Cerita Tentang Mutiara

Setelah memindahkan keindahan Pulau Qeshm di Iran ke atas kanvas, kemudian 
menyeberangi selat Hormus menuju Negara Persatuan Emirat Arab (UAE). Selat 
Hormus adalah lautan yang banyak mengandung mutiara di kawasan 
negara-negara Teluk. Konon dahulu, sebelum ditemukannya minyak (1960-an), 
mutiara adalah andalan pendapatan kerajaan-kerajaan kecil di sana.

Di Ajman (40 km dari Dubai), saya juga mencoba merekam kecantikan pantainya 
ke dalam lukisan. Di sana terlihat ada beberapa orang yang tengah berendam, 
di mulai dari satu dua orang, semakin siang jumlah pengunjungnya semakin 
bertambah. Saya mencoba bertanya kepada mereka tentang kegiatan mereka di 
sana. Salah seorang pengunjung - ekspatriat filipino - menjelaskan kalau 
mereka sedang mencari kerang. Menurutnya orang Arab lokal tidak tertarik 
makan kerang, diam-diam terbit air liurku, membayangkan kerang yang tak 
tersentuh. Akhirnya, selesai sudah satu lukisan tentang pencari kerang di 
Ajman, aku pulang ke pondokanku dengan rasa suka cita.

Keesokan harinya aku ajak beberapa kawan WNI, untuk menangkap kerang. Duh, 
layaknya nelayan Muara Karang saja aku mulai beraksi (maklum nenek moyangku 
itu seorang pelaut), setelah masuk ke bibir pantai, terus merayap ketengah 
dikit sebatas dada, betul di sana kutemukan kerang, tidaklah sulit mencari 
kerang, kita gores-gores pasir dengan kaki, kalau tersentuh benda di dalam 
pasir, itulah kerang yang dicari. Sekitar empat jam, cukup sudah aku dapat 
kerang dara satu ember. Lumayan, makan kerang gratis bersama-sama kawan, 
cukup untuk bermemori-ria  makan seafood  seperti layaknya di Indonesia.

Mencari kerang dara untuk dimakan berbeda dengan kerang yang memiliki 
kandungan mutiara, untuk kerang yang mengandung mutiara (kerang mutiara) 
perlu dyving, dan perlu perahu untuk ke tengah-tengah laut. Jenis kerang 
mutiara memiliki cangkang berbentuk spiral logaritmik. Rancangan ini hanya 
dapat dihasilkan oleh suatu kecerdasan dan pengetahuan maha tinggi, yang 
merupakan milik Allah Yang Maha Kuasa. Pola pertumbuhan terebut disebut 
pertumbuhan Gnomis.

Mutiara terbentuk apa bila daging didalam  kerang terkena batu pasir. Ada 
satu cairan yang menyelimuti batu pasir tersebut, yang kemudian berproses, 
sehingga pada akhirnya membentuk mutiara. Tidak semua kerang mutiara 
memiliki  mutiara di dalamnya. Kalau anda mau mendapatkannya, sulit sekali 
menebak kerang mana yang ada kandungan mutiaranya dan mana yang tidak ada, 
faktor keberuntungan untuk mendapatkannya, sangat berperan. Refleksi cahaya 
dari masing-masing mutiarapun berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. 
Bisa jadi tertutup tabir, sehingga cahayanya tidak tampak.

Mutiara Dalam Dunia Spiritual;
Seperti pencari mutiara, dalam dunia spiritual pencari cahaya Ilahi 
(makrifat/gnosis station) juga berlaku sama, cahaya Ilahi memang kita 
rindukan, untuk mendapatkannya perlu usaha keras, bilamana perlu, minta 
bantuan sang pembimbing, yang mengarahkan kita untuk menggapai - Nya. Tidak 
semua pencari bisa memperoleh mutiara, demikian juga para pencari Cahaya 
Ilahi, tidak semuanya memperoleh Cahaya Nya, hanya keberuntungan atau 
hidayah-Nya-lah yang mampu memilah diantara kita untuk mendapatkannya. 
Taufik dan hidayah milik Allah SWT, untuk itu tetaplah berusaha, bersabar, 
dan bertawakal untuk mendapatkannya.

Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com




  



******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke