampuan berbahasanya. Ern Cassirrer menyebut manusia
sebagai "anymal symbolicum", mahluk yang mempergunakan simbol yang secara
umum memiliki cakupan lebih luas dari homo sapiens atau mahluk yang
berfikir tanpa kemampuan berbahasa maka manusia tidak jauh berbeda dengan
binatang.
Nabi Adam ditunjuk sebagai khalifah di dunia, salah satu sebab diantaranya
adalah kemampuannya memberikan nama-nama kepada barang ataupun binatang.
Dalam belajar bahasa itu paling mudah pada usia muda, ibarat kata belajar
diwaktu muda itu seperti mengukir diatas batu sedangkan belajar di saat tua
seperti mengukir di atas air.
Belajar dari contoh diatas, pada anak bayi itu menggunakan metode belajar
bahasa sebagai berikut : Mendengar, mengeja, mempraktekkan, dan mengerti.
Mendengar: Mendengar adalah syarat utama berkomunikasi, apabila telinga
kita tidak mampu mendengar maka kemampuan berbahasa kita pun menjadi
masalah, makanya biasanya orang bisu itu tidak bisa mendengar. Dengarkan
setiap kata yang diberikan komunikan.
Mengeja : Anak bayi mencoba mengeja kata-kata terlebih dahulu, tanpa perlu
mengerti. Sangat repot bila mencoba mengerti dulu, karena dua indera
langsung bekerja. Sang bayi mencoba kata-kata "mama-papa-mamam-mimi..",
sebelum akhirnya mengerti apa artinya.
Mempraktekkan; Anak kecil akan mencoba berbahasa dengan mengulang-ngulang
kata, "mimi, mimi.." akhirnya bisa menyebut "mimi" ataupun kata lainnya
Mengerti; Mengerti adalah tahapan akhir dari belajar bahasa setelah
mendengar, mengeja, mempraktekkan berkomunikasi, baru kemudian dimengerti
kesalahan-kesalahannya.
Ada kecenderungan orang dewasa yang sulit mempelajari belajar bahasa adalah
pertama, karena menekankan "pengertian" terlebih dahulu, sehingga
menyulitkannya untuk belajar bahasa secara mudah, dan ke dua, takut salah
menyebut. Anak bayi begitu bebasnya mencoba kata-kata tanpa takut dan
merasa malu salah, sehingga memudahkannya dalam belajar bahasa.
Jadi apabila anda mau belajar bahasa, cobalah ikuti cara belajar bayi,
semoga anda bisa cas-cis-cus.., belajar bahasa asing dengan lancar.
Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/